top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Sukarno and His Sampaguita

Sukarno's love story with a Filipina actress became the talk of the town, even inspiring a novel by an illustrious Filipino writer.

Oleh :
Historia
26 Nov 2023

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Amelia de la Rama, Filipina actress who was also Sukarno’s lover.

  • 27 Nov 2023
  • 9 menit membaca

UPON arrival at the airfield, Philippine President Diosdado Macapagal welcomed him and took him to the mansion of José P. Laurel, former president of the Philippines (1943-1945), where he, President Sukarno, would stay. In the mansion, Laurel lived with his wife, children, and grandchildren. To celebrate Sukarno's visit, they brought in the Bayanihan Cultural Ensemble, a choral group, who welcomed Sukarno with the Indonesian lenso dance. Two girls from the ensemble approached Sukarno and asked him to join the dance.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Dampak Krisis Minyak Dunia terhadap Indonesia

Dampak Krisis Minyak Dunia terhadap Indonesia

Berbagai krisis minyak dunia kadang membawa keuntungan, namun sering juga menimbulkan tekanan ekonomi bagi Indonesia.
Bleduran, Permainan Tradisional Betawi di Bulan Ramadan

Bleduran, Permainan Tradisional Betawi di Bulan Ramadan

Awal mula munculnya bleduran terkait pesta rakyat, tetapi ada yang menyebut permainan ini terinspirasi dari meriam di benteng pertahanan Belanda.
Purnawarman Raja Tarumanagara yang Perkasa

Purnawarman Raja Tarumanagara yang Perkasa

Menilik silsilah dan penggambaran sosok Purnawarman dalam prasasti-prasasti Tarumanagara. Diidentifikasi dengan Dewa Wisnu dan jadi panji segala raja.
Kisah Begundal Revolusi Sosial di Langkat

Kisah Begundal Revolusi Sosial di Langkat

Dua pemimpin revolusi sosial melecehkan keluarga Kesultanan Langkat. Dianggap mencemarkan tujuan revolusi, kedua begundal itu dieksekusi mati.
Coolen and Christianity in Java

Coolen and Christianity in Java

Coolen spread Christianity in Java using wayang, a traditional Javanese puppet theatre. He acculturated Christian teachings with Javanese culture, creating a stark difference with Dutch Christianity.
bottom of page