top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

The Birth of Indonesia's Own Currency

Regardless of the challenging situation, Indonesia issued its own currency, which had to face competition with Japanese and NICA money.

5 Nov 2023

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

100 Rupiah from the Second Series of ORI, 1947. (Micha Rainer Pali/Historia.ID).

  • 6 Nov 2023
  • 6 menit membaca

IN a meeting with Vice President Mohammad Hatta in September 1945, Sjafruddin Prawiranegara, a member of the Working Committee of the Central Indonesian National Committee or KNIP, proposed that the government of the Republic of Indonesia issue its own currency to replace the Japanese one. Indonesia’s own currency was important not only as legal tender but also as a symbol of an independent and sovereign state. At first, Bung Hatta was hesitant, but after a long discussion, he finally agreed. The realization, however, took quite some time due to the lack of funds and experts.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Murka karena utusannya dibantai dengan bengis, Sultan Mehmed II membalas dengan kekuatan penuh. Walau berhasil kabur, nasib Vlad Dracula berakhir tragis.
bottom of page