top of page

Asal-Usul Jeriken

Hitler memprakarsai sebuah wadah penyimpanan untuk mengantisipasi kendaraan tempur Jerman kehabisan bahan bakar selama pertempuran. Wadah inilah cikal bakal jeriken.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 6 Mei 2024
  • 4 menit membaca

KEBANYAKAN orang tentu sudah tak asing dengan jeriken, yakni wadah tertutup yang dapat menampung cairan mulai dari air, minyak tanah, hingga bensin. Terbuat dari logam maupun plastik, jeriken dilengkapi dengan pegangan sehingga mudah dibawa atau dipindahkan. Wadah ini juga memiliki corong berkepala sempit untuk menuangkan cairan ke wadah lain.


Kemunculan wadah tertutup yang dapat menampung cairan dalam jumlah tertentu ini diprakarsai oleh Adolf Hitler, diktator dan pemimpin Nazi Jerman.


Wadah berbentuk persegi panjang yang terbuat dari baja tekan dan dilengkapi dengan pegangan bawaan ini mulanya disebut wehrmachtskanister atau tangki penyimpanan untuk kebutuhan angkatan bersenjata Jerman (Wehrmacht).


Hitler menyadari mata rantai terlemah dalam rencananya melakukan serangan kilat menggunakan divisi panser adalah pasokan bahan bakar. Oleh karena itu, sang Führer memerintahan anak buahnya merancang sebuah wadah penyimpanan bahan bakar untuk mensiasati jika kendaraan-kendaraan tempur Jerman kehabisan bensin selama pertempuran.



Menurut sejarawan Inggris, Roger Moorhouse dalam Hitler’s Third Reich in 100 Objects: A Material History of Nazi Germany, sebagai upaya mewujudkan keinginan Hitler tersebut, maka diadakanlah kompetisi desain untuk menemukan sebuah wadah pembawa bahan bakar yang sempurna untuk Wehrmacht tahun 1936. Salah satu peserta adalah Vinzenz Grunvogel, kepala teknisi di perusahaan Müller di Schwelm, dekat Wuppertal. Dia keluar sebagai pemenang dan wadah rancangannya, yang semula dinamai Wehrmacht-Einheitskanister, mulai dikembangkan pada 1937.


“Wadah 20 liter menandai peningkatan yang signifikan pada desain sebelumnya, terutama karena wadah ini tidak memerlukan alat bantu tambahan atau corong untuk pengoperasiannya. Lekukan menyilangnya yang khas memberikan kekuatan dan memungkinkan isinya mengembang atau mengempis sesuai suhu, sementara tutup tuas dan corong pendek yang dirancang dengan cermat memungkinkan pembukaan yang mudah dan penuangan yang lancar... Wehrmachtskanister memulai debut militernya selama aneksasi Austria pada 1938,” tulis Moorhouse.



Pasukan Sekutu menyebut wehrmachtskanister dengan sebutan jerrycan, yang diambil dari kata Jerry, istilah slang untuk orang Jerman pada awal abad ke-20; dan can berarti kaleng. Jerrycan juga dilengkapi dengan tiga pegangan sehingga memungkinkan satu orang membawa dua tangki dan memberikan satu tangka lainnya kepada orang lain dengan cara memikul ember.


Selain itu, mengutip American Heritage of Invention & Technology Volume 3, wadah ini juga dirancang agar dapat mengapung di air ketika penuh karena adanya kantong udara internal. Memiliki kapasitas sekitar lima galon AS; dengan berat mencapai 45 pon, wadah penyimpanan bahan bakar ini bisa mengapung di atas air jika dijatuhkan ke laut dari pesawat, berkat ruang udara di bagian atas wadah tersebut.


Jerman menyadari jerrycan berperan besar dalam pertempuran. Oleh karena itu, ribuan jerrycan diproduksi dan disimpan di tempat yang aman. Dipandang sebagai bagian dari strategi perang, jerrycan dikembangkan dengan penuh kerahasiaan. Keunggulan desain jerrycan mendapat perhatian dari lawan, yakni Inggris dan Amerika Serikat. Kedua negara itu mulanya menggunakan wadah penyimpanan yang disebut flimsies.



Berbeda dengan jerrycan, flimsies justru merepotkan karena mudah pecah dan terbakar. Flimsies juga membutuhkan kunci pas untuk membukanya, cerat untuk menuangkan cairan, dan corong untuk menerima cairan. Karena dirancang dan diproduksi dengan sangat buruk, sebagian besar alat ini hanya dapat digunakan sekali, kemudian dimodifikasi untuk kompor maupun diisi dengan tanah untuk digunakan sebagai karung pasir darurat.


Sebuah kisah menarik muncul terkait upaya Inggris dan Amerika memproduksi jerrycan di masa Perang Dunia II. Seorang insinyur Amerika bernama Paul Pleiss berperan dalam membongkar rahasia di balik pembuatan wadah penyimpanan bahan bakar itu. Pada awal musim panas tahun 1939, senjata rahasia yang begitu dijaga Jerman ini memulai pengembaraan ke Amerika.


Pleiss, yang tengah menyelesaikan pekerjaan di bidang manufaktur di Berlin, mengajak rekannya dari Jerman untuk sebuah perjalanan liburan ke India. Keduanya membeli sasis mobil dan membuat bodi untuknya. Ketika mereka bersiap memulai perjalanan, keduanya sadar tidak memiliki persediaan air darurat. Insinyur Jerman itu memiliki akses ke ribuan jeriken yang tersimpan di Bandara Tempelhof. Ia kemudian mengambil tiga buah jeriken dan menyimpannya di bagian bawah mobil.



Keduanya pun memulai perjalanan panjang menuju India. Mereka melaju melintasi sebelas perbatasan negara tanpa insiden dan telah berada di tengah perjalanan melintasi India ketika dicegat pasukan Jerman. Marsekal Hermann Goering mengirim pesawat untuk membawa insinyur Jerman itu kembali ke Jerman. Dalam American Heritage of Invention & Technology Volume 3 disebutkan bahwa sebelum berangkat, sang insinyur telah memberi informasi mengenai spesifikasi dan proses pembuatan jerrycan kepada Pleiss. Setelah insinyur tersebut kembali ke Jerman, Pleiss melanjutkan perjalanan ke Kalkuta. Ia lalu menyimpan mobil tersebut dan kembali ke Philadelphia.


Setibanya di Amerika Serikat, Pleiss memberi tahu para pejabat militer tentang jerrycan, tetapi informasi tersebut hanya dianggap angin lalu meski Perang Dunia II tengah berlangsung. Ia sempat mengirim salah satu jerrycan ke Washington dan Departemen Perang pun sempat melihatnya. Namun, mereka menganggap versi terbaru wadah penyimpanan yang digunakan pada Perang Dunia I sudah cukup baik sehingga tidak perlu ada pengembangan baru –wadah tersebut adalah sebuah tangki berbentuk silinder dengan kapasitas sepuluh galon dan dilengkapi dua penutup sekrup yang membutuhkan kunci pas dan corong untuk menuangkannya.



Sementara itu, pihak Inggris pertama kali menemukan jerrycan selama invasi Jerman ke Norwegia pada 1940, dan sejak saat itu istilah jerrycan, yang kemudian di Indonesia disebut jeriken, marak digunakan untuk menyebut wehrmachtskanister milik Jerman. Belakangan, Pleiss yang tengah berada di London mendapat pertanyaan dari perwira Inggris perihal spesifikasi dan proses pembuatan jeriken. Ia kemudian memerintahkan agar salah satu jeriken yang dimilikinya diterbangkan ke London untuk membuat duplikatnya.


“Dengan cepat, jeriken lebih disukai daripada flimsies, dan barang itu dijual di berbagai toko dengan harga yang sangat tinggi. Pada akhirnya, baik Inggris maupun Amerika berlomba-lomba memproduksi jeriken secara massal, yang akan mengangkut bahan bakar ke seluruh penjuru dunia, sehingga memudahkan gerak maju Sekutu,” tulis Moorhouse.


Besarnya peran jeriken pada masa Perang Dunia II membuat Presiden Amerika Serikat Franklin Delano Roosevelt memuji wadah penyimpanan ini pada 1944: “Tanpa jeriken-jeriken ini, mustahil bagi tentara kita untuk melintasi Prancis.”*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje traveled to Jeddah and Mecca to observe and gather information about Muslims in the Dutch East Indies.
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
transparant.png
bottom of page