Hasil pencarian
9750 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
- Hitler Seniman Medioker
DENGAN ekspresi pilu, Adolf Hitler terduduk di tumpukan tulang-belulang. Di belakangnya, gejolak perang tampak mulai tak berhenti memakan korban rakyat. Begitulah penggambaran sebuah lukisan yang mendeskripsikan Hitler sebagai Kain dalam kisah ternama di Alkitab Perjanjian Lama. Lukisan itu seolah ingin menegaskan Hitler sebagai Kain yang membunuh Habel sebagai representasi rakyatnya sendiri. Kain dan Habel adalah dua anak pertama Adam dan Hawa yang saling bunuh. Kain yang membunuh Habel, dihukum menjadi pengembara sepanjang hayat. Dalam hal ini, Hitler diibaratkan seperti Kain yang bertualang sebagai penjahat perang. Salah satu mahakarya yang dibuat pada 1944 itu dipamerkan secara permanen di Deutsches Historisches Museum, Berlin, Selasa, 4 Februari 2020. Lukisan itu didapatkan dari keluarga sang seniman yang 75 tahun menyimpannya. Grosz merupakan seniman eksil asal Jerman yang mencari suaka ke Amerika Serikat pada 1930 dan acap menciptakan karya bertema politis.
- Jojo Rabbit, Satir Pemuda Hitler
KENDATI usianya baru 10 tahun, Johannes “Jojo” Betzler (diperankan Roman Griffin Davis) harus tumbuh dewasa lebih cepat. Selain karena Perang Dunia II tengah berkecamuk, ia mesti menjadi “kepala keluarga” lantaran ayahnya yang ikut serdadu Jerman-Nazi hilang di front Italia dan kakak perempuannya, Inge, meninggal karena wabah flu. Jojo tinggal hanya dengan ibunya, Rosie Betzler (Scarlett Johansson), yang ternyata anti-Nazi. Padahal, Jojo laiknya bocah seusianya di Jerman, wajib mengabdi pada Partai Nazi, hingga bergabung ke Deutsches Jongvolk , kecabangan junior Hitlerjugend alias Pemuda Hitler yang merupakan onderbouw Partai Nazi. Di kamp pelatihan Jungvolk , Jojo diajari doktrin-doktrin Nazi oleh instruktur galak Fräulein Rahm (Rebel Wilson) dan pelatihan militer oleh Kapten Klenzendorf (Sam Rockwell). Jojo diolok-olok “Jojo Rabbit” lantaran dalam sebuah latihan pernah menolak dan menangis saat diperintah membunuh seekor kelinci.
- Rekayasa Hoax Mengelabui Hitler
PAHLAWAN perang tak hanya mereka yang bertabur bintang di pundak dan lencana di dada. Bukan juga prajurit dengan senjata-senjata mematikan yang disandang. Dalam Perang Dunia II (PD II), Inggris juga pernah berutang jasa sebuah rekayasa hoax dan seonggok mayat gelandangan. Inggris melakoninya medio April 1943 kala hendak mengantarkan serdadu-serdadu Sekutu kembali ke daratan Eropa pasca-Sekutu “terusir” akibat musibah Dunkirk pada 1940. Setelah Jerman menguasai Eropa, perlahan Sekutu melawan balik. Tiga tahun kemudian giliran Jerman yang terusir dari front Afrika Utara dan dari situlah Inggris ingin mendarat lagi ke Eropa. Caranya, Inggris sedemikian rupa meracik hoax dan tipu daya lewat Operation Mincemeat alias Operasi Daging Cincang, bagian dari Operation Barclay. Gagasan awalnya berangkat dari Memo Trout garapan Lt. Commander (setara mayor) Ian Fleming, yang kelak sohor sebagai pencipta novel-novel intelijen James Bond. Ia Asisten Direktur NID atau Divisi Intelijen Angkatan Laut (AL) Inggris.
- Sandra Reemer, Anak KNIL Jadi Penyanyi
SUATU hari, Inspektorat Ketenagakerjaan Kerajaan Belanda menganggap seorang bocah telah dipekerjakan tanpa izin kerja. Bocah itu adalah Barbara Alexandra Reemer, yang bernyanyi dalam program TV KRO . Umurnya masih 15 tahun dan terhitung belum 10 tahun tinggal di Belanda. Ayah nona yang pandai menyanyi dan dikenal sebagai Sandra Reemer itu pun kesal. “Putri saya dan juga putra saya Frankie secara rutin tampil untuk orang sakit, dan tidak diperlukan izin kerja untuk itu. Saya menganggap itu standar ganda,” terang Franciscus Justinus Reemer alias Frans Reemer di Leeuwarder Courant edisi 22 September 1964. Frans tak berhenti di sana. Hingga dia membongkar masa lalunya yang sangar. “Tuan, seandainya Anda tahu. Saya adalah anggota KNIL (Koninklijk Nederlandsch Indisch Leger, red .). Saya pernah menjadi anggota Mahkamah Tentara... Saya bahkan pernah menjatuhkan hukuman mati,” sambungnya.
- Akhir Hidup Si Pemeran Hitler
JIKA di Indonesia ada Amoroso Katamsi (almarhum) sebagai sosok paling cocok memerankan Soeharto dalam film, di Eropa ada Bruno Ganz. Aktor asal Swiss itu perannya dianggap paling mendekati figur diktator Nazi-Jerman Adolf Hitler dalam film Der Untergang ( Downfall ) yang rilis 2004. Sang aktor mengembuskan nafas terakhirnya di usia 77 tahun pada Sabtu, 16 Februari 2019 waktu setempat (Minggu, 17 Februari WIB). Ganz meninggal di kediamannya di Wädenswil, Swiss, setelah berjuang melawan kanker usus yang diidapnya sejak Februari 2018. Lahir di Zürich pada 22 Maret 1941, Ganz menyambi jualan buku sambil bersekolah. Kegandrungannya pada dunia seni peran membawanya hijrah ke Jerman dan bergabung ke Teater Schaubuehne di Berlin. Debutnya di dunia film dimulai dari figuran, sebagai pelayan hotel di film komedi Swiss, Der Herr mit der Schwarzen Melone (1960).
- Cricket Ala Hitler
SAAT menjalani perawatan untuk menyembuhkan luka-lukanya di sebuah klinik, Kopral Adolf Hitler (kelak merupakan diktator fasis Jerman-Nazi) kerap melihat sejumlah tawanan perang Inggris memainkan cricket di kamp. Hitler penasaran. “Suatu hari dia (Hitler) mendatangi mereka (tahanan tentara Inggris) dan bertanya, apakah dia boleh menonton 11 orang bermain cricket. Mereka membolehkannya dan tentu saja turut dijelaskan pula aturan permainannya,” tulis Oliver Locker-Lampson, seorang veteran Perang Dunia I (PD I) dalam artikel bertajuk “Adolf Hitler As I Know Him” di suratkabar Daily Mirror , 30 September 1930. Artikel yang terpendam puluhan tahun itu terpublikasi kembali pada 2011 ketika dirilis John Simpson dalam bukunya, Unreliable Sources: How the 20th Century was Reported . Paparan Locker-Lampson itu mengungkap fakta bahwa ternyata Hitler sejak muda tak hanya hobi seni tapi juga meminati cricket.
- Anggar untuk Hitler
HELENE Mayer hanya ingin terus eksis sebagai atlet anggar. Dia tak peduli negara mana yang diwakilinya. Bahkan ketika banyak orang mengatakan dia egois, oportunis, hingga pengkhianat, Helene tak acuh ketika harus beraksi di bawah panji Jerman-Nazi. Toh, Helene tetap diakui sebagai atlet anggar wanita terbaik abad ke-20. Dia menyandang titel itu berdasarkan catatan Sports Illustrated tahun 2000. Majalah olahraga terkemuka Amerika Serikat (AS) dan dunia itu juga menyelipkan namanya sebagai satu di antara 100 atlet wanita terbaik abad ke-20. Helene juga dibadikan di Hall of Fame USA Fencing atau Organisasi Anggar AS. Lahir di Offenbach am Main, pinggiran kota Frankfurt, Jerman pada 20 Desember 1910, Helene Julie Mayer merupakan satu dari tiga bersaudara anak Ann Bertha Becker dan Ludwig Karl Mayer. Ann penganut Lutheran (Kristen Protestan) sementara Karl seorang Yahudi. Namun, Helene memiliki fisik tak lazimnya orang Yahudi melainkan seperti ras Arya Jerman: berambut pirang dan bermata biru.
- Ketika Mimpi Hitler Tak Terwujud
PERDANA Menteri Inggris Winston Churchill menolak ajakan damai Adolf Hitler pada 28 Mei 1940. Pemimpin Nazi-Jerman itu lantas merancang suatu misson impossible. Menurut Michael Kerrigan dalam World War II Plans That Never Happened, Hitler memerintahkan tentaranya menginvasi Inggris pada 16 Juli 1940 lewat Surat Perintah Nomor 16 yang berbunyi: “Karena Inggris tidak menunjukkan tanda-tanda kesiapan untuk suatu kesepakatan kecuali keadaan militernya yang memprihatinkan, saya memutuskan mempersiapkan dan jika perlu berkelanjutan melakukan operasi darat dan laut terhadap Inggris. Tujuan dari operasi ini untuk mencegah agar Inggris tidak dijadikan tempat untuk melanjutkan perlawanan terhadap Jerman. Jika memang diperlukan, seluruh pulau dapat diduduki.”
- Halt Order dari Hitler Mencegah Sekutu Musnah di Dunkirk
SEJAK 22 Mei 1940, Jenderal Heinz Guderian, komandan Divisi Panser ke-10 Angkatan Darat (AD) Nazi-Jerman, gencar menguber ratusan ribu tentara Sekutu sampai ke Dunkirk di utara Prancis. Namun, Adolf Hitler mengeluarkan Halt Order alias perintah menahan serangan. Hitler melarang mesin-mesin perangnya terus menerobos ke pesisir Dunkirk untuk menghabisi sekira 300 ribu tentara Sekutu. Menurut P.K. Ojong dalam Perang Eropa: Jilid I , keputusan Hitler itu bersifat politis. Hitler memerintahkan menahan serangan ke Dunkirk dan membiarkan Sekutu mengevakuasi ratusan ribu serdadunya ke Inggris, demi bisa berdamai dengan Inggris. “Hitler menganggap bangsa Inggris sebangsa (sesama ras Germanic ). Ini berarti Hitler merasa lebih dekat dengan Inggris daripada dengan Rusia, bangsa Slavonic yang dipandang rendah. Hitler membiarkan Inggris lolos di Dunkirk supaya Inggris tak kehilangan muka dan lebih bersedia damai dengan Hitler,” tulis Ojong.
- Titiek Puspa Melintasi Zaman
DUNIA hiburan Indonesia berduka. Legenda di bidang musik, teater, dan film, Titiek Puspa, meninggal dunia di usia 87 tahun. Putri sulung Titiek, Petty Tunjungsari, mengungkapkan, ibunya dilarikan ke rumah sakit setelah menyelesaikan syuting acara televisi pada 26 Maret 2025. Hasil pemeriksaan medis ditemukan adanya pendarahan di otak bagian kiri. Setelah menjalani perawatan selama lebih dari dua pekan, maestro musik Indonesia itu tutup usia pada Kamis (10/4/2025) sore. Titiek Puspa bukan seniman biasa. Penyanyi yang puluhan tahun malang melintang di industri hiburan itu tak hanya piawai memanjakan telinga melalui suaranya yang merdu dengan husky voice (umum disebut serak-serak basah, red. ) dan improvisasi yang jempolan, tetapi juga sukses menyentuh hati para pendengarnya melalui berbagai lagu yang ia ciptaankan. Tak hanya didedangkan sendiri, lagu-lagu ciptaannya juga dibawakan oleh penyanyi lain dan menjadi hit hingga kini. Beberapa di antaranya Gang Kelinci , Jatuh Cinta , Apanya Dong , hingga Kupu-kupu Malam . Sementara itu, aksi panggungnya yang lincah dan menghibur, serta sikapnya yang ramah dan hangat membuat pelantun Puspa Dewi dan Minah Gadis Dusun itu memiliki banyak penggemar dari beragam kalangan lintas generasi.
- Abu Bakar, Pianis Hitler dari Indonesia
HITLER sering menggelar konser pribadi di rumah peristirahatannya di Obersalzberg. Dia memiliki pianis, Ernst Hanfstaengl, anak dari Franz Hanfstaengl, pengusaha penerbitan di Jerman dan Amerika Serikat, yang sering membantu keuangan Hitler termasuk menerbitkan bukunya, Mein Kampf . Bahkan, Hitler dikabarkan menikahi anak perempuan Franz, Erna Hanfstaengl. Namun, Hitler membantah dan mengatakan “aku hanya kawin dengan seluruh rakyat Jerman.” Ernst pernah studi di Universitas Harvard dan berteman dengan Franklin D. Roosevelt. Mereka anggota New York Harvard Club. Ernst lulus kuliah tahun 1909 dan melanjutkan usaha ayahnya di Amerika Serikat. Dia menikah dengan Helene Niemeyer, seorang Amerika berdarah Jerman. Pada 1919, Ernst kembali ke Jerman dan menjadi doktor ilmu filsafat dari Universitas Muenchen. Hitler menunjuk Ernst sebagai kepala Biro Pers Luar Negeri di Amerika karena relasinya yang bagus.
- Amin al-Husseini, Hitler, dan Tentara Muslim-Nazi
30 APRIL 1941. Hitler mengirim surat balasan kepada Raja Farouk –raja kesepuluh dari Dinasti Muhammad Ali, yang menggantikan ayahnya, Fuad I, pada 1936– dari Mesir. Surat itu antara lain berisi pernyataan bahwa Hitler, “dengan senang hati akan mempertimbangkan satu kerjasama yang lebih erat,” sebagaimana dikutip John Roy Carlson dalam Cairo to Damascus . Hitler lalu meminta Farouk mengirim seorang agen rahasia resmi ke tempat “netral” untuk mendiskusikan kerjasama tersebut. Tempat yang disarankan Hitler: Bukares, Rumania, atau Ankara, Turki. Saat itu Perang Dunia II sedang berlangsung. Serupa dengan masa-masa sebelumnya, persaingan antarideologi mendominasi. Ideologi pula yang melatarbelakangi kerjasama Hitler dan Muslim.





















