top of page

Hasil pencarian

9853 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Mata-mata Pembunuh Sultan Demak

    PADA suatu hari di tahun 1549. Raja Jipang Arya Penangsang memberikan perintah kepada Ki Rangkud, seorang kajineman (telik sandi, mata-mata, atau polisi rahasia). "Hai Rangkud. Bunuhlah Kakanda Pangeran Prawata. Pakailah keris pusakaku ini." Ki Rangkud menyanggupi, menerima keris pusaka bernama Kyai Setan Kober, lalu berangkat. Ketika dia sampai di Demak, Sunan Prawata sedang sakit dan bersandar pada permaisurinya. "Siapakah kau ini?" tanya Sunan Prawata. Ki Rangkud menyampaikan maksud kedatangannya. "Saya utusan Pangeran Arya Penangsang, disuruh membunuh tuanku."

  • Pesawat Mata-mata Amerika Serikat Ditembak Jatuh Uni Soviet

    MOSKOW, 19 Agustus 1960. Pengadilan Divisi Militer Mahkamah Agung Uni Soviet menjatuhkan vonis penjara sepuluh tahun kepada Francis Gary Powers. Pilot AU Amerika Serikat (AS) yang direkrut CIA itu dinyatakan bersalah karena melakukan spionase di wilayah udara Soviet. Penerbangan itu merupakan bagian dari upaya saling mematai antara Blok Barat dan Timur dalam Perang Dingin. AS melakukannya setelah Presiden AS Dwight Eisenhower, dengan dukungan CIA sebagai operator, menyetujui dilancarkannya misi penerbangan mata-mata (air spionage) ke wilayah Uni Soviet dengan tujuan memfoto situs militer dan situs-situs penting lain Soviet pada 1954. Langkah itu diambil Eisenhower untuk mendapatkan informasi pasti kekuatan rivalnya. Eisenhower selalu khawatir terhadap ketertinggalan AS dari Soviet dalam pengembangan nuklir dan persenjataan. Kekhawatiran itu bersumber dari ketiadaan informasi tentang Soviet selain dari ucapan-ucapan para pemimpin Soviet sendiri.

  • 27 Oktober 1962: Pesawat Mata-mata Amerika Ditembak Jatuh di Kuba

    SABTU pagi, 27 Oktober 1962, di Pangkalan AU McCoy, Orlando, Florida, Amerika Serikat, Mayor Udara Rudolf Anderson sibuk mempersiapkan semua hal untuk penerbangannya. Dia akan menjalankan penerbangan satu jam 15 menit di atas Kuba untuk misi pengintaian (air spy). Meski berbahaya, misi itu dijalaninya dengan senang. Tak tampak sedikitpun raut ketakutan di wajahnya. “Terbang adalah hidup dan hasratnya. Saat kanak-kanak, dia membuat pesawat model dan bercita-cita menjadi pilot,” tulis Michael Dobbs dalam One Minute to Midnight. Sementara Anderson sibuk mempersiapkan penerbangannya, orang-orang di Havana dan sebagian besar kota-kota di Kuba beraktivitas seperti biasa. Masyarakat seolah tak mengetahui ada bahaya besar yang mengancam mereka. Kepanikan warga tak terlihat padahal negeri mereka sedang berada dalam ancaman kehancuran oleh nuklir Amerika Serikat.

  • Allied dan Kisah Mata-mata Perempuan di Tengah Perang

    SUATU hari di sebuah padang pasir di Maroko tahun 1942, Komandan Wing (setara letnan kolonel) Angkatan Udara Kanada Max Vatan (diperankan Brad Pitt) mendarat dengan parasutnya. Dengan sabar, sang mata-mata itu menanti agen penghubung yang menjemput dan mengantarnya ke sebuah hotel mewah di Kasablanka. “Dia mengenakan gaun ungu. Carilah (petunjuk gambar) burung kolibri,” pesan sang agen penghubung kepada Max, menjelaskan bahwa orang yang dimaksud adalah mata-mata asal La Résistance (gerakan perlawanan Prancis) yang akan bermitra dengan Max demi suatu misi genting. Saat masuk ke hotel tersebut, tampak sekumpulan orang Prancis elite yang tengah bercengkerama. Salah satu perempuan tengah duduk membelakangi Max dan mengenakan gaun ungu dan selendang bergambar kolibri. Orang itulah yang akan jadi partnernya.

  • Saksi Mata-mata Dieksekusi

    SETIAP pagi, seorang pemuda Ambon pergi naik tram dari Lapangan Banteng menuju pasar Jatinegara yang dulu namanya Meester Cornelis. Pulangnya dia membawa belanjaan: beras, telur, sayuran, dan segala macam. Para pemuda pejuang menguntitnya. Ternyata, dia berbelanja ke pasar untuk keperluan musuh. “Terbukti dia membawa belanjaannya ke markas Batalion ke-10 yang merupakan musuh besar para pejuang Republik,” kata Adnan Buyung Nasution, pengacara, dalam biografinya, Pergulatan Tanpa Henti Volume 1. Buyung menjelaskan bahwa Batalion ke-10 merupakan serdadu NICA (Pemerintah Sipil Hindia Belanda) yang terkenal kejam. Markasnya di bekas tangsi Batalion KNIL (Tentara Kerajaan Hindia Belanda) ke-10 yang terletak di Waterlooplein (kini Lapangan Banteng). Sebagian dari mereka adalah para bekas serdadu KNIL yang direkrut kembali, yang kebanyakan orang Ambon dan Indo-Belanda.

  • Maroko dan Piala Dunia

    KEJUTAN datang dari pertandingan kedua Grup F Piala Dunia 2022 di Al Thumama Stadium, Minggu (27/11/2022). Maroko berhasil mengalahkan Belgia 2-0 lewat gol Romain Saiss dan Zakaria Aboukhlal. Kekalahan Belgia memicu kerusuhan di Brussel. Suporter Belgia yang kecewa membakar kendaraan di jalanan. Maroko telah enam kali tampil di Piala Dunia pada 1970, 1986, 1994, 1998, 2018, dan 2022. Di Piala Dunia 2022 di Qatar, Maroko lolos ke babak selanjutnya setelah mengalahkan Spanyol lewat adu penalti 3-0. Di babak perempat final, Maroko mengalahkan Portugal dengan skor tipis 1-0. Maroko mengukir sejarah sebagai negara Afrika pertama yang lolos ke semifinal. Sejarah berulang. Sebelumnya, Maroko juga memulangkan Portugal di Piala Dunia 1986 di Meksiko. Sebagai tim underdog, Maroko bermain lepas tanpa beban. Apalagi Maroko satu grup dengan negara-negara unggulan, yaitu Inggris, Polandia, dan Portugal.

  • Lima Penjegal Raksasa Piala Dunia

    BELUM rampung putaran penyisihan grup, Piala Dunia 2022 Qatar sudah menyuguhkan banyak kejutan. Terlepas dari sejumlah kontroversi yang mengitarinya, gelaran kali ini meneguhkan bahwa prediksi yang mengunggulkan tim-tim raksasa sama sekali tak bisa jadi acuan. Arab Saudi, Jepang, dan Maroko membuktikan bahwa pandangan miring terhadap mereka tidak menghalangi ketiganya untuk membuktikan diri sebagai bukan tim penggembira semata. Tim Saudi yang berada di Grup C bersama Argentina, Polandia, dan Meksiko, berhasil memecundangi tim favorit juara Argentina, 2-1, di laga pembuka grup pada 22 November 2022. “Kami sangat senang jika mereka melupakan kami dan menganggap kami tim terkecil. Di Piala Dunia selalu ada kejutan dan itu mentalitas yang kami miliki,” kata pelatih Saudi yang juga pernah menukangi Maroko (2016-2019), Hervé Renard, kepada Euro Foot, dikutip SBS Sport, 25 November 2022.

  • Murka, Afrika Boikot Piala Dunia

    FANTASTIS. Kata tersebut mungkin tepat untuk melukiskan kiprah tim nasional Maroko di Piala Dunia 2022. Bukan hanya belum pernah kalah hingga kini, di fase grup pun Maroko berhasil menjadi pemuncak grup F. Kehebatan Maroko belum habis di babak 16 besar. Tak tanggung-tanggung, di perdelapan final pada Selasa, 6 Desember, lalu tim berjuluk Singa Atlas itu mempecundangi Spanyol yang jadi salah satu favorit juara. Kini, Maroko menjadi satu-satunya wakil Afrika yang tersisa dalam gelaran Piala Dunia di Qatar itu. Rekan sesama wakil Afrika-nya, Senegal, sudah keok dicukur Inggris tiga gol tanpa balas pada 4 Desember 2022.

  • Dilema Kehadiran Israel di Piala Dunia, Mau Saklek atau Kompromi?

    KKETIKA perhelatan Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia sudah di depan mata, polemik soal penolakan keikutsertaan Timnas Israel U-20 malah berkembang jadi bola panas. Salah satu pemicunya adalah penolakan Gubernur Bali I Wayan Koster terhadap kehadiran tim Israel. Namun usai beraudiensi dengan Komisi II DPR di Jakarta, Senin (27/3/2023), Wayan membantah penolakannya itu sebagai sikapnya sebagai gubernur. Buntut dari polemik itu, FIFA membatalkan drawing (pengundian grup) Piala Dunia U-20 yang mestinya digelar pada Jumat (31/3/2023) ini di Taman Werdhi Budaya Art Centre, Denpasar, Bali. Mengutip laman resmi PSSI, Minggu (26/3/2023), FIFA memang belum memberi pernyataan resmi terkait alasan pembatalan drawing. Mestinya setelah drawing, Indonesia bersiap sebagai host dari event yang dijadwalkan bergulir pada 20 Mei-11 Juni 2023 itu. Enam venue di enam provinsi telah ditunjuk: Stadion Gelora Bung Karno (DKI Jakarta), Stadion Jalak Harupat (Jawa Barat), Stadion Manahan (Jawa Tengah), Stadion Gelora Bung Tomo (Jawa Timur), Stadion Kapten I Wayan Dipta (Bali), dan Stadion Jakabaring (Sumatera Selatan).

  • Kantor Polisi di Cicendo Diserang

    SEBUAH bom panci berdaya ledak rendah diledakkan di Taman Pandawa di Jalan Pandawa Kecamatan Cicendo Kota Bandung, pada 27 Februari 2017. Seorang pelaku melarikan diri dengan membawa motor, sedangkan satu pelaku lagi lari ke kantor Kelurahan Arjuna. Pelaku itu tewas oleh tembakan dari aparat keamanan. Teror di Cicendo itu mengingatkan kita pada Peristiwa Cicendo pada 11 Maret 1981 pukul 00.30 WIB. Sekitar 14 anggota Jamaah Imran dari Komando Jihad menyerbu kantor Polisi Kosekta 8606 Pasir Kaliki, Cicendo, Bandung. Mereka dipimpin oleh Salman Hafidz, datang dengan menggunakan sebuah truk. Kala itu, hanya ada empat anggota polisi yang berjaga: Sertu Suhendrik, Bharatu Zul Iskandar, Bharada Andi, dan komandan jaga Serka Suryana. Tiga orang penyerbu turun dari truk lantas berpura-pura menanyakan salah seorang anggota jamaah yang ditahan. Tanpa disangka, mereka menodongkan senjata api Garrand. Menghadapi sergapan tak terduga itu, keempat polisi itu tak berdaya dan dimasukkan ke dalam tahanan yang terletak di belakang kantor. Mereka kemudian membebaskan empat tahanan anggota Jamaah Imran.

  • Skandal Polisi Curup

    INSPEKTUR Kepala J.J. Harlingen bersemangat. Setelah diistirahatkan cukup lama, dia mendapat tugas baru sebagai komandan detasemen Polisi Lapangan (Veldpolitie) di Curup, Rejang Lebong, Bengkulu. “Korps Polisi Lapangan dan Dinas Reserse Daerah didirikan dalam tahun 1920. Adapun maksud pembentukan Polisi Lapangan adalah untuk menyelenggarakan keamanan di daerah luar kota,” tulis Soeparno Soeriaatmadja dalam Sedjarah Perkembangan Kepolisian dari Zaman Klasik-Modern. Tugas baru itu menjadi kesempatan emas buat Harlingen, yang dikenal reputasinya sebagai polisi intelek, membuktikan kecakapannya sebagai polisi. Tugas itu sekaligus tempat untuk membuktikan dirinya tidak bersalah dalam penugasan sebelumnya di Muara Enim.

  • Kala Panglima Siliwangi Distop Polisi

    SETELAH beberapa saat dirawat di RS Boromeus, Fatmawati akhirnya memilih tinggal di luar rumah sakit. Bukan pelayanan tim dokter yang membuat Fatmawati tidak betah tinggal di rumah sakit itu. “Terus terang, Ibu sulit tidur. Kalau terus-menerus begini, semuanya jadi repot,” kata first lady pertama Indonesia itu sebagaimana dimuat dalam buku Suka-Duka Fatmawati Sukarno: Seperti Diceritakan Kepada Kadjat Adra’i. Fatmawati yang saat itu sedang mengalami darah tinggi parah dan sedikit depresi menahun pasca-keluar Istana, lanjut Kadjat, butuh tempat tinggal tenang untuk memulihkan kesehatannya. Dalimin Rono Atmodjo, personil Brimob yang jadi komanda regu di Detasemen Kawal Pribadi (DKP) Resimen Tjakrabirawa, lalu mendapatkan Wisma Siliwangi III. Fatmawati pun pindah ke sana pada akhir Agustus 1965. Wisma Siliwangi III dipilih Fatmawati selain kondisinya bersih juga lantaran letaknya tak jauh dari tempat tinggal Guntur Sukarnoputra yang saat itu masih kuliah di ITB. Fatmawati bisa lebih sering bertemu dengan putra sulungnya itu.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Poligami dipraktikkan oknum tentara sejak dulu. Ada yang dapat hukuman karenanya.
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje diangkat menjadi pejabat negara di Hindia Belanda. Dia mengamati dan memberikan catatan serta nasihat yang membantu pemerintah kolonial mengatur ketertiban dan keamanan di wilayah koloni.
bottom of page