top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10071 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Cola Islami Melawan Hegemoni

    RESEP asli Coca-Cola, yang bahannya hanya berubah sedikit dan satu-satunya salinan tertulis dari resep itu disimpan dalam lemari besi di sebuah bank, dirahasiakan selama bertahun-tahun. Ia dikembangkan di halaman belakang seorang dokter dan ahli kimia John Stith Pemberton. Pemberton lahir 8 Juli 1831 di Knoxville, Crawford County, Georgia. Dia dikenal sebagai “dokter paling terkenal yang pernah dimiliki Atlanta.” Namun, yang melambungkan namanya justru keahliannya di laboratorium, “di mana dia menyempurnakan resep Coca-Cola,” tulis Monroe Martin King dalam situs The New Georgia Encyclopedia, 14 Mei 2004.

  • Bom di Tengah Konferensi Asia-Afrika

    KASHMIR Princess, sebuah pesawat carteran milik Air India berjenis Lockheed L-7492A, lepas landas dari Bandara Kai Tak, Hong Kong, pada 11 April 1955. Sebelumnya, ia mengisi bahan bakar dan menjalani pemeriksaan rutin usai menempuh perjalanan dari Bombay, India. Pesawat membawa delegasi China, juga wartawan dari berbagai negara, yang akan menghadiri Konferensi Asia-Afrika di Bandung. Rencananya, pesawat itu pula yang akan mengangkut Perdana Menteri merangkap Menteri Luar Negeri China Zhou Enlai.

  • Salad, Lezaaat…

    SAMA-sama hobi makan salad, sekelompok orang mendirikan komunitas di dunia maya. Namanya saladjakarta.groupsite.com. Forum ini, sebagaimana terpampang di situswebnya, “adalah komunitas (beta community) penggemar makanan salad untuk daerah Jakarta dan sekitarnya.” Sejak ribuan tahun silam hidangan ini menjadi menu makanan orang di banyak tempat. “Salad mungkin sudah diciptakan ketika manusia pertama makan beberapa jenis tumbuhan –rumput liar dan biji-bijian, bunga, kulit kayu, dan apa saja yang tersedia,” tulis Patty Inglish, penulis dan peneliti asal Central Ohio, di http://hubpages.com.

  • Ada Apa dengan Bendera

    Dalam rubrik Konsultasi Ulama di tabloid Suara Islam edisi 109 (18 Maret-1 April 2011), Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH A. Cholil Ridwan mengharamkan umat Islam untuk memberi hormat kapada bendera dan lagu kebangsaan. Landasannya fatwa ulama Saudi Arabia pada 26 Desember 2003. Pernyataan pribadi Cholil mendapat dukungan dari Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) pimpinan Abu Bakar Baasyir. Sementara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mengharamkan jika niatnya untuk menyucikan bendera; tapi tak masalah jika hanya seremonial. MUI sendiri bilang tak pernah mengeluarkan fatwa haram.

  • Kelezatan Bakteri

    SEJAK ratusan atau ribuan tahun lalu yogurt diyakini sebagai nutrisi kesehatan. Banyak orang mengkonsumsinya secara rutin. Selain meningkatkan daya tahan tubuh, yogurt berkhasiat menurunkan kadar kolesterol jahat dan menyembuhkan radang sendi. Tak ada yang tahu pasti kapan dan bagaimana yogurt ditemukan. Neil R. Gazel dalam Beatrice: From Buildup Through Breakup mencatat apa yang sekarang dikenal sebagai yogurt mungkin sudah dikenal sejak zaman batu. Ia sudah disebutkan dalam Iliad karya Homerus dan Injil. Sementara Don Tribby dalam “Yogurt”, dimuat dalam buku The Sensory Evaluation of Dairy Products karya Stephanie Clark, Michael Costello, Floyd W. Bodyfelt, dan Maryanne Drake menyebut yogurt sudah ada sejak zaman Mesopotamia sekira tahun 5000 SM, tanpa kesengajaan.

  • Siapa Peluk Istri Belanda alias Guling

    SETIAP malam, sebagian dari kita terbiasa tidur dengan memeluk “istri Belanda” (Dutch wife) alias guling. Tanpanya tidur tak terasa nyaman. Tapi di masa lalu, tak semua orang bisa memilikinya. Hanya kalangan atas atau priyayi. Kisah dalam novel Jejak Langkah karya Pramoedya Ananta Toer, menyentil kebiasaan itu. Dalam sebuah percakapan sesama mahasiswa School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA) atau Sekolah Pendidikan Dokter Pribumi, Wilam membicarakan lelucon-lelucon dari kehidupan tuan tanah bangsa Inggris kepada sahabat-sahabatnya, termasuk Minke. “Tahu kalian apa sebab di dalam asrama tidak boleh ada guling?”

  • Pembuka Jalan Gerakan Perempuan

    USIANYA 87 tahun. Tapi kesehatannya terbilang masih baik. Dia masih suka minum kopi. Bicaranya masih lancar. Hanya kaki kirinya saja lumpuh. Dia pun hanya bisa berbaring di ranjang, di sebuah kamar berukuran 3 x 4 meter, di rumah anak seorang teman di Jalan Tegalan, Matraman, Kampung Melayu, Jakarta Pusat. Awal Februari lalu, bersama beberapa teman, saya menjenguknya. Walau sakit, dengan bersemangat dia menjawab tentang gerakan perempuan saat itu. Bahkan dia sempat menantang begini, “Ayo mau tanya apa lagi?” Umi Sarjono lahir di Semarang pada 24 Desember 1923. Dia mengenyam pendidikan di Semarang sampai kuliah di Akademi Sosial Politik, lalu melanjutkan sekolahnya di Jakarta pada 1950-an. Di masa Jepang, Umi membuka warung di depan markas tentara Peta, yang digunakan sebagai pos penghubung antara para aktivis di markas itu dengan kelompok gerakan komunis bawah tanah. Dia sendiri dan suaminya, Sukisman (seorang pemimpin PKI), menjadi anggotanya.

  • Mengabadikan Cinta Melalui Surat Cinta

    KATA-KATA tertulis membekukan momen-momen cinta; bergejolak penuh harap atau menyerah kalah. Ketika penyair Roma, Ovid, menjalani masa pembuangan di Tomis, Laut Hitam, karena dianggap membahayakan moral bangsa Roma, surat cintanya bagi istri ketiganya penuh nada penyesalan dan kerinduan: “Semoga Tuhan mengizinkanku kembali melihatmu. Jika itu terjadi, aku akan mencium kedua pipimu; dan memeluk tubuhmu yang menjadi kurus sambil berkata, “ini semua akibat kegelisahan, yang aku sebabkan,” serta menangis tersedu-sedu mengingat kembali semua kesedihanku langsung di hadapanmu…”

  • Perempuan dan Sabuk Hijau

    KENYA, musim dingin 1999. Seorang perempuan tua menanam pohon di hutan rakyat Karuna di Nairobi sebagai bentuk protes atas kerusakan hutan. Namun, tak lama kemudian, sejumlah orang yang bekerja pada pengembang real estate menebangnya. Petugas keamanan pengembang lalu menyerang perempuan itu dan kelompoknya. Kepalanya kena bacok. Beberapa orang terluka.

  • Tokek… Tokek… Tokek…

    POSTURNYA tinggi, dibalut stelan putih-putih. Dia tampak bugar di usianya yang sudah uzur. Bahasa Indonesianya lancar, meski hampir 30 tahun meninggalkan Indonesia. “Indonesia adalah rumah kedua saya,” kata Horst Henry Geerken, saat menghadiri sebuah acara bedah buku di Jakarta. Geerken pernah tinggal di Indonesia pada 1963. Seharusnya dia hanya tinggal 3-4 tahun, tapi akhirnya sampai 18 tahun (hingga 1981). Dari seringnya melakukan perjalanan dinas dan pribadi, Geerken belajar menghargai Indonesia dan masyarakatnya. Dia lalu menjalin pengalaman pribadinya selama masa kekacauan politik dan rekonstruksi ekonomi Indonesia dalam sebuah buku dengan judul unik: Der Ruf des Geckos atau Panggilan Tokek. Tapi, mengapa tokek?

  • Boikot Film

    FILM-film impor, Hollywood maupun non-Hollywood, tak tayang lagi di bioskop-bioskop di Indonesia. Ini bagian dari ptotes Motion Picture Association of America (MPAA) dan Ikatan Perusahaan Film Impor Indonesia (Ikapifi) terhadap kebijakan Direktorat Jenderal Bea Cukai yang menerapkan bea masuk atas hak distribusi film impor. Kebijakan pemerintah itu menuai polemik. Ada yang menganggap kualitas film Indonesia masih jauh dari harapan, dan adanya film impor justru bisa membuat para insan film nasional belajar dari segi ide maupun teknik. Sebagian menilai selama ini pajak film impor terlalu kecil; cuma Rp 2 juta per kopi. Sementara besar pajak produksi film nasional saat ini sekira 10% dari keseluruhan pagu anggaran produksi sebuah film. Misalnya, film berbiaya produksi Rp 5 milyar, kena pajak Rp 500 juta. Jadi, ada masalah ketidakadilan, yang sudah lama menghimpit perfilman nasional.

  • Di Balik Pembalut

    Sri sudah mengenal pembalut modern ketika sekolah menengah pertama. Tapi meski haid datang, dia lebih memilih pembalut bikinan sendiri dari bahan kain “karena orangtua mengajarkannya seperti itu.” Meski tak ada kriteria khusus, biasanya kain yang dipakai adalah handuk atau kain bekas yang berdaya serap tinggi. Tinggal melipat-lipat lalu menaruhnya pada celana dalam. “Layaknya pembalut zaman sekarang aja. Cuma kalo sekarang kan pake perekat, kalo dulu pake peniti,” ujar Sri Wiediati, ibu rumahtangga asal Tangerang berusia 40 tahun.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page