top of page

The Birth of Indonesia's Own Currency

Regardless of the challenging situation, Indonesia issued its own currency, which had to face competition with Japanese and NICA money.

loading_historia_white.gif
transparant.png

100 Rupiah from the Second Series of ORI, 1947. (Micha Rainer Pali/Historia.ID).

6 Nov 2023
6 menit membaca

IN a meeting with Vice President Mohammad Hatta in September 1945, Sjafruddin Prawiranegara, a member of the Working Committee of the Central Indonesian National Committee or KNIP, proposed that the government of the Republic of Indonesia issue its own currency to replace the Japanese one. Indonesia’s own currency was important not only as legal tender but also as a symbol of an independent and sovereign state. At first, Bung Hatta was hesitant, but after a long discussion, he finally agreed. The realization, however, took quite some time due to the lack of funds and experts.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page