top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Sejak Kapan Toilet Dipisah untuk Laki-laki dan Perempuan?

Mulanya toilet khusus wanita ditolak. Revolusi industri dan kesadaran akan kesehatan mendorong dibuatnya toilet umum terpisah jenis kelamin.

12 Des 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Pengunjung keluar dari toilet umum yang dipisahkan oleh jenis kelamin di salah satu tempat dansa di Marshalltown, Iowa, Amerika Serikat, 1940-an. (Arthur Rothstein/loc.gov.com).

  • 13 Des 2024
  • 5 menit membaca

Diperbarui: 2 Jan

DI banyak tempat di ruang publik, pemisahan toilet berdasarkan jenis kelamin telah menjadi hal umum. Fasilitas umum ini ditandai dengan gambar, simbol, warna atau kata dalam berbagai bahasa. Misalnya, pria dan wanita dalam bahasa Indonesia atau ladies dan gent dalam bahasa Inggris.


Sheila L. Cavanagh dalam Queering Bathrooms: Gender, Sexuality, and the Hygienic Imagination menyebut toilet umum yang terpisah berdasarkan gender telah muncul jauh sebelum abad ke-19, tepatnya tahun 1739 di Paris. Toilet tersebut dibuat di sebuah restoran yang kerap menjadi tempat penyelenggaraan pesta dansa.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Persekutuan Tuan Rondahaim dan Sisingamangaraja

Persekutuan Tuan Rondahaim dan Sisingamangaraja

Tuan Rondahaim dan Sisingamangaraja bersekutu melawan Belanda. Keduanya telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page