- 14 Mar 2021
- 3 menit membaca
Diperbarui: 11 Apr
SUATU hari di tengah Pertempuran Surabaya semasa Perang Kemerdekaan. Sulistina, istri Bung Tomo, diperintahkan atasannya di palang merah agar ke Rumahsakit Simpang. Dia pun bergegas dengan menumpang truk yang mengangkut pemuda-pejuang. Sulistina duduk tepat di samping sopir.
Dalam perjalanan, tiba-tiba tengkuknya merasa dingin karena tersentuh benda yang tak diketahuinya. Setelah dia menoleh ke belakang, ternyata benda itu adalah laras sebuah pistol. Sulistina kaget.
“Aku tak tahu siapa yang sembrono menggenggam pistol, tetapi larasnya mengenai kudukku. Aku berteriak. ‘Eee...Bung!’ pistolnya jangan diarahkan kepadaku! Tapi pada musuh!’’ kata Sulistina dalam memoarnya, Bung Tomo Suamiku.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















