- 2 Jun 2024
- 4 menit membaca
Diperbarui: 9 Mar
Pada masa pemerintahan hakim-hakim, bangsa Israel kuno dalam suatu kurun waktu menjadi jajahan bangsa Filistin selama 40 tahun. Di antara bangsa terjajah itu, hiduplah sepasang suami-istri dari suku Dan yang tinggal di kota Zora, dekat dataran rendah Yudea. Kitab Hakim-hakim hanya menyebutkan nama si suami, yaitu Manoah, sedangkan istrinya seorang yang mandul.
Sekali waktu, malaikat menampakkan diri kepada istri Manoah.
“Engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki; kepalanya takkan kena pisau cukur, sebab sejak dari kandungan ibunya anak itu akan menjadi seorang nazir Allah dan dengan dia akan mulai penyelamatan orang Israel dari tangan orang Filistin,” demikian kata malaikat itu seperti terkisah dalam kitab Hakim-hakim 13:5.
Anak itu kemudian dinamai Simson. Sejak kecil, Simson dilatih untuk bertarak. Sampai tumbuh dewasa, dia tidak minum anggur. Pisau cukur juga tidak pernah menyentuh kepalanya. Dengan demikian, Simson tampil sebagai pemuda yang kuat, gagah, dan tentu saja gondrong. Kekuatan fisik Simson bahkan di atas rata-rata kekuatan laki-laki umum. Ketika seekor singa mengaum di hadapannya, Simson mencabiknya seperti anak kambing dengan tangan kosong.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












