- 25 Mar 2025
- 5 menit membaca
Diperbarui: 28 Des 2025
KANTOR Tempo dua kali diteror kiriman paket tak menyenangkan. Pertama paket berisi kepala babi pada 19 Maret 2025 dan tiga hari berselang paket berisi bangkai-bangkai tikus yang kepalanya terpenggal. Seiring penyelidikan kasusnya oleh Bareskrim Polri, sejumlah pihak mulai berkomentar. Salah satunya kepala Kantor Kepresidenan Hasan Nasbi yang mengatakan baiknya kepala babi itu dimasak saja.
Tentu ini bukan kasus pertama kantor media massa mengalami intimidasi dan teror. Namun, itu menjadi persoalan tersendiri di alam demokrasi seperti sekarang.
“Tahun 1978 sebagai dampak pemberitaan terhadap demonstrasi mahasiswa suratkabar Indonesia Raya, Kompas, serta Sinar Harapan dilarang terbit. Pada 1982 majalah Tempo mengalami nasib yang sama akibat memberitakan kerusuhan yang terjadi saat kampanye Golkar. Media massa yang dibredel akan diizinkan kembali terbit jika telah membuat surat pernyataan ketertundukan untuk menjalankan proses ketertiban yang disyaratkan rezim,” tulis Sri Yanuarti dalam artikel “Intelijen dan Para Pengganggu: Menghilangkan Para Pengusik Kekuasaan Soeharto” yang termaktub dalam buku Intelijen dan Kekuasaan Soeharto.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












