Diperbarui: 23 Jul
DARI Ambon laki-laki berusia 68 tahun itu harus naik kapal. Setelah berhari-hari perjalanan, kapalnya akhirnya tiba di Surabaya pada pagi 25 April 1940. De Indische Courant, 25 April 1940, memberitakan, kedatangannya itu. Laki-laki tua itu bukan orang sembarangan meski dia bukan bekas pejabat ataupun orang Belanda.
Dia satu dari Drie Musketier (Three Musketeer) dari tentara kolonial Koninklijk Nederlandsch Indische Leger (KNIL) lantaran dia satu dari tiga serdadu KNIL non-Belanda yang pernah mendapatkan bintang ksatria Ridder Militaire Willemsorde (MWO) kelas tiga. Laki-laki itu adalah Thomas Nussy, anggota KNIL dengan nomor stamboek 40434. Thomas Nussy yang pensiun dari KNIL sebagai sersan, berkarir sejak era 1890-an ketika Perang Aceh masih berkecamuk.
“Nussy dilahirkan dalam tahoen 1872 di Amahusu, dan masuk militer dalam tahun 1892. Anak muda itu bukanlah orang yang baik kelakuannya. Rupanya ia tidak bersenang hati hidup dalam tangsi. Atjap kali benar ia melanggar berbagai-bagai aturan yang telah ditetapkan. Dia amat suka hidup bebas dan banyak bekerja,” catat pensiunan Letnan Kolonel KNIL L.F. van Gent dalam Nederland-Ambon.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















