- 23 Jun 2025
- 4 menit membaca
Diperbarui: 9 Mar
JELANG maklumat perang terhadap Iran, Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu mencoba menarik simpati rakyat Iran dengan mengungkit hubungan sejarah antara kedua bangsa. Netanyahu mengatakan bangsa Iran dan bangsa Israel telah bersahabat sejak zaman Raja Cyrus Agung. Rezim Islam yang saat ini berkuasa di Iran, sambungnya, adalah rezim penindas yang menyengsarakan baik warga Iran maupun Israel.
“Sudah tiba saatnya bagi rakyat Iran untuk bersatu di sekitar bendera dan warisan sejarahnya, dengan memperjuangkan kebebasan Anda dari rezim yang jahat dan menindas,” kata Netanyahu yang disiarkan dalam akun Youtube resmi perdana menteri Israel IsraeliPM.
Dalam sejarahnya, Israel berkali-kali menjadi bangsa taklukan. Ketika ditaklukkan Kerajaan Babilonia di bawah Nebukadnezar II pada 586 SM, Kerajaan Israel (Yehuda) porak-poranda. Bait suci dan istana yang didirikan Raja Salomon turut hancur dan rakyat Israel diasingkan ke negeri Babilon sebagai tawanan. Setelah Kerajaan Babilon runtuh pada 539 SM, bangsa Israel diizinkan pulang ke negerinya oleh Cyrus Agung, raja Kerajaan Persia sekaligus pendiri pertama Dinasti Akhemeniyah. Cucu dari Cyrus Agung, Xerxes I, bahkan memperistri perempuan Israel sebagai ratunya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












