top of page

Dari Guci Jadi WC

Orang Belanda di Batavia menggunakan guci untuk buang air kecil dan air besar. Guci-guci itu kemudian dibuang para budak ke kanal pada jam tertentu hingga melahirkan sebutan bunga pukul sembilan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kanal Molenvliet, Batavia antara 1900 dan 1930. (Tropenmuseum).

25 Agu 2023
4 menit membaca

Diperbarui: 17 Feb

BAGI sebagian orang, toilet atau WC (water closet) tak hanya tempat untuk buang air kecil dan air besar, tetapi juga tempat favorit untuk berpikir mencari inspirasi. Di tempat mal atau kafe, desain toilet yang unik nan artistik juga kerap dimanfaatkan pengunjung untuk swafoto. Namun, berbeda dengan masa kini di mana toilet menjadi fasilitas vital yang tersedia di berbagai tempat, di zaman kolonial VOC, rumah-rumah orang Belanda di Batavia umumnya tidak memiliki toilet.


Menurut Sir John Barrow, Sekretaris Departemen Angkatan Laut Inggris, dalam catatannya yang termuat dalam Jawa Tempo Doeloe: 650 Tahun Bertemu Dunia Barat, 1330–1985, yang disusun James R. Rush, ada dua alasan yang menyebabkan orang-orang Belanda di Batavia memilih tak memiliki kamar kecil atau toilet.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
bg-gray.jpg
Bersama Henk Sneevliet, Adolf Baars mempelopori komunisme di Indonesia. Takdir keduanya setali tiga uang, berakhir tragis di tangan Nazi.
bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
Sejarawan Sri Margana menyoroti klaim-klaim kontradiktif hingga lemahnya kronologi dan paradigma. Prof. Asvi Warman Adam mempersoalkan upaya legitimasi terhadap Orde Baru.
Sejarawan Sri Margana menyoroti klaim-klaim kontradiktif hingga lemahnya kronologi dan paradigma. Prof. Asvi Warman Adam mempersoalkan upaya legitimasi terhadap Orde Baru.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Penelitian Belanda dan berbagai kasus gugatan pengadilan yang melibatkan mereka.
Penelitian Belanda dan berbagai kasus gugatan pengadilan yang melibatkan mereka.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Pemahaman secara mendalam dan berimbang terhadap peristiwa pada kurun 1959-1969 syarat menuju rekonsiliasi.
Pemahaman secara mendalam dan berimbang terhadap peristiwa pada kurun 1959-1969 syarat menuju rekonsiliasi.
transparant.png
bottom of page