top of page

Tiga Pemuda Menyusup ke Rombongan Sukarno

Mengaku sebagai wartawan, tiga pemuda menyusup ke dalam rombongan Presiden Sukarno. Baru sadar ada yang tidak beres setelah ajudan presiden tidak kebagian kursi di pesawat.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Presiden Sukarno melakukan kunjungan ke Palembang pada 3-4 November 1960. (ANRI).

22 Agu 2023
2 menit membaca

Diperbarui: 6 Jun

PRESIDEN Sukarno mengadakan kunjungan ke Sumatra Selatan padaApril 1956. Ia menyapa rakyat di Palembang, Lahat, Tebing Tinggi, dan Talang Betutu. Nahas, dalam kunjungan initerjadi kecelakaan perahu di sungai Musi yang ditumpangi para penyambut rombongan Sukarno.


Selain itu, ada kejadian penyusupan oleh tiga orang pemuda: dua orang guru sekolah rakyat dan seorang anggota kepanduan di Lahat. Mereka menyusup ke dalam rombongan Sukarno ketika kereta api istimewa berhenti di Lahat dalam perjalanan menuju Tebing Tinggi.


Dalam perjalanan mereka mengaku wartawan yang turut dalam rombongan Sukarno. Sehingga mereka mendapat pelayanan seperti anggota rombongan lainnya dalam penginapan dan makanan. Begitu pula pelayanan dalam perjalanan kembali ke Palembang.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page