top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Sukarno and His Sampaguita

Sukarno's love story with a Filipina actress became the talk of the town, even inspiring a novel by an illustrious Filipino writer.

Oleh :
Historia
26 Nov 2023

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Amelia de la Rama, Filipina actress who was also Sukarno’s lover.

UPON arrival at the airfield, Philippine President Diosdado Macapagal welcomed him and took him to the mansion of José P. Laurel, former president of the Philippines (1943-1945), where he, President Sukarno, would stay. In the mansion, Laurel lived with his wife, children, and grandchildren. To celebrate Sukarno's visit, they brought in the Bayanihan Cultural Ensemble, a choral group, who welcomed Sukarno with the Indonesian lenso dance. Two girls from the ensemble approached Sukarno and asked him to join the dance.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Lelucon Jojon Tepi Jurang

Lelucon Jojon Tepi Jurang

Selain untuk menghibur, komedi bisa menjadi kritik sosial. Namun, komedi bisa menimbulkan masalah bagi komedian, seperti yang terjadi pada Jojon.
Bintang Telenovela Venezuela di Layar Kaca Indonesia

Bintang Telenovela Venezuela di Layar Kaca Indonesia

Artis Venezuela pernah begitu terkenal di Indonesia ketika tayangan telenovela Amerika Latin melanda tanah air.
Berhulu di Parakan, Bermuara di Kudus

Berhulu di Parakan, Bermuara di Kudus

Lembaran arsip menyingkap sepakterjang keluarga Siek di Parakan, yang menguasai pasokan dan perdagangan tembakau di Jawa.
Menghidupkan Kembali Spirit Patrice Lumumba

Menghidupkan Kembali Spirit Patrice Lumumba

Suporter Kongo viral menirukan sosok Patrice Lumumba. Sukarno mengabadikan pahlawan kemerdekaan Kongo itu jadi nama jalan sebagai bentuk solidaritas pasca pembunuhannya.
Pedagang dan Pejuang dari Tanah Rencong (Bagian I)

Pedagang dan Pejuang dari Tanah Rencong (Bagian I)

Teuku Abdul Hamid Azwar berasal dari keluarga bangsawan Aceh. Mengagumi Sukarno membuatnya dikeluarkan dari sekolah Belanda. Ia kemudian mengulik strategi militer Jepang.
bottom of page