top of page

Sejarah Indonesia

Skandal Pernikahan Raden Saleh

Raden Saleh menikahi janda kaya raya keturunan Jerman. Sebuah skandal sosial.

24 Mar 2019

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Lukisan potret diri Raden Saleh. (Koleksi Rijksmuseum Amsterdam).

Pada 25 Maret 1904, Constancia von Mansfeldt meninggal dunia di Kupang dalam usia 78 tahun. Istri pertama pelukis Raden Saleh ini seakan terselubung misteri. Dia tak pernah disebut dalam surat-surat Raden Saleh, dalam laporan-laporan kontemporer, dan berita-berita dari banyak kunjungan ke sanggarnya.


“Gambar atau potretnya pun tidak ada,” tulis Werner Kraus dalam Raden Saleh dan Karyanya.

Constancia merupakan keturunan Jerman yang lahir di Semarang pada 1826. Pada 3 Juli 1840, di usia 14 tahun dia menikah dengan pengusaha keturunan Jerman, Christoffel Nicolaas Winckelhaagen (1802-1850) di Semarang. Mereka dikaruniai lima orang anak.


Setelah Christoffel meninggal dunia pada 1850, Constancia mendapatkan warisan yang sangat banyak, antara lain tanah luas di Gemoelak, sebelah timur Semarang, yang menghasilkan keuntungan melimpah.


“Ketika Christoffel meninggal dunia pada 1850, jandanya yang masih muda mengambil alih kepemilikan perkebunan terbesar dan terkaya di Jawa, lebih dari delapan ribu hektar tanah pertanian dengan irigasi yang baik digarap oleh sekitar enam ribu orang, yang hampir seperti budak. Pertanian itu sumber kekayaan bagi pemiliknya,” tulis Jamie James dalam The Glamour of Strangeness: Artists and the Last Age of the Exotic.


Werner Kraus menjelaskan lahan di Gemoelak itu sebuah particuliere landerijen yang terdiri dari lahan sawah basah. Namun, sebagian besar lahan itu ditanami tanaman produk ekspor seperti kopi, gula, dan nila. Pemilik lahan menguasai petani yang hidup di sana, produk pertanian, dan hanya membayar pajak yang sangat kecil kepada pemerintah. Hal ini membuat lahan itu menjadi “tambang emas.” Ketika dilelang dan jatuh ke tangan elite administrasi Belanda, luas Gemoelak mencapai 8.043,5 hektar dan dihuni oleh 6.098 jiwa di 29 desa.


Raden Saleh dan istri keduanya, Raden Ayu Danoediredjo. (ReproRaden Saleh dan Karyanya)
Raden Saleh dan istri keduanya, Raden Ayu Danoediredjo. (Repro Raden Saleh dan Karyanya)

“Dia perempuan pengusaha yang menonjol dan menanamkan modalnya di berbagai cabang ekonomi,” tulis Werner Kraus.


Selain mewarisi lahan pertanian, Constancia juga mempekerjakan banyak perempuan dan lelaki di pabrik batiknya, memiliki toko kosmetik, dan toko pandai emas dengan lebih dari 30 pengrajin untuk membuat cincin, anting-anting, penjepit rambut, dan berbagai macam perhiasan lainnya.


Tak lama menjanda, Constancia berkenalan dengan Raden Saleh di Semarang sekitar 1853/1854. Mereka menikah sekitar 1855/1856 dan tinggal di Kampung Gunung Sari, di utara kota, di sisi Sungai Ciliwung. Dengan kekayaan istrinya, Raden Saleh membangun sebuah rumah besar di Cikini (kini menjadi Rumah Sakit PGI Cikini) pada 1857/1858.


Menurut Werner Kraus Raden Saleh ingin hidup sejajar dengan orang-orang Belanda. Secara budaya, dia memahami dirinya sebagai “orang Eropa” dan ingin dihormati sebagaimana mestinya.


Dengan demikian, hubungannya dengan Constancia merupakan serangan secara sadar terhadap landasan rasialisme sistem kolonial. Sebuah hubungan antara seorang lelaki berkulit cokelat dan seorang perempuan berkulit putih merupakan sesuatu yang luar biasa. Masyarakat Batavia bereaksi terhadap keganjilan itu. Sanksinya mengisolasi secara total perempuan itu dari masyarakatnya karena telah melewati batas-batas perkawinan.


“Hubungan Constancia dengan Raden Saleh merupakan sebuah skandal sosial yang juga membuat usaha manufakturnya merugi,” tulis Werner Kraus. “Karena itu tak mengherankan segera terjadi kerenggangan di antara keduanya dan diakhiri dengan perceraian.”


Pasangan itu tak punya keturunan. Penyebabnya mungkin mengejutkan. “Saya berkesimpulan bahwa Raden Saleh, selama di Belanda atau di Dresden, terkena penyakit sifilis sehingga dia mandul,” tulis Werner Kraus.


Pada 1867, Raden Saleh menikah lagi dengan Raden Ayu Danoediredjo dari keluarga Keraton Yogyakarta.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
Tedy Jusuf Jenderal Tionghoa

Tedy Jusuf Jenderal Tionghoa

Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
Alex Kawilarang Menolak Disebut Pahlawan

Alex Kawilarang Menolak Disebut Pahlawan

Alex Kawilarang turut berjuang dalam Perang Kemerdekaan dan mendirikan pasukan khusus TNI AD. Mantan atasan Soeharto ini menolak disebut pahlawan karena gelar pahlawan disalahgunakan untuk kepentingan dan pencitraan.
Mengakui Tan Malaka Sebagai Bapak Republik Indonesia

Mengakui Tan Malaka Sebagai Bapak Republik Indonesia

Tan Malaka pertama kali menggagas konsep negara Indonesia dalam risalah Naar de Republik Indonesia. Sejarawan mengusulkan agar negara memformalkan gelar Bapak Republik Indonesia kepada Tan Malaka.
Misi Orde Baru Menggerus PNI dan NU

Misi Orde Baru Menggerus PNI dan NU

Setelah menumpas PKI, rezim Orde Baru kemudian menghabisi PNI dan NU. Dengan begitu Soeharto dapat berkuasa selama tiga dekade.
Dewi Sukarno Setelah G30S

Dewi Sukarno Setelah G30S

Dua pekan pasca-G30S, Dewi Sukarno sempat menjamu istri Jenderal Ahmad Yani. Istri Jepang Sukarno itu kagum pada keteguhan hati janda Pahlawan Revolusi itu.
bottom of page