top of page

Hasil pencarian

9739 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Nasionalisme Peci Sukarno

    PEMUDA itu masih berusia 20 tahun. Dia tegang. Perutnya mulas. Di belakang tukang sate, dia mengamati kawan-kawannya, yang menurutnya banyak lagak, tak mau pakai tutup kepala karena ingin seperti orang Barat. Dia harus menampakkan diri dalam rapat Jong Java di Surabaya, Juni 1921. Tapi dia masih ragu. Dia berdebat dengan dirinya sendiri. “Apakah engkau seorang pengekor atau pemimpin?” “Aku seorang pemimpin.” “Kalau begitu, buktikanlah,” batinnya lagi. “Majulah. Pakai pecimu. Tarik nafas yang dalam! Dan masuklah ke ruang rapat... Sekarang!” Setiap orang ternganga melihatnya tanpa bicara. Mereka, kaum intelegensia, membenci pemakaian blangkon, sarung, dan peci karena dianggap cara berpakaian kaum lebih rendah. Dia pun memecah kesunyian dengan berbicara: ”…Kita memerlukan sebuah simbol dari kepribadian Indonesia. Peci yang memiliki sifat khas ini, mirip yang dipakai oleh para buruh bangsa Melayu, adalah asli milik rakyat kita. Menurutku, marilah kita tegakkan kepala kita dengan memakai peci ini sebagai lambang Indonesia Merdeka.”

  • Propaganda Wortel Inggris Melawan Jerman dalam Perang Dunia II

    SUDAH menjadi pengetahuan umum bahwa mengonsumsi wortel baik untuk kesehatan mata. Berangkat dari manfaat sayuran berwarna oranye yang mengandung Vitamin A itu, tersebar rumor di masyarakat Inggris pada masa Perang Dunia II bahwa wortel juga dapat meningkatkan kemampuan melihat dalam gelap. Rumor tersebut berkaitan dengan pengembangan teknologi penting yang memungkinkan pasukan Inggris dapat mengantisipasi serangan Nazi Jerman selama serangan kilat ( Blitzkrieg ) tahun 1940. Ketika itu, pesawat-pesawat Luftwaffe sering melakukan serangan dalam kegelapan. Untuk mempersulit pesawat-pesawat Jerman itu mencapai target, Inggris memadamkan listrik di berbagai kota.

  • Indonesia, CIA, dan Crypto AG

    PADA 11 Februari 2020, harian Washington Post , stasiun televisi Jerman ZDF , dan stasiun televisi Swiss SRF,  merilis laporan hasil penyelidikan terhadap Crypto AG di Swiss, perusahaan komersial yang menawarkan jasa menjaga kerahasiaan data. Ternyata, secara diam-diam, CIA (Dinas Intelijen Amerika Serikat) dan BND (Dinas Intelijen Jerman), selama puluhan tahun melakukan pengintaian terhadap negara-negara di seluruh dunia yang menggunakan jasa Crypto AG. Mulai dari pasca Perang Dunia II hingga kini, lebih dari 120 negara menggunakan perangkat pengkodean komunikasi Crypto AG. Voaindonesia.com   melaporkan bahwa pemerintahan negara-negara itu tidak mengetahui bahwa Crypto AG secara diam-diam dimiliki oleh CIA dan BND. Dw.com   menyebut kepemilikan CIA dan BND di perusahaan itu disamarkan sedemikian rupa sehingga tidak diketahui publik. Hingga otoritas Swiss menginvestigasi dugaan bahwa Crypto AG hanyalah perusahaan terselubung yang dioperasikan CIA dan BND.

  • Putri Sunda Penyebab Perang Bubat

    PRABU Maharaja sudah tujuh tahun menjadi raja. Dia terkena muslihat, mendapat bencana akibat putrinya yang bernama Tohaan akan menikah.  Terlalu besar kemauan sang anak. Dalam rangka pernikahannya, banyak orang yang berangkat mengantarkan ke Jawa. Sebabnya, sang putri tak mau punya suami orang Sunda. Maka terjadilah perang di Majapahit. Demikianlah penyebab Perang Bubat dalam  Carita Parahyangan, sumber tertulis dari masa Sunda Kuno. Menurut arkeolog Universitas Indonesia, Agus Aris Munandar dalam Gajah Mada, Biografi Politik , kisah dalam naskah itu merujuk kepada peristiwa di Bubat, yang menurut Pararaton terjadi pada 1279 Saka atau 1357 M. Ceritanya tak dituturkan secara rinci.

  • Cerita Tutur Perang Bubat

    ROMBONGAN Kerajaan Sunda sudah tiba di dermaga Bubat. Letaknya tak jauh dari Sungai Jetis, di utara Trowulan, ibu kota Kerajaan Majapahit. Mereka datang untuk mengawinkan sang putri, Dyah Pitaloka dengan Hayam Wuruk, raja Majapahit. Barang-barang pun segera diturunkan dari kapal. Oleh para prajurit Majapahit, barang-barang itu diangkut ke bangsal paseban. “Barang-barang kami jangan disimpan di paseban!” tegur salah seorang patih Sunda tiba-tiba. “Memang kenapa?” tanya prajurit keheranan. “Paseban itu hanya untuk menyimpan upeti dari daerah jajahan,” kata sang patih.

  • Perang Bubat Masih Pekat

    BHRE Prabu Hayam Wuruk yang menghendaki putri Sunda mengutus Patih Madhu, seorang mantri senior, untuk mengundang pihak Sunda. Tak keberatan jadi besan, datanglah Raja Sunda Prabu Maharaja ke Majapahit. Alih-alih diterima dengan pesta menyambutan, mereka menghadapi sikap keras Mahapatih Gajah Mada yang menghendaki putri Sunda sebagai persembahan. Pihak Sunda tak setuju dan bertekad perang. Gajah Mada memberi tahu perilaku orang Sunda. Bra Prameswara dari Wengker menyatakan siap bertempur. Maka, pasukan Majapahit mengepung orang-orang Sunda. Tak mau menyerah, orang-orang Sunda memilih mempertaruhkan nyawa. Pertempuran tak terelakkan. Sorak-sorai bergemuruh ditingkahi bunyi reyong. Raja Sunda, Prabu Maharaja, meregang nyawa paling awal.

  • Kode Partikelir

    PADA Januari 1950, ketika Ali Sastroamidjojo akan berangkat ke Washington, Amerika Serikat, untuk menjalankan tugas sebagai dutabesar, Mohammad Hatta membekalinya cek sebesar US$10.000 untuk membiayai kegiatan kedutaan. “Bung Hatta dengan saya mengadakan suatu perjanjian tentang kode yang akan dipakai untuk tilgram-menilgram tentang hal-hal yang harus dirahasikan,” kata Ali dalam otobiografinya, Tonggak-tonggak di Perjalananku. Kode itu diambil dari dua buku yang sama yang dipegang Hatta dan Ali. Tiap-tiap huruf dinyatakan dengan menyebutkan nomor halaman, kalimat, kata dan huruf pertama dari kata itu yang terdapat di dalam buku tersebut.

  • Sisi Lain Dinasti Agnelli

    DI Eropa, Agnelli adalah nama besar. Sebuah dinasti. Perintisnya Giovanni Agnelli Sr., seorang pensiunan tentara yang banting stir jadi pebisnis otomotif. Pada 1 Juli 1899, Agnelli Sr. menjadi bagian dari kelompok pendiri Fabbrica Italiana Automobili di Torino, yang kemudian menjadi Fiat (Fabbrica Italiana Automobili Torino). Dia menginvestasikan 400 lira, patungan dengan sejumlah rekannya. Satu tahun kemudian, dia menjadi direktur lalu chairman  pada 1920. Pabrik Fiat pertama dibuka pada 1900 dengan 35 staf untuk membuat 24 unit mobil. Produksinya terbatas. Keuntungannya juga masih kecil. Fiat mencapai puncak produksi pertamanya, lebih dari 1 juta unit mobil, pada 1974. Fiat kemudian go public  di bursa efek Milan. Agnelli Sr. membeli semua sahamnya. Setelah Perang Dunia I, Fiat melompat dari urutan ke-30 ke peringkat ke-3 di antara perusahaan industri Italia.

  • Tokoh Yosua dalam Alkitab

    SELANGKAH elangkah lagi bangsa Israel memasuki tanah Kanaan. Mereka hanya tinggal menyeberangi Sungai Yordan. Namun, Musa sang pemimpin bangsa itu telah berada di pengujung hidupnya. Usianya menginjak 120 tahun. Musa lalu memanggil abdinya, Yosua, dan berkata kepadanya di depan seluruh orang Israel. “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkau akan masuk bersama-sama dengan bangsa ini ke negeri yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyang mereka untuk memberikannya kepada mereka, dan engkau akan memimpin mereka sampai mereka memilikinya,” demikian tertulis dalam Alkitab pada Kitab Ulangan 31:7. Yosua bin Nun berasal dari Suku Efraim yang lahir di Mesir. Nama lahirnya ialah Hosea, tetapi Musa memanggilnya Yosua. Dalam bahasa Ibrani, Yehosyua  berarti “Tuhanlah keselamatan.” Sementara dalam bahasa Arab, tokoh ini disebut dengan nama Yusya.

  • Eleazar, Imam Besar Bangsa Israel

    DARI kejauhan di Gunung Abarim, sebelah timur Sungai Yordan, Musa memandang tanah Kanaan. Dia tak sempat memasuki negeri itu. Atas petunjuk Allah, Musa menjelang kematiannya, memilih Yosua sebagai penggantinya. Di hadapan segenap bangsa Israel, Musa meletakkan tangannya ke atas Yosua. “Ia (Yosua) harus berdiri di depan imam Eleazar, supaya Eleazar menanyakan keputusan Urim bagi dia di hadapan Tuhan,” demikian Alkitab mencatatnya dalam Bilangan 27:21a. Urim adalah alat perlengkapan imam besar bangsa Israel kuno untuk mengetahui kehendak Allah.  Dalam memimpin bangsa Israel, Yosua dibantu Eleazar yang berkedudukan sebagai imam besar. Sebagaimana Yosua menggantikan Musa, Eleazar juga menggantikan ayahnya, Harun. Nama Eleazar dalam bahasa Ibrani memiliki arti “Allah telah menolong”.

  • Yesus Historis

    LOUAY Fatoohi masih berusia delapan tahun ketika bermimpi berjumpa dengan Yesus, sosok yang dia dengar kisah dan ajaran-ajarannya di sekolah dasar Katolik. Dia melihat dirinya berjalan bergandengan dengannya di padang hijau nan indah. Yesus tampak seperti gambaran-gambaran tentang dirinya. Perjumpaan ini tanpa perbincangan, namun Fatoohi terbangun dengan perasaan puas. Fatoohi lahir dari keluarga Kristen Irak –ayah Katolik dan ibu Ortodoks– yang tak begitu religius. Fatoohi mendapat pengaruh kuat ajaran Kristen di sekolah. Namun, ketertarikannya pada agama memudar ketika sekolah menengah, dan akhirnya memutuskan jadi ateis ketika masuk kuliah. Pertemanannya dengan seorang muslim liberallah yang mendorongnya masuk Islam. Dan keseriusannya mempelajari Al-Qur’an, seperti halnya penelaahannya atas Injil, mendorongnya menulis sebuah buku mengenai Yesus, yang diyakininya “benar-benar bisa memberi kontribusi baru bagi literatur yang sudah ada.”

  • Menjejaki Peristiwa Kenaikan Yesus

    SETELAH bangkit dari kematian, Yesus beberapa kali memperlihatkan diri kepada murid-muridnya. Bukan dalam wujud roh, Yesus hadir dalam rupa manusia. Tampak tangan dan kakinya yang bolong bekas tancapan paku saat penyaliban. Kepada Tomas, salah satu muridnya yang ragu, Yesus bahkan memperlihatkan bekas luka di perutnya akibat tikaman tombak tentara Romawi. Hingga tibalah di Bukit Zaitun, Yesus menuntun kesebelas muridnya untuk kali yang terakhir.   “Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia terpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat sukacita,” demikian tercatat dalam Injil Lukas 24:50–52. Kenaikan Yesus terjadi pada hari ke-40 setelah kebangkitannya. Peristiwa ini diperkirakan berlangsung pada tahun 30 M. Dari empat penulis kitab Injil (Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes), Lukas paling gamblang dalam mencatat peristiwa kenaikan Yesus ke surga. Selain kitab Lukas , Lukas juga mencatat peristiwa itu dalam kitab Kisah Para Rasul .

bottom of page