top of page

Tiga Pemuda Menyusup ke Rombongan Sukarno

Mengaku sebagai wartawan, tiga pemuda menyusup ke dalam rombongan Presiden Sukarno. Baru sadar ada yang tidak beres setelah ajudan presiden tidak kebagian kursi di pesawat.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 22 Agu 2023
  • 2 menit membaca

PRESIDEN Sukarno mengadakan kunjungan ke Sumatra Selatan padaApril 1956. Ia menyapa rakyat di Palembang, Lahat, Tebing Tinggi, dan Talang Betutu. Nahas, dalam kunjungan initerjadi kecelakaan perahu di sungai Musi yang ditumpangi para penyambut rombongan Sukarno.


Selain itu,ada kejadian penyusupan oleh tiga orang pemuda: dua orang guru sekolah rakyat dan seorang anggota kepanduan di Lahat. Mereka menyusup ke dalam rombongan Sukarno ketika kereta api istimewa berhenti di Lahat dalam perjalanan menuju Tebing Tinggi.


Dalam perjalanan mereka mengaku wartawan yang turut dalam rombongan Sukarno.Sehingga mereka mendapat pelayanan seperti anggota rombongan lainnya dalam penginapan dan makanan. Begitu pula pelayanan dalam perjalanan kembali ke Palembang.


Kecurigaan pada mereka muncul di atas kapal dalam perjalanan antara Kertapati dengan Palembang. Meskipun begitu anggota keamanan presiden masih belum mengambil tindakan, mereka hanya mengawasi.



Begitu sampai ke Talang Betutu, ketiga orang itu masih menjalankan perannya sebagai wartawan dan mendapat kendaraan mobil. Ketika anggota rombongan naik ke pesawat terbang yang sudah disediakan, mereka pun tanpa ragu-ragu membawa kopernya masing-masing naik ke pesawat dan mengambil tempat duduk.


“Tatkalah semua anggota rombongan dan Presiden Sukarno telah naik ke kapal udara ternyata ada anggota rombongan tidak mendapat tempat antara lain ajudan presiden sendiri, Letnan Kolonel Sugandi,” tulis Kedaulatan Rakjat, 16 April 1956. “Dengan kenyataan ini, maka dianggap ada sesuatu yang tidak beres, sehingga dilakukan pemeriksaan. Ternyata ada tiga orang penumpang liar yang menyelundup.”


Aparat keamanan setempat segera mengambil tindakan. Ketiga orang itu digiring ke Palembang untuk diperiksa dalam tahanan CPM (Corps Polisi Militer). “Dari pemeriksaan pertama, ternyata belum dapat diambil kesimpulan bulat tentang niat mereka menyelundup sebagai penumpang gelap dalam rombongan presiden itu,” tulis Kedaulatan Rakjat.



Kejadian penyusupan kembali terjadi tujuh tahun kemudian. Ketika itu Presiden Sukarno berkunjung ke Filipina untuk menghadiri Konferensi Maphilindo (Malaysia, Philipina, Indonesia) pada 30 Juli–5 Agustus 1963. Konferensi tersebut membahas penyelesaian pembentukan Federasi Malaysia yang bakal membuat Filipina kehilangan sebagian wilayahnya di Sabah.


Setelah selesai menghadiri konferensi, Presiden Sukarno kembali ke Jakarta. Namun, pihak bandara Manila mengabarkan kepada pengawal presiden, Resimen Tjakrabirawa, bahwa ada seorang lelaki tak dikenal memasuki pesawat kepresidenan.


Maulwi Saelan, wakil komandan Tjakrabirawa, segera memeriksa pesawat, namun lelaki itu telah pergi. Petugas bandara Manila kemudian berhasil menangkapnya. Ternyata lelaki penyusup itu menderita gangguan jiwa.*


Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje traveled to Jeddah and Mecca to observe and gather information about Muslims in the Dutch East Indies.
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
Sejak masa kolonial, tembakau dan produk turunannya dikenai cukai. Dianggap menguntungkan dan bertahan kala krisis global.
Sejak masa kolonial, tembakau dan produk turunannya dikenai cukai. Dianggap menguntungkan dan bertahan kala krisis global.
Penyanyi nyentrik asal Sukabumi sohor di era 1990-an. Sedari remaja, penikmat musik “Ngak Ngik Ngok” ini sudah bermusik.
Penyanyi nyentrik asal Sukabumi sohor di era 1990-an. Sedari remaja, penikmat musik “Ngak Ngik Ngok” ini sudah bermusik.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
transparant.png
bottom of page