top of page

Teror DI/TII Mengintimidasi Sampai Terbawa Mimpi

Selain memusuhi TNI, gerombolan DI/TII tak segan menghabisi penduduk. Terornya terbawa mimpi seorang warga.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Bapak dan anak yang menjadi korban keganasan gerombolan Darul Islam Kartosuwiryo di Manonjaya, Tasikmalaya. Sumber: Repro dari Kementerian Penerangan dalam "Republik Indonesia: Jawa Barat".

8 Agu 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 4 Mei

SEJAK dideklarasikan Kartosuwiryo pada 7 Agustus 1949, Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) menebar teror ke mana-mana. Dari Tasikmalaya, gerombolan DI bergerak ke beberapa daerah di Jawa Barat. Mereka acapkali mengacau keamanan dengan kekerasan. Mulai dari menyerang basis TNI hingga menghabisi rakyat sipil yang kedapatan memihak TNI atau terindikasi pro-pemerintah. Selain mendirikan Negara Islam Indonesia (NII), tujuan mereka jelas hendak memisahkan diri dari Republik Indonesia.


“Darul Islam yang biasa orang ucapkan atau baca di surat-surat kabar, dengan macam-macam terornya, ialah Darul Islam yang memproklamirkan Negara Islam Indonesia komplit dengan organisasi ketentaraannya yang disebut Tentara Islam Indonesia. Mereka adalah terang-terangan melanggar gezag (kewibawaan) Republik Indonesia. Menantangnya. Dan melanggar kedaulatan rakyat Indonesia. Darul Islam ini adalah Darul Islam Kartosuwiryo cs. yang dahulunya adalah salah seorang pemimpin PSII (Partai Sarekat Islam Indonesia),” catat Kementerian Penerangan dalam Republik Indonesia: Propinsi Jawa Barat (1953).


Keberadaan DI/TII, seturut Kementerian Penerangan, meresahkan kehidupan masyarakat Jawa Barat. Mereka yang tinggal berdekatan dengan kantong-kantong pasukan TII hidup di bawah tekanan teror. Gerombolan DI/TII tak segan merampok, membunuh, hingga membakar kampung dan desa-desa. Akibatnya, sebagian rakyat menjadi miskin, kehilangan mata pencaharian dan terlantar.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Pengalaman dan usianya membuat Gatot Soebroto acap jadi tempat mengadu para perwira. Namanya tetap abadi di banyak tempat, mulai jalan-jalan protokol hingga RSPAD.
bg-gray.jpg
Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
bg-gray.jpg
Panglima tempur yang memadamkan gejolak di berbagai daerah. Menggagas banyak hal penting setelah aktif lagi di Angkatan Darat.
bg-gray.jpg
Sebagai gubernur militer, Gatot Soebroto berperan dalam penumpasan pemberontakan PKI di Madiun. Dia disebut turut bertanggung jawab atas eksekusi mati Amir Sjarifoeddin cs.
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Rumah komunal di Sulawesi hanya bertahan dalam ingatan.
Rumah komunal di Sulawesi hanya bertahan dalam ingatan.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Raksasa pemakan tumbuhan yang lembut ini juga karnivora dan oportunis?
Raksasa pemakan tumbuhan yang lembut ini juga karnivora dan oportunis?
transparant.png
bottom of page