- 5 Jun 2014
- 2 menit membaca
Diperbarui: 6 Mei 2025
REINER Sprenger, kontributor Historia.ID di Jerman mengajak saya berkeliling kota Buxtehude. Kota kecil ini adalah kota di mana Reiner melewati masa kecilnya. Dia hapal betul semua jalan dan gang kecil di Buxtehude. Saking kecilnya, seorang kawan lain bisa mengendus keberadaan kami berdua dari aroma kretek yang terpapar dari sebuah cafe di mana kami duduk.
Di kota itu, sebelum perang dunia kedua, sebagaimana juga di kota-kota lain di Jerman, warga terbelah. Sebagian mendukung Nazi, sebagian tentu saja anti. Salah satu yang tersisa dari zaman itu adalah sebuah pusat perbelanjaan Stackmann. Sassusnya pendiri Stackmann seorang simpatisan Nazi.
Dukungan Stackmann kepada Nazi membuatnya lebih leluasa menjalankan bisnis ketimbang mereka yang berseberangan. “Keterangan itu datang dari lawan bisnisnya Stackmann, sampai di mana kebenarannya belum bisa diverifikasi,” kata Reiner.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















