- 8 Apr 2023
- 6 menit membaca
Diperbarui: 8 Jul
BAIT puisi di atas berjudul “Matinya Seorang Petani” karya penyair Agam Wispi, yang menyaksikan tanah garapan petani miskin di Deli Serdang, Sumatra Utara digusur dengan traktor dan bedil pada Maret 1953.
Deli Planters Vereniging, asosiasi pengusaha tembakau, ingin menguasainya kembali sesuai kesepakatan Konferensi Meja Bundar (KMB). Salah satu syarat pengakuan kedaulatan Indonesia antara lain aset milik Belanda harus dikembalikan dan dijamin. Para petani penggarap protes dan melakukan perlawanan. Korban 21 orang tertembak, enam di antaranya tewas dalam insiden yang dikenal sebagai Peristiwa Tanjung Morawa.
Peristiwa itu mendapat sorotan dari media maupun parlemen. Partai Komunis Indonesia (PKI) mencemooh Menteri Dalam Negeri Mohamad Roem dengan sebutan “Mohamad Roem Traktor Maut”. Sidik Kertapati dari Sarekat Tani Indonesia (Sakti) mengajukan mosi tidak percaya yang mendapat dukungan dari Partai Nasional Indonesia (PNI). Perdana Menteri Wilopo akhirnya menyerahkan mandatnya kepada Presiden Sukarno.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















