- 20 Des 2022
- 2 menit membaca
Diperbarui: 15 Nov 2025
SEBELUM revolusi kemerdekaan Indonesia meletus pada 1945–1949, Soebandi adalah sopir mobil ambulans di sebuah rumah sakit di Surabaya. Perang tentu membuatnya bertambah sibuk. Soebandi bersama istrinya, Mardheyah, dan anak-anaknya tinggal di kampung Genteng, Bandar Lor, Surabaya.
“Waktu itu saya baru berumur hampir 10 tahun duduk di bangku Sekolah Rakjat kelas IV Taman Siswa, Jalan Kedungdoro di kota Surabaya,” kata salah satu anak Soebandi yang lahir pada 15 November 1935 dalam Bunga Rampai Perjuangan & Pengorbanan.
Anak Soebandi yang satu ini melihat bagaimana pesawat melintasi Surabaya dan menyampahi Surabaya dengan pamflet-pamflet yang isinya tidak dipahami olehnya karena berbahasa Inggris.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












