top of page

Sumbangsih Indonesia untuk Asia-Afrika

Hasrat membantu perjuangan kemerdekaan Asia-Afrika dari rakyat Indonesia diwujudkan dalam OISRAA.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Konferensi Afro-Asian Peoples Solidarity Organization (AAPSO) di Kairo, Mesir. Foto: www.aapsorg.org.

17 Mar 2015
2 menit membaca

PERINGATAN 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) akan berlangsung 22-24 April 2015 di Bandung, Jawa Barat. Selain melahirkan Dasa Sila Bandung, KAA menumbuhkan semangat solidaritas di antara negara-negara Asia dan Afrika.


Sebagai tindak lanjut dari KAA, pada Desember 1957, Mesir menjadi tuan rumah Konferensi Setiakawan Rakyat Asia-Afrika, yang dihelat di Universitas Kairo. Dari konferensi ini terbentuklah Afro-Asian’s Peoples Solidarity Organization (AAPSO). Negara-negara peserta akan mendirikan organisasi setiakawan di wilayahnya lalu mengirimkan wakilnya ke Kairo.


Di Indonesia, Komite Perdamaian Indonesia (KPI), badan nonpemerintah yang mendukung gerakan internasional pelarangan senjata atom, membentuk Organisasi Indonesia untuk Setiakawan Asia-Afrika (OISRAA) pada 1960. Para pendiri OISRAA adalah Anwar Tjokroaminoto (Partai Syarikat Islam Indonesia), KH Sirajuddin Abbas (Perti), Njoto (PKI), Mansur (PNI), dan Sunito (DPR GR).


Rapat pleno menunjuk Utami Suryadarma, rektor Universitas Res Publica, sebagai ketua umum dan Ibrahim Isa sebagai sekretaris jenderal. OISRAA berbagi kantor dengan KPI di Jalan Raden Saleh No. 52, Jakarta. Isa ditunjuk sebagai wakil OISRAA di AAPSO.


OISRAA aktif mengkampanyekan dan menggalang dukungan demi pembebasan Irian Barat. Antara lain melobi pemerintah Mesir untuk menutup Terusan Suez dari kapal-kapal perang Belanda yang bertujuan ke Irian.


OISRAA juga membantu perjuangan kemerdekaan negara-negara Asia dan Afrika. “OISRAA mendukung perjuangan Aljazair melawan Prancis, Vietnam Selatan melawan Amerika Serikat, dan menentang apartheid di Afrika Selatan,” ujar Vannessa Hearman, pengajar Indonesian Studies di University of Sydney, kepada Historia.


Berkat lobi OISRAA, Departemen Luar Negeri RI memberi lampu hijau agar Front Pembebasan Nasional (FLN) Aljazair, Kongres Nasional Afrika, dan Front Nasional Pembebasan Vietnam Selatan membuka kantor perwakilan di Jakarta. FLN Aljazair, misalnya, punya kantor perwakilan di Jalan Serang, yang dikepalai Lakhdar Brahimi (kini diplomat senior PBB). Melalui Brahimi, bantuan Indonesia mengalir ke unit-unit perjuangan Aljazair.


Menurut Ibrahim Isa, keberhasilan OISRAA tak bisa lepas dari peran Presiden Sukarno. Sukarno mengutus Dubes Keliling RI Supeni Pudjobuntoro untuk menemui Pangeran Kamboja Norodom Sihanouk. Tujuannya, Sihanouk bersedia meminta Presiden Prancis Charles De Gaulle agar melarang kaum kanan Prancis menjadikan Aljazair sebagai negara apartheid.


“Mula-mula Sihanouk ragu, tapi kemudian meneruskan pesan tersebut kepada De Gaulle,” ujar Isa. Aljazair akhirnya merdeka pada Juli 1962.


Terkait Afrika Selatan, lobi OISRAA ikut menentukan tindakan yang diambil pemerintah Indonesia. “Pada 19 Agustus 1963 Indonesia menutup hubungan diplomatik dan perdagangannya dengan Afrika Selatan serta menutup pelabuhan-pelabuhannya dari kapal-kapal Afrika Selatan,” tulis J.A. Kalley dan E. Schoeman dalam Southern African Political History. 


OISRAA juga berhasil meyakinkan negara-negara Asia, Timur Tengah, dan Afrika untuk mengirimkan perwakilan ke Konferensi Internasional Anti Pangkalan Militer Asing (KIAPMA) di Jakarta pada 17 Oktober 1965.


Selanjutnya, selain menjadi salah satu panitia, OISRAA mengkampanyekan Konferensi Trikontinental (Asia, Afrika, Amerika Latin) di Havana, Kuba, pada 3-12 Januari 1966. Namun justru di Kuba-lah OISRAA mengalami titik balik, yang tak lepas dari dampak perubahan politik di Indonesia.


Kendati OSIRAA mendapat kepercayaan dari Presiden Kuba Fidel Castro dan dianggap sebagai perwakilan Indonesia yang sah oleh negara-negara peserta konferensi, Indonesia mengirim delegasi lain yang diketuai Brigjen Latief Hendraningrat.


Keterusterangan wakil OISRAA mengenai dualisme kepemimpinan di Indonesia membuat Jenderal Soeharto berang. Para anggota OISRAA harus kehilangan paspor dan tak bisa pulang ke Indonesia. Isa harus hidup di pengasingan. Di dalam negeri, para pegiatnya ditangkap, dibunuh, atau hilang seperti Njoto, salah satu ketua OISRAA.


Melemahnya Sukarno ikut meredupkan OISRAA.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Cerita lama tentang feodalisme, priayi intelek dan misteri raibnya sebuah patung.
Cerita lama tentang feodalisme, priayi intelek dan misteri raibnya sebuah patung.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Gara-gara wasit telat datang, Italia gagal melakoni laga kualifikasi. Di laga persahabatan malah berakhir kacau. Italia gagal lolos Piala Dunia 1958 di Swedia.
Gara-gara wasit telat datang, Italia gagal melakoni laga kualifikasi. Di laga persahabatan malah berakhir kacau. Italia gagal lolos Piala Dunia 1958 di Swedia.
Idris Sardi tak hanya lihai menggesek biola. Dia juga tukang cerita.
Idris Sardi tak hanya lihai menggesek biola. Dia juga tukang cerita.
Presiden pertama Palau tewas dibunuh saat berupaya mewujudkan kedaulatan penuh negerinya sekaligus mengatasi konflik di luar dan dalam negerinya.
Presiden pertama Palau tewas dibunuh saat berupaya mewujudkan kedaulatan penuh negerinya sekaligus mengatasi konflik di luar dan dalam negerinya.
transparant.png
bottom of page