Hasil pencarian
Cari di situs ini
10076 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
- Ciputra dan Proyek Senen
CIPUTRA, konglomerat Indonesia, wafat pada 27 November 2019 dalam usia 88 tahun. Hidupnya cukup panjang untuk ukuran manusia abad ini. Dia melewati bermacam zaman dan era pemerintahan. Dari kolonialisme Belanda, pendudukan Jepang, era Sukarno, otoritarianisme Soeharto, sampai masa Reformasi. Rina Ciputra Sastrawinata, anak tertua Ciputra, mengatakan ayahnya tidak mengidap penyakit serius sebelum wafat. “Ayah saya meninggal karena usianya,” kata Rina dalam konferensi pers di Artpreneur Ciputra, Jakarta, Kamis 28 November 2019. Ciputra bekerja menangani puluhan perusahaan hingga usia senja. Dia tercatat jarang sakit dan dirawat. Dia lebih sering terlihat sehat dan bugar dalam beragam kesempatan. Sembari berkelakar, dia sempat berbagi rahasia hidup sehat dan bugar.
- Membongkar Sejarah Makam Kalibata
AWAN mendung menaungi Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata Selasa sore, 26 April 2011. Aroma hujan terbawa angin. Bulir-bulir air mulai berjatuhan dari langit. Seorang petugas keamanan yang duduk di depan gerbang utama langsung berdiri dan menanyakan tujuan kedatangan Historia.ID. Merasa tak punya kuasa, dia memanggil rekannya yang lain, yang ternyata juga tak berani memberikan izin masuk ke areal pemakaman. Sejurus kemudian dia menelpon seseorang. “Ini bapak bicara sendiri saja pada atasan,” katanya sambil menyodorkan handphone Nokia type E71 miliknya. “Lapor dulu ke Garnizun Kodam Jaya di Gambir dan Depsos, kalau sudah ada surat izin nanti baru bisa masuk,” kata suara di ujung telpon kepada Historia.ID. Kabar pembongkaran makam Letkol. (Pnb) Heru Atmodjo yang wafat pada 29 Januari itu telah banyak diberitakan media massa. Pembongkaran makam dan pemindahan jasad orang yang disebut-sebut terlibat peristiwa Gerakan 30 September (G30S) 1965 itu pun jadi topik hangat di berbagai situs jejaring sosial.
- Makanan Orang Romawi Kuno
BEBERAPA situs peninggalan bangsa Romawi Kuno bercerita banyak tentang kuliner masyarakatnya. Misalnya, Pompeii dan Herculaneum. Kedua kota kuno di Italia itu ditemukan dalam kondisi terkubur materi vulkanik dari letusan Gunung Vesuvius pada 79 M. “Pengetahuan kita tentang apa yang dimakan orang Romawi terkumpul dari teks, lukisan dinding dan mosaik, serta sisa-sisa makanan mereka yang terawetkan di situs-situs peninggalannya,” tulis Mark Cartwright di Ancient.eu. Makanan bangsa Romawi Kuno berkisar pada empat makanan pokok: sereal, sayuran, minyak zaitun, dan anggur. Makanan laut, keju, telur, daging, dan berbagai jenis buah juga tersedia bagi yang mampu. Orang Romawi Kuno pun mahir dalam memproses dan mengawetkan makanan menggunakan teknik pengacaran, yakni pengasinan dengan garam atau pengasaman dengan cuka, dan penyimpanan dalam madu. Membumbui makanan dengan saus, herba, dan rempah-rempah eksotis adalah elemen penting lain dalam persiapan makanan orang Romawi.
- Awal Mula Orang Nusantara Mengenal Gorengan
PRASASTI Rukam yang ditemukan di Temanggung dari sebelas abad lalu menyebutkan hidangan yang disajikan usai penetapan sima (tanah bebas pajak). Makanan itu diolah dengan cara diasinkan dan dipanggang. Beragam ikan dan daging tak dijelaskan proses pengolahannya. Prasasti-prasasti dari masa Jawa Kuno maupun Bali Kuno lebih sering mencatat makanan yang diolah dengan cara dikeringkan, diasinkan, diasap, direbus, dan dipepes (dikukus). Eny Christyawaty, peneliti Balai Arkeologi Medan, mencontohkan orang Mentawai yang masih mengolah makanan dengan cara seperti itu. Mereka mengolah daging dengan diasap atau direbus; mengasinkan makanan dengan air laut; serta mengolah sagu, keladi, pisang, dan ikan dengan dibakar.
- Gurihnya Sejarah Cah Kwe
CAMILAN kerap menemani aktivitas sehari-hari, mulai dari belajar, bekerja, hingga menonton film atau bermain gim. Tak jarang camilan pun tersedia di meja ruang tamu rumah hingga ruang rapat kantor. Salah satu camilan kesukaan banyak orang adalah cah kwe atau cakwe. Roti goreng berbentuk panjang ini dikenal juga dengan nama you tiao. Selain sebagai camilan, cah kwe juga biasa ditambahkan ke dalam bubur, bakso, atau kembang tahu. Sebagai kudapan populer, tak sulit mencicipi gurihnya cah kwe di Jakarta. Di Pasar Baru misalnya, terdapat kedai yang menjual cah kwe dan kue bantal legendaris, yakni Cakue Koh Atek yang terletak di gang kecil tepat di sebelah Bakmi Gang Kelinci. Koh Atek merupakan generasi kedua penerus ayahnya, Sutikno, yang berjualan cah kwe dan kue bantal sejak tahun 1971. Kedai Cakue Koh Atek buka setiap hari Selasa hingga Minggu, Senin libur. Ia menjadi salah satu destinasi wajib saat berkunjung ke Pasar Baru. Pasalnya, cah kwe olahan Koh Atek tak hanya mekar dengan sempurna, rasanya pun gurih. Tak heran, meski baru berjualan pukul 10.00 pagi, cah kwe olahan Koh Atek biasanya sudah ludes saat siang.
- Lagu Odading
ODADING Mang Soleh di Jalan Baranang Siang No. 5 Pasar Kosambi, Bandung, menjadi terkenal berkat video viral seorang lelaki yang mengulas (review) dengan khas dan ngegas. Seperti ini ulasannya: “Odading Mang Oleh, hmmm…, rasanya seperti Anda menjadi Iron Man. Belilah odading Mang Oleh didieu (di sini) karena lamun teu ngadahar (kalau tidak makan) odading Mang Oleh, maneh teu gaul jeung aing (kamu tidak gaul dengan saya), lain balad aing (bukan kawan saya), g*b**g. Ikan hiu makan tomat, g*b**g mun teu kadieu (kalau tidak ke sini). Odading Mang Oleh, rasanya, a*j**g banget.” Odading adalah roti atau kue goreng khas Bandung. Makanan ini juga ada di berbagai daerah dengan nama beda-beda.
- Odading Rasa Iron Man
“Ikan hiu makan tomat” menjadi trending topic. Susualan atau pantun itu diucapkan oleh seorang lelaki, mungkin penjualnya, dalam video yang viral di twitter. Ia me-review kue odading Mang Oleh di kawasan Bandung. Berikut ini review-nya. “Odading Mang Oleh, hmmm…, rasanya seperti Anda menjadi Iron Man. Belilah odading Mang Oleh didieu (di sini) karena lamun teu ngadahar (kalau tidak makan) odading Mang Oleh, maneh teu gaul jeung aing (kamu tidak gaul dengan saya), lain balad aing (bukan kawan saya), g*b**g. Ikan hiu makan tomat, g*b**g mun teu kadieu (g*b**g kalau tidak ke sini). Odading Mang Oleh, rasanya, a*j**g banget.” Selain menjual odading, Mang Oleh yang bernama lengkap Pak Soleh, juga menjual cakwe. Liputan ayobandung.com menyebut bahwa Pak Soleh telah berjualan odading dan cakwe selama 20 tahun.
- Klepon, Makanan Istana
LETJEN TNI Ahmad Yani, Menteri/Panglima Angkatan Darat, mengirim utusan ke Malaysia pada awal 1965 untuk melakukan penjajakan guna mengakhiri Konfrontasi. Setelah Achmad Yani dibunuh dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965, operasi itu dilanjutkan Mayjen TNI Soeharto. Soeharto membentuk tim operasi khusus yang dipimpin oleh Ali Moertopo. Salah satu anggota tim adalah Des Alwi, anak angkat Sutan Sjahrir, yang bersahabat dengan tokoh-tokoh Malaysia, seperti Tun Abdul Razak, Tunku Abdul Rahman, Tan Sri Ghazali Shafei, sejak sama-sama kuliah di Inggris tahun 1947. Ketika liburan kuliah pada 1948, Des Alwi mengajak Tun Abdul Razak ke Indonesia dan memperkenalkannya kepada Soeharto yang saat itu masih berpangkat mayor. Perundingan dilakukan di Malaysia dan Bangkok, Thailand, pada Mei 1966. Setelah itu, Tun Abdul Razak, Menteri Luar Negeri merangkap Deputi Perdana Menteri Malaysia, diundang ke Indonesia. Presiden Sukarno menerimanya sebagai tamu negara. Meski suasana kedua negara masih tegang, selama pertemuan itu tidak ada kesan kaku.
- Menyapa Si Huma
SEPUCUK surat berkop Sekretariat Negara diterima Partono awal 1980-an. Surat itu ditandatangani Gufran Dwipayana, kepala Pusat Produksi Film Negara (PPFN) –kini, Produksi Film Negara (PFN)– yang juga asisten menteri sekretaris negara bidang mass media/dokumentasi. Isinya, Partono diminta membantu PPFN dalam membuat film animasi. Beberapa hari berselang, Partono mendatangi kantor PPFN di Jalan Otto Iskandardinata Raya, bilangan Kampung Melayu, Jakarta Timur. Sesampai di sana, dia diterima Dwipayana, yang kemudian menjelaskan maksud undangannya dan keinginannya membuat sebuah film animasi yang akan diproduksi dan disokong penuh oleh PPFN. “Pada pertemuan pertama itu belum tercetus tentang Si Huma. Baru sekadar ngobrol tentang kemungkinan produksi serial animasi di tivi saja,” kenang Partono, saat ditemui di studio animasinya di perumahan Pertamina, Rawamangun, Jakarta Timur. Studio animasi ini menempati sebuah rumah yang juga berfungsi sebagai galeri lukisan untuk menyimpan karya beberapa pensiunan pegawai Pertamina.
- Serba-serbi Chernobyl
SIRINE meraung-raung disusul beberapa kali suara dentuman terdengar di beberapa kota di Ukraina sejak Kamis (24/2/2022). Militer Rusia melancarkan operasi militer khusus mulai dari wilayah Donbas hingga Chernobyl setelah Presiden Vladimir Putin memilih opsi militer. Putin beralasan bahwa ia memberi lampu hijau pada penggunaan militer untuk dua alasan. Pertama, melindungi jutaan orang Rusia yang tinggal di Donetsk dan Lugansk di wilayah Donbas, Ukraina Timur. Dua areal itu sejak 21 Februari 2022 diakui Rusia sebagai negara berdaulat: Republik Rakyat Donetsk dan Republik Rakyat Luhansk. “Untuk mengakhiri (genosida) ini, kami akan melakukan demiliterisasi dan denazifikasi Ukraina, sekaligus mengadili mereka yang terlibat atas kejahatan terhadap sipil, termasuk terhadap warga Rusia,” tutur Putin, dikutip Sputniknews, Kamis (24/2/2022). Kedua, untuk memperingatkan Pakta Pertahanan Atlantik Utara NATO agar tidak mengancam keamanan perbatasan Rusia. Putin mengingatkan bahwa sudah tiga dekade Rusia ingin mencapai kata sepakat soal keamanan bersama di Eropa namun tak kunjung terwujud. Situasinya justru makin runyam sejak 1992 lantaran Ukraina merapat ke NATO. Hal itu mengakibatkan ekspansi geostrategis NATO makin dekat 100 mil dari Kremlin. Rusia jelas makin terancam lantaran sangat memungkinkan NATO mendirikan sistem-sistem misil dan basis-basis militer di Ukraina.
- Roro Mendut Menolak Manut
KISAH Roro Mendut merupakan salah satu cerita paling kuat dalam tradisi sejarah dan sastra Jawa, yang menggambarkan perlawanan perempuan terhadap kekuasaan feodal pada masa Kesultanan Mataram. Cerita ini tidak hanya hidup sebagai legenda, tetapi juga menjadi simbol keberanian, cinta, dan harga diri perempuan dalam menghadapi dominasi politik dan sosial. “Mendut nama Den Rara. Artinya, serba lunak menggelombang. Mengambang. Den Rara membutuhkan kepastian, dasar yang kokoh,” catat Y.B. Mangunwijaya dalam Rara Mendut. Roro Mendut diceritakan sebagai perempuan cantik dari wilayah pesisir yang ditangkap dalam sebuah konflik, kemudian dibawa ke istana Mataram. Latar cerita ini dikaitkan dengan masa perkembangan kekuasaan Mataram di bawah pemerintahan Sultan Agung pada abad ke-17.
- Oom, Om, dan Om-om
KELAHIRAN 97 trending topic setelah akun twitter @DDYSTRN memposting foto orang pacaran yang diambil dari akun sosial media TikTok. Pada foto itu, perempuan memberi caption: “pacaran kok seumuran? Sama om om dong.” Perempuan kelahiran tahun 2003 itu menganggap pacarnya yang kelahiran 1997 sebagai om-om. Warganet twitter pun memberikan tanggapan beragam, seperti akun @ditamoechtar mencuit: “Kebangetan ni embrio. 97 dibilang om2. Yg kelahiran 80an apa? Artefak?” Mari kita coba telusuri asal-usul oom, om, dan om-om. Istilah om-om berasal dari sapaan om, dari bahasa Belanda, oom yang artinya paman. Pasangannya adalah tante, juga dari bahasa Belanda. KBBI mengartikan om sebagai “kakak atau adik laki-laki ayah atau ibu” dan “kata sapaan kepada orang laki-laki yang agak tua”.





















