top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Untuk Golkar dari Eddy Sud

Eddy Sud koordinator Artis Safari Golkar. Setelah belasan tahun ikut Golkar, dia jadi anggota DPR mewakili Golkar.

16 Jun 2023

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Eddy Sud dan Benyamin S dalam acara Golkar. (Majalah Komunikasi No. 53 Tahun VII Juni 1986).

  • 16 Jun 2023
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 17 Mei 2025

NAMANYA sohor di dunia perfilman era 1970-an sebagai Eddy Sud. Padahal nama aslinya Eddy Sudihardjo. Dia pernah muncul bersama Ateng, Iskak, hingga Bing Slamet dan kerap tampil sebagai orang tua yang berwibawa dalam film-filmnya.


Kariernya di dunia hiburan sebenarnya dimulai jauh sebelum 1970-an. Sebelum dikenal lewat Kwartet Jaya (bersama Ateng, Iskak, dan Bing Slamet), Eddy pernah tergabung dalam grup lawak SAE (bersama Bing Slamet dan Atmonadi). Lelaki kelahiran Klaten, 20 Agustus 1937 ini adalah lulusan SMA De Britto, Yogyakarta dan pernah kuliah ekonomi sebentar di Universitas Gadjah Mada.


Sejak muda, ia bermain film. Buku Apa-Siapa Orang Film Indonesia, 1926-1978 menyebut, film pertama Eddy adalah Berabe (1960). Setahun berselang, ia main dalam Marina dan Kuntilanak. Namun film-film itu tak serta-merta membuatnya terkenal.


Sambil main film, ia aktif dalam kegiatan sosial. Buku Pemilihan Umum 1987 Vol. 17 menyebut Eddy aktif dalam kegiatan sosial bersama Badan Kerjasama (BKS) Seniman-Militer di bawah naungan Kodam V Jaya sekitar 1960-1961.  


Di sekitar Peristiwa G30S, Eddy aktif di BKS Kostrad, Jakarta. Maka ketika Kostrad terlibat dalam penumpasan G30S di berbagai daerah di Jawa, Eddy Sud dimasukkan ke dalam rombongan seniman hiburan yang dibawa serta untuk menurunkan tensi masyarakat.


Ketika untuk kedua kalinya Indonesia mengadakan pemilihan umum (pemilu), yakni tahun 1971, Eddy Sud bergabung dalam sebuah kelompok artis bernama Artis Safari. Kelompok tersebut ikut serta meramaikan kampanye Golongan Karya (Golkar), kontestan pemilu yang sadar pentingnya hiburan.


“Disadari pula adanya kehausan hiburan bagi masyarakat lapisan bawah. Untuk itu dibentuk tim Safari Artis Golkar yang dikirim ke semua daerah pemilihan menyertai para juru kampanye. Dengan demikian pesta demokrasi menjadi lebih semarak,” catat buku Kenang-kenangan Sekber Golkar-Kino-Golkar dari Mukernas ke Munas V Golkar.


Ketua Departemen Seni Golkar adalah Bucuk Suharto. Dia dekat dengan Eddy Sud. Relasi itu membuat Eddy Sud menjadi sangat penting dalam jajaran Artis Safari, dan dikenal sebagai koordinator artis di dalamnya. Dari 1972 hingga 1975, Eddy Sud dipercaya menjadi direktur Safari Sinar Sakti Film.


“Penyelenggara kampanye Golkar di tahun 1971 merekrut total 324 artis untuk Tim Kesenian Safari Golkar 1971, yang terdiri dari penyanyi, pelawak, penyanyi dan band,” catat Beng Huat Chua dalam Elections as Popular Culture in Asia.


Dana untuk artis safari itu cukup besar. Berita Buana edisi 17 Mei 1982 menyebut besaran honor seniman perorangan adalah Rp70.000 dan untuk sebuah kelompok band mendapat Rp200.000. Itu adalah honor perhari, baik main maupun tidak.


Dalam kampanye Golkar tahun 1982, terdapat penyanyi senior Ade Manuhutu, penyanyi remaja Rafika Duri, Lidya Kandau (yang mulai populer pada transisi dekade 1970-an ke 1980-an), Reynold Panggabean sang mantan anggota band The Mercy’s sekaligus mantan suami Camelia Malik (penyanyi di grup dangdut Tarantula dan bintang film), dan penyanyi senior Titiek Puspa.


Berita Buana juga memberitakan Eddy Sud menyatakan bahwa tidak ada paksaan dari para artis itu untuk bergabung dengan Golkar atau tidak. Dalam kampanye 1982 itu, Eddy Sud adalah koordinator dan Bucuk Suharto menjadi ketua Safari. Eddy kemudian terus bersama Golkar. Pada 1987, Eddy Sud terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat di daerah pemilihan Jawa Barat.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian

Advertisement

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
bottom of page