top of page

Sukarno and His Sampaguita

Sukarno's love story with a Filipina actress became the talk of the town, even inspiring a novel by an illustrious Filipino writer.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Amelia de la Rama, Filipina actress who was also Sukarno’s lover.

27 Nov 2023
9 menit membaca

UPON arrival at the airfield, Philippine President Diosdado Macapagal welcomed him and took him to the mansion of José P. Laurel, former president of the Philippines (1943-1945), where he, President Sukarno, would stay. In the mansion, Laurel lived with his wife, children, and grandchildren. To celebrate Sukarno's visit, they brought in the Bayanihan Cultural Ensemble, a choral group, who welcomed Sukarno with the Indonesian lenso dance. Two girls from the ensemble approached Sukarno and asked him to join the dance.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page