top of page

Slamet Rijadi Masa Pendudukan Jepang

Slamet Rijadi melarikan diri setelah gagal melakukan pemberontakan. Muncul kembali ketika menyerbu markas polisi militer Jepang.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 2 Sep 2022
  • 2 menit membaca

Setelah lulus Hollandsch-Inlandsche School (HIS) Ardjoeno, Slamet Rijadi belajar di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) Broederan di belakang Gereja Purbayan Solo. Dia tidak tamat sekolah menengah pertama itu karena tentara Jepang keburu mengalahkan dan menduduki Hindia Belanda. Jepang membuka sekolah pelaut di beberapa kota, salah satunya di Cilacap.


Slamet Rijadi mendaftar ke Sekolah Pelayaran Tinggi (SPT) Cilacap. Dia diterima dan berkawan dengan Soejoto dan Wardiman yang belajar navigasi dek. Selain belajar tentang pelayaran, para siswa SPT dibekali pula dengan sedikit teknik militer.


Setelah lulus SPT, Slamet Rijadi akan menjadi bintara kapal angkut Angkatan Darat Jepang (Rikugun). Dia bersama para siswa SPT Cilacap, SPT Tegal, dan SPT Jakarta kemudian dilatih menggunakan senapan mesin Watermantel di Jakarta.


Mereka tinggal di asrama Kwini. Jika tidak sedang latihan, mereka berpesiar di kota Jakarta.  Di Jakarta, jaringan perkawanan para siswa bertambah. Di masa-masa itu timbul kebosanan di kalangan mereka. Sebab, menurut Julius Pour dalam Ign Slamet Riyadi dari Mengusir Kempetai sampai Menumpas RMS, keberangkatan mereka untuk penempatan di kapal-kapal militer kerap diundur-undur militer Jepang.



Di masa-masa itu, seperti diakui Wardiman, mereka mulai tidak menyukai militer fasis Jepang. Wardiman dan Slamet Rijadi pun terlibat dalam suatu komplotan antifasis Jepang. Wardiman menjadi saksi kepemimpinan Slamet Rijadi.


“Beberapa kawan yang dipimpin oleh Slamet Rijadi mengunjungi Wongsonegoro yang pada waktu itu menjabat sebagai koordinator daidancho (komandan batalion PETA). Dari beliaulah kita telah ikut mempersiapkan pemberontakan terhadap penjajah Jepang,” kata Wardiman dalam Bunga Rampai Perjuangan dan Pengorbanan Jilid IV. PETA (Pembela Tanah Air) adalah tentara sukarela bentukan Jepang.


Komplotan Slamet Rijadi juga sempat menghubungi komandan batalion PETA Jakata, daidancho Mr. Kasman Singodimedjo. Mulanya ahli hukum yang dikenal sebagai pemimpin kelompok Islam itu memberi isyarat positif kepada para bekas siswa SPT yang hendak melawan Jepang.


“Tetapi, entah karena apa tiba-tiba dibatalkan,” kata Soejoto seperti dicatat Julius Pour. Pemberontakan yang hendak dilakukan Slamet Rijadi, Wardiman, dan Sanjoto pun tak pernah terjadi. Mereka kemudian melarikan diri dari sekolah. Selama berhari-hari mereka berkelana di sekitar Keresidenan Banyumas sebelum akhirnya masing-masing memutuskan pulang kampung.



Pemberontakan yang ditunggu-tunggu, seperti yang dilakukan Suprijadi dkk. di Blitar, tak pernah terjadi. Slamet Rijadi dan kawan-kawan merasa dalam bahaya sehingga memilih membubarkan diri dan berpencar ke beberapa daerah.


Wardiman bersama seorang kawan bernama Ambyah sempat melarikan diri ke Majenang, dimana mereka ditangkap. Mereka diperiksa oleh Kempeitai (polisi militer Jepang) Purwokerto. Wardiman lolos dari maut karena ada kawannya yang menjadi pembantu Kempeitai.


Slamet Rijadi sendiri pulang ke Solo. Dia tidak menampakan diri sepanjang Jepang masih kuat. Sampai ketika orang-orang Solo menyerbu markas Kempeitai, barulah Slamet Rijadi muncul.

“Serbuan dimulai setelah Slamet Rijadi berhasil masuk ke dalam markas dengan meloncati tembok serta membongkar genteng,” catat Julius Pour.


Anggota Kempeitai terkejut oleh serbuan yang terjadi pada 13 Oktober 1945 itu. SetelahnyaSlamet Rijadi menjadi populer.Dia memimpin pasukan TKR (Tentara Keamanan Rakyat) dengan pangkat Mayor di usia 18 tahun.


Slamet Rijadi gugur di Ambon pada 4 November 1950 dalam penumpasan RMS (Republik Maluku Selatan). Dia ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 2007. Sementara itu, Wardiman masuk Angkatan Laut dan terakhir menjadi Laksamana TNI AL.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje traveled to Jeddah and Mecca to observe and gather information about Muslims in the Dutch East Indies.
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
transparant.png
bottom of page