top of page

Sepuluh Gempa Dahsyat di Indonesia Sepanjang Abad 20

Indonesia termasuk negara yang rawan gempa. Inilah sepuluh gempa dahsyat yang mengguncang Indonesia sepanjang abad 20.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 24 Jan 2018
  • 3 menit membaca

GEMPA berkekuatan 6,1 Skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Lebak, Banten, pada 23 Januari 2018. Pusatnya di 81 kilometer barat daya, kedalaman 10 kilometer, dan tidak berpotensi tsunami. Getarannya sampai ke Jakarta dan sekitarnya.


Indonesia termasuk negara yang rawan gempa karena terletak di tengah-tengah Cincin Api Pasfik, di antara tiga pertemuan Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Pasifik. Tak heran sering terjadi guncangan ketika ada aktivitas subduksi di antara tiga lempeng itu yang tepatnya berada di sekitar Sumatera, Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara hingga Indonesia Timur.


Untuk kurun waktu sepanjang abad 20 (1900-2000) setidaknya sepuluh kali gempa dahsyat berkekuatan di atas 7,8 SR di sekujur wilayah Indonesia.


Gempa Pulau-Pulau Batu Nias, 28 Desember 1935


Gempa tektonik pertama yang tercatat di Sumatera pada abad 20 terjadi di Pulau-Pulau Batu yang sekarang masuk wilayah Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Guncangannya mencapai 7,7 SR dan memicu tsunami kecil.


Menurut National Geophysical Data Center(NGDC) gempa ini juga merusak jaringan telepon dan rumah-rumah sampai ke Kepulauan Tanahbala, Sigata, Sibolga dan Kota Padang. Korbannya hanya dua orang luka-luka karena tertimpa reruntuhan rumah.


Gempa Laut Banda, 1 Februari 1938


United States Geological Survey (USGS) atau Badan Survei Geologi Amerika Serikat mencatat gempa berkekuatan 8,4 SR berada di kedalaman 35 kilometer di Laut Banda. Tsunami kecil menerjang Pulau Banda dan Pulau Kai. Getarannya terasa sampai Kepulauan Aru, Kepulauan Tanimbar, Jakarta dan Darwin, Australia. Tak ada laporan korban meninggal atau luka-luka.


Gempa Cilacap, 23 Juli 1943


Gempa berkekuatan 8,1 SR melanda pesisir selatan Pulau Jawa dari Cilacap, Garut, Yogyakarta sampai Solo. Dalam Bencana Alam dan Bencana Anthropogene, Sukandarrumidi mencatat 213 korban tewas, 2.096 terluka, dan 2.800 bangunan roboh di berbagai wilayah tersebut.


Gempa Laut Seram, 24 Januari 1965


Gempa berkekuatan 8,2 SR yang terjadi sekira pukul 00.11 dini mengguncang Kepulauan Sanana, Maluku Utara. Gempa ini akibat subduksi Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Pasifik di Laut Seram. Data USGS menyebut 71 orang di kepulauan itu tewas akibat terjangan tsunami.


Gempa Bima, 19 Agustus 1977


Dari laporan NGDC, gempa berkekuatan 8,3 SR mengguncang Bima, Nusa Tenggara Barat, dan Pulau Sumbawa dan Sumba, Nusa Tenggara Timur. Gempa yang disusul tsunami setinggi 5,8 meter ini menewaskan 185 orang dan 1.100 lainnya terluka.


Gempa Flores, 12 Desember 1992


Menjelang pergantian tahun, Pulau Flores di Nusa Tenggara Timur digoyang gempa dengan magnitudo 7,8 SR di kedalaman 27,7 kilometer. Bencana ini memicu tsunami setinggi 25 meter ke sepanjang 300 meter pesisir Pulau Flores. USGS mencatat kerusakan yang juga berefek sampai ke Pulau Sumba dan Alor itu, menimbulkan 2.500 korban tewas dan 500 terluka.


Gempa Banyuwangi, 3 Juni 1994


Gelombang tsunami setinggi 14 meter menerjang pesisir Banyuwangi, Jawa Timur dan timur laut Pulau Bali yang menewaskan sekira 250 orang. Tsunami tersebut, dari keterangan USGS, terpicu gempa berkekuatan 7,8 SR di Banyuwangi dengan kedalaman 18 kilometer. Guncangan gempa juga merusak beberapa rumah dan bangunan di Pulau Lombok dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.


Gempa Minahasa, 1 Januari 1996


Warga Minahasa, Sulawesi Utara di pagi pertama tahun 1996 sekira pukul 8 pagi didera gempa berkekuatan 7,9 SR. USGS menerangkan gempanya berasal dari kedalaman 24 kilometer. Guncangannya turut terasa sampai Ogotua, Palu, Poso, Bontang dan Samarinda. Gelombang tsunami menewaskan delapan orang.


Gempa Biak, 17 Februari 1996


Pulau Biak di Papua diterjang gempa berkekuatan 8,2 SR sekira pukul 6 pagi. International Seismological Centre (ISC) mencatat, gempa ini memicu tsunami setinggi 7 meter. Dilaporkan 166 orang meninggal, 423 terluka dan lebih dari lima ribu kehilangan tempat tinggal.


Gempa Bengkulu, 4 Juni 2000


Gempa dahsyat terakhir di abad ke-20 terjadi di Pulau Enggano, Bengkulu. Dari data ISC diketahui gempa yang berpusat di kedalaman 35 kilometer itu mencapai kekuatan magnitudo 7,9 SR. Korban mencapai 103 orang meninggal dan lebih dari 2.500 lainnya terluka.


Di sisi lain laporan Peter Walker dari Federasi Palang Merah Internasional dan Masyarakat Bulan Sabit Merah menyatakan, ratusan korban meninggal bukan karena gempa, melainkan pengungsi gempa yang terkena penyakit pasca bencana. “Dampak gempa tidak begitu hebat, namun yang parah adalah mewabahnya malaria dan penyakit-penyakit lain,” ungkap Peter dikutip The Guardian, 6 Juli 2000.


Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Istilah tante girang populer pada 1970-an kendati sudah menggejala dua dekade sebelumnya. Sastra populer merekamnya sebagai potret sosial.
bg-gray.jpg
Despite the mixed reactions, telenovelas continue to dominate Indonesian television. The heyday of these Latin American soap operas ultimately came to an end as viewers grew tired of them and switched to Mandarin and Korean dramas.
bg-gray.jpg
According to the Wangsakerta Manuscript, Tarumanagara was founded by refugees from India.
bg-gray.jpg
Prasasti Tugu turut meriwayatkan Kali Bekasi dan Kali Cakung Lama. Satu dari tujuh prasasti penting warisan Tarumanagara.
Dianggap sebagai bapak pendiri Cape Town, Jan van Riebeeck membuka pemukiman kulit putih di Afrika Selatan.
Dianggap sebagai bapak pendiri Cape Town, Jan van Riebeeck membuka pemukiman kulit putih di Afrika Selatan.
Rekaman suara rintihan arwah yang tersesat tidak hanya membuat pasukan Viet Cong tidak nyaman, tetapi juga memengaruhi mental pasukan Amerika Serikat dan penduduk sipil.
Rekaman suara rintihan arwah yang tersesat tidak hanya membuat pasukan Viet Cong tidak nyaman, tetapi juga memengaruhi mental pasukan Amerika Serikat dan penduduk sipil.
Donald Trump putus asa Amerika Serikat sudah tak lagi relevan, kata sejarawan Vijay Prashad. Momentum untuk berdiri tegak membawa semangat KAA.
Donald Trump putus asa Amerika Serikat sudah tak lagi relevan, kata sejarawan Vijay Prashad. Momentum untuk berdiri tegak membawa semangat KAA.
Sebagai ibukota Asia-Afrika, Bandung tak sekadar mencetuskan gerakan politik dan perdamaian, melainkan juga kedaulatan ekonomi.
Sebagai ibukota Asia-Afrika, Bandung tak sekadar mencetuskan gerakan politik dan perdamaian, melainkan juga kedaulatan ekonomi.
Setelah memberontak, pangkatnya  malah naik. Itulah pengalaman Alex Mengko si tentara berpengalaman.
Setelah memberontak, pangkatnya malah naik. Itulah pengalaman Alex Mengko si tentara berpengalaman.
K’tut Tantri dikenal sebagai penyiar asing yang membantu perjuangan Indonesia. Pengalaman di kamp interniran Jepang menjadi episode paling pahit dalam hidupnya.
K’tut Tantri dikenal sebagai penyiar asing yang membantu perjuangan Indonesia. Pengalaman di kamp interniran Jepang menjadi episode paling pahit dalam hidupnya.
transparant.png
bottom of page