top of page

Hasil pencarian

9853 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Agen OSS yang Memihak Indonesia

    SETELAH Jepang menyerah, Amerika Serikat mengirimkan petugas OSS (Office of Strategic Services) ke Indonesia di bawah Mayor Frederick E. Crockett. Dia mendarat di Jakarta bersama pasukan Sekutu pada 15 September 1945. Dia memimpin Operasi ICEBERG yang bertujuan untuk memulangkan tawanan perang Amerika Serikat dan membangun stasiun intelijen di Indonesia. Dalam Operasi ICEBERG, Crockett dibantu beberapa agen, di antaranya Jane Foster, Mayor Robert A. Koke, dan Letnan Richard K. Stuart. Crockett hanya bertugas sebentar. Pada 10 Oktober 1945, dia meninggalkan Jakarta ke Singapura, dan akhirnya kembali ke Amerika Serikat. Dia digantikan oleh Robert A. Koke sebagai kepala stasiun OSS mulai 2 Desember 1945. Dalam menjalankan tugasnya, Koke yang pernah tinggal di Bali sebelum perang, bersama Stuart, mewawancarai Sukarno dan para pejabat pemerintahannya. Mereka juga bertemu Perdana Menteri Sutan Sjahrir.

  • Orang Indonesia Jadi Agen OSS

    PADA 8 Juni 1944, kapal selam Inggris, HMS Tradewind berangkat dari Trincomalee, Ceylon (Sri Lanka), untuk melaksanakan operasi OSS (Office of Strategic Services), pendahulu CIA. Salah satu tujuan operasi bersandi Ripley I itu untuk mendaratkan agen OSS asal Indonesia. Agen itu bersandi Humpy dan Johnny. Identitas dan peran Johnny belum diketahui, sementara Humpy terungkap dalam tulisan William J. Rust berjudul "Operation ICEBERG–Transitioning into CIA: The Strategic Services Unit in Indonesia", termuat di Studies in Intelligence Vol. 60, No. 1, Maret 2016. Humpy adalah kode untuk J.F. Mailuku yang lahir di Ambarawa, Jawa Tengah, pada 1917. Dia belajar teknik di sekolah, kemudian menjadi kadet angkatan udara di angkatan bersenjata kolonial Belanda. Sebelum Belanda menyerah kepada Jepang pada 1942, dia ikut dievakuasi ke Australia.

  • Asal-Usul Jeriken

    KEBANYAKAN orang tentu sudah tak asing dengan jeriken, yakni wadah tertutup yang dapat menampung cairan mulai dari air, minyak tanah, hingga bensin. Terbuat dari logam maupun plastik, jeriken dilengkapi dengan pegangan sehingga mudah dibawa atau dipindahkan. Wadah ini juga memiliki corong berkepala sempit untuk menuangkan cairan ke wadah lain. Kemunculan wadah tertutup yang dapat menampung cairan dalam jumlah tertentu ini diprakarsai oleh Adolf Hitler, diktator dan pemimpin Nazi Jerman. Wadah berbentuk persegi panjang yang terbuat dari baja tekan dan dilengkapi dengan pegangan bawaan ini mulanya disebut wehrmachtskanister atau tangki penyimpanan untuk kebutuhan angkatan bersenjata Jerman (Wehrmacht).

  • Karena Utang Peniti pun Ditemukan

    WALTER Hunt (1796–1859), seorang insinyur dan penemu produktif. Pria kelahiran Martinsburg, Lewis County, New York, 29 Juli 1796, ini anak sulung Sherman Hunt dan Rachel Hunt. Dia cukup berpendidikan di zamannya. Sejak 1820-an, Hunt terkenal akan kemampuannya membuat alat-alat baru. Dia menciptakan gong trem, pemintal karung rami, pengasah pisau, bajak es, mesin penyapu jalan, mesin sortir surat, mesin jahit, dan lain-lain. “Walter Hunt dari Kota New York adalah penemu asli dan pertama dari mesin jahit di mana jarum runcing dan pesawat ulang-alik berhasil digunakan untuk membuat jahitan yang saling bertautan,” tulis William Conant Church dalam The Galaxy Volume 4 tahun1868. Hunt mengerjakan mesin jahit di bengkelnya di Amos Street, New York, dari tahun 1832 hingga 1834. Jadi, Hunt lebih dulu mengembangkan mesin jahit sebelum Elias Rowe.

  • Kisah Penganiayaan oleh Polisi di Era 1970-an

    Oknum kepolisian yang melakukan penganiayaan jadi sorotan pemberitaan belakangan ini. Bermula dari pengakuan Sarpan, seorang kuli bangunan yang digebuki polisi sampai mukanya bonyok di sel tahanan Polsek Percut Sei Tuan, Medan. Sarpan saat itu diperiksa sebagai saksi kasus pembunuhan kernetnya bernama Dodi. Karena dianggap memberikan keterangan berbelit-belit, polisi penyidik menganiaya Sarpan lewat cara memukul, menendang, sampai menyetrumnya. Kepolisian Daerah Sumatra Utara akhirnya mencopot sembilan anggotanya yang terbukti bersalah melakukan penganiayaan itu. Cara penyidikan polisi yang brutal memang kerap terjadi. Penganiayaan kadang dijadikan metode ampuh interogasi untuk mengorek keterangan dari saksi ataupun tersangka. Akan tetapi, praktik demikian tentu saja tidak sesuai dengan kemanusiaan bahkan bisa berujung nyawa melayang.

  • Aksi Semena-Mena Polisi

    AIPDA Monang Parlindungan Ambarita, sosok polisi yang suka wara-wiri di televisi, kini jadi pemberitaan. Komandan tim Raimas Backbone Polres Metro Jakarta Timur ini terkenal dengan operasi penertiban masyakat yang digelarnya setiap malam. Sosok Ambarita yang sangar kerap mengundang perhatian. Selain langganan meringkus pelaku kriminal, Ambarita juga bikin ciut nyali ketika menginterogasi orang yang dicurigai. Aksi Ambarita dalam bertugas disuguhkan kepada pemirsa dalam program televisi swasta maupun akun Youtube Raimas Backbone Official. Sorotan media membuat nama Aipda Ambarita pun melejit bak selebritas. Namun, publisitas itu pula yang membuatnya tersandung kali ini. Dalam salah satu tayangan yang belakangan viral, Ambarita kedapatan memeriksa paksa ponsel milik seorang pemuda yang berkumpul di malam hari. Karena dinilai arogan dan tidak menghargai privasi, tindakan itu menuai kritik dari publik. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengakui adanya kesalahan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dilakukan Ambarita. Akibatnya, Ambarita harus menjalani pemeriksaan oleh Propam Polri. Kabar terbaru menyebutkan Aipda Ambarita dimutasikan sebagai bintara Bidang Humas Polda Metro Jaya.

  • Panglima ABRI Sidak Polisi Koboi

    SEKALI waktu, Menteri Pertahanan dan Keamanan/Panglima ABRI Jenderal M. Jusuf meninjau markas Komdak (kini Polda) Metro Jaya. Jusuf mendapat laporan mengenai kinerja kepolisian yang kurang memuaskan. Keluhan itu terutama ditujukan kepada aparat polisi yang bertugas di jalanan. Jusuf juga sekaligus hendak memeriksa kesiapsiagaan para polisi mengatasi keamanan di ibu kota. Inspeksi demikian lumrah sebab angkatan kepolisian masih berada di bawah ABRI. Jusuf sendiri baru saja menjabat Menhankam/Pangab. “Kalau polisi lalu lintas itu jaga, harus dia jaga betul-betul. Jangan duduk-duduk di bawah pohon, nongkrong di tempat jual cendol atau merokok di kios rokok. Belum tentu rokoknya bayar lagi,” kata Jusuf dikutip Kompas, 8 Mei 1979.

  • Mengadili Jenderal Polisi

    BHARADA E telah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Brigadir J. Selain itu, Tim Khusus dan Inspektorat Jenderal Khusus Polri juga telah memeriksa 25 anggota polisi. Tiga di antaranya jenderal polisi termasuk tokoh utamanya, Irjen Pol. Ferdy Sambo, yang telah ditempatkan di tempat khusus di Mako Brimob. Pemeriksaan untuk menentukan apakah mereka melanggar etik atau pidana. Dalam sejarah Kepolisian pernah jenderal polisi dimejahijaukan. Kasusnya korupsi, bukan pembunuhan. Kasus ini dibongkar oleh Panda Nababan, wartawan investigatif Sinar Harapan. Pada pertengahan 1978, Panda bertamu ke rumah mantan Kapolri Jenderal Pol. (Purn.) Hoegeng Iman Santoso. Hoegeng menunjukkan kopi surat kepada Kapolri Jenderal Pol. Widodo Budidarmo. Isinya berbunyi: “Wid, sekarang ini polisi kaya-kaya. Ada yang membeli rumah mewah di Kemang dan membuat jalan pribadi beraspal. Dari mana duitnya itu?”

  • Jenderal Polisi Divonis Mati

    IRJEN Pol. Ferdy Sambo, mantan Kadiv Propam Polri, ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. Dia dikenakan Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 juncto 56 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati, penjara seumur hidup, atau penjara 20 tahun. Dalam sejarah Kepolisian, sudah pernah terjadi perwira tinggi Polri terancam hukuman mati, yaitu Brigadir Jenderal Pol. Raden Soegeng Soetarto. Soegeng Soetarto lahir di Jatilawang, Purwokerto, 11 Juni 1918. Pada masa perang kemerdekaan, dia menjadi anggota milisi Pesindo (Pemuda Sosialis Indonesia), ketua Partai Buruh Kutoarjo, dan Wakil Kepala Polisi Kutoarjo. Dia kemudian memimpin Kepolisian di Semarang.

  • Guru Sejarah Sekolah Merah

    PADA suatu hari di bulan Agustus 1934, sepucuk surat datang dari Batavia. Si pengirim ialah Soegiarti, kawan Maria semasa kuliah di Leiden. Surat itu membawa kabar: mengajak Maria jadi guru sekolah Muhammadiyah di Batavia. Surat datang saat Maria berada di pengujung kontraknya sebagai pegawai honorer di Kabupaten Cirebon. “Soegiarti kirim surat kepada saya. Dia menawari saya jadi guru di sekolah Muhammadiyah. Dia sudah kenal saya, sudah tahu sifat-sifat saya,” kata Maria kepada Dewi Fortuna Anwar yang mewawancarainya. Soegiarti pernah satu kos dengan Maria di Witte Single 25. Dia belajar keguruan untuk meraih ijazah hoofdacte, semacam sertifikasi jadi Kepala Sekolah. Di Batavia, Soegiarti mengajar di sekolah menengah Muhammadiyah. Maria tak menampik tawaran Soegiarti itu. Gayung bersambut. Mohammad Achmad, ayah Maria yang saat itu bupati Kuningan, mengizinkannya pergi ke Batavia. “Ayah saya cukup progresif. Jadi, dia izinkan saja kemauan saya,” kata Maria.

  • Kepala Polisi Tanpa Rumah

    ABDURRAHMAN Wahid atau Gus Dur pernah bikin anekdot begini: “Di Indonesia hanya ada tiga polisi jujur, yakni polisi tidur, patung polisi, dan Hoegeng.” Barangkali, kita bisa menambahkan satu lagi: SoekantoTjokrodiatmodjo. “Saat Soekanto meninggal dunia, dia tidak punya apa-apa. Orang ramai bicara Hoegeng. Tapi ingat, Hoegeng mengidolakan Soekanto,” ujar Awaloedin Djamin, mantan Kapolri 1978-1982, kepada Historia. Soekanto lahir di Bogor pada 7 Juni 1908. Dia adalah Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia atau biasa disingkat Kapolri pertama sekaligus dengan masa jabatan paling lama (1945-1959). Soekanto berperan besar dalam meletakan dasar-dasar institusi Kepolisian Republik Indonesia. Kendatidemikian, namanya tak banyak diperbincangkan dalam narasi sejarah.

  • Polisi Menjaga Tambang

    MANTAN Kadiv Propam Polri Irjen Pol. Ferdy Sambo, yang tengah menjalani persidangan kasus pembunuhan Brigadir Yosua Nofriansyah Hutabarat, mengungkapkan adanya aliran dana dari tambang batu bara ilegal di Kalimantan Timur kepada anggota polisi hingga perwira tinggi Bareskrim Polri. Setoran itu berdasarkan pengakuan Ismail Bolong, mantan polisi yang menjalankan operasi tambang ilegal. Uang keamanan yang mencapai miliaran itu sebagai imbalan atas perlindungan kegiatan tambang ilegal. Sambo mengaku telah menyerahkan Laporan Hasil Penyelidikan (LHP) kepada pimpinan Polri. Kabareskrim Polri Komjen Pol. Agus Andrianto membantah tuduhan Sambo itu. Keterlibatan polisi dalam pertambangan telah terjadi sejak zaman Belanda. Polisi tambang ini masuk dalam kategori polisi teknis yang mempunyai kekuasaan penuh di wilayah perusahaan yang tidak dicampuri polisi umum.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Poligami dipraktikkan oknum tentara sejak dulu. Ada yang dapat hukuman karenanya.
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje diangkat menjadi pejabat negara di Hindia Belanda. Dia mengamati dan memberikan catatan serta nasihat yang membantu pemerintah kolonial mengatur ketertiban dan keamanan di wilayah koloni.
bottom of page