top of page

Asal-Usul Jeriken

Hitler memprakarsai sebuah wadah penyimpanan untuk mengantisipasi kendaraan tempur Jerman kehabisan bahan bakar selama pertempuran. Wadah inilah cikal bakal jeriken.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Wadah penyimpanan bahan bakar berkapasitas 20 liter dari Jerman. kiri bentuk wadah sebelumnya; kanan Wehrmacht-Einheitskanister yang diproduksi oleh Nirona pada tahun 1941. (Arche-foto, Burkhart Rüchel/Wikimedia).

6 Mei 2024
4 menit membaca

Diperbarui: 8 Jun

KEBANYAKAN orang tentu sudah tak asing dengan jeriken, yakni wadah tertutup yang dapat menampung cairan mulai dari air, minyak tanah, hingga bensin. Terbuat dari logam maupun plastik, jeriken dilengkapi dengan pegangan sehingga mudah dibawa atau dipindahkan. Wadah ini juga memiliki corong berkepala sempit untuk menuangkan cairan ke wadah lain.


Kemunculan wadah tertutup yang dapat menampung cairan dalam jumlah tertentu ini diprakarsai oleh Adolf Hitler, diktator dan pemimpin Nazi Jerman.


Wadah berbentuk persegi panjang yang terbuat dari baja tekan dan dilengkapi dengan pegangan bawaan ini mulanya disebut wehrmachtskanister atau tangki penyimpanan untuk kebutuhan angkatan bersenjata Jerman (Wehrmacht).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Tragedi Kanjuruhan jadi momen kelam bagi sepakbola dunia, kata Presiden FIFA. Akankah jadi momen pembelajaran untuk berbenah total jua?
Tragedi Kanjuruhan jadi momen kelam bagi sepakbola dunia, kata Presiden FIFA. Akankah jadi momen pembelajaran untuk berbenah total jua?
Depresi Besar dan Perang Dunia II membuat masyarakat AS mendaur ulang karung untuk dijadikan pakaian. Menjadi tren dan diminati hingga memunculkan karung beraneka warna, motif, dan ukuran.
Depresi Besar dan Perang Dunia II membuat masyarakat AS mendaur ulang karung untuk dijadikan pakaian. Menjadi tren dan diminati hingga memunculkan karung beraneka warna, motif, dan ukuran.
Sebelum payung hukum dibuat, mengusut kasus kekerasan dalam rumah tangga bak menegakkan benang basah.
Sebelum payung hukum dibuat, mengusut kasus kekerasan dalam rumah tangga bak menegakkan benang basah.
Tim Garuda Muda tengah “menyala”. Harapan kembali ke pentas olimpiade terbuka lebar setelah absen nyaris tujuh dekade di cabang sepakbola.
Tim Garuda Muda tengah “menyala”. Harapan kembali ke pentas olimpiade terbuka lebar setelah absen nyaris tujuh dekade di cabang sepakbola.
Berkesempatan jadi wakil Asia kedua di Piala Dunia setelah Hindia Belanda, India ditolak keikutsertaannya gara-gara masalah sepele.
Berkesempatan jadi wakil Asia kedua di Piala Dunia setelah Hindia Belanda, India ditolak keikutsertaannya gara-gara masalah sepele.
transparant.png
bottom of page