top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Tanjung Barulak Bergejolak Menolak Pajak

Ulah Mario Dandy Satrio picu seruan tolak membayar pajak di masyarakat. Seruan serupa pernah memicu pertumpahan darah di Tanjung Barulak, Sumatra Barat.

10 Feb 2023

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Prasasti di pojok atas tangga Masjid Raya Syuhada yang memuat 19 nama penduduk yang menjadi korban jiwa dalam Perang Basosoh. (Yose Hendra/Historia.ID).

PENGANIAYAAN yang dilakukan Mario Dandy Satrio terhadap Cristalino David Ozora berbuntut panjang. Mario yang kini mendekam dalam penjara, justru menitikkan getah kepada korps perpajakan. Mario adalah putra dari Rafael Alun Trisambodo, mantan kepala bagian umum Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak. Kehidupan hedon yang dipertontonkan Mario di media sosial memantul pada isi rekening sang ayah yang dinilai tak wajar. Alhasil, Rafael menjadi sasaran penyelidikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Tuan Rondahaim melawan Belanda di Simalungun hingga akhir hayatnya. Dia tidak pernah menyerah. Penyakit rajalah yang menghentikan perlawanannya.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page