Hasil pencarian
Cari di situs ini
10070 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
- Patriotisme China dan Vas Porselen
KETIKA situasi ekonomi sedang sulit, dan inflasi menekan pertumbuhan ekonomi sebuah negara, harga patriotisme turut-naik bersamanya. Dalam sebuah lelang di London bulan ini, sebuah vas porselen China dari abad ke-18 memecahkan rekor ketika terjual dengan harga 68 juta dolar. Kabar ini tak disambut baik oleh pejabat pemerintah China, yang mencemaskan penggelembungan aset dan kemarahan masyarakat karena kesenjangan pendapatan yang besar. Berkembang spekulasi bahwa vas berusia ratusan tahun itu merupakan sebagian kekayaan China yang dijarah tentara Inggris ketika mereka menyerang istana di Beijing saat Perang Opium dari 1856 hingga 1860. Anehnya, spekulasi ini tak mengundang kecaman, baik dari forum internet yang biasanya vokal menanggapi kabar seperti ini maupun media resmi pemerintah.
- Batak dalam Tanda Kutip
Pada Juni 1993, Daniel Perret, seorang Prancis dengan kemampuan cakap berbahasa Indonesia, datang kepada Usman Pelly, antropolog senior Universitas Negeri Medan. Perret membincangkan rancangan riset doktoralnya yang prestisius sekaligus sensitif mengenai identitas Batak dan Melayu sepanjang periode kolonialisme. Sejak 1990 sampai 1993, Perret menggelar penelitian lapangan dengan cakupan wilayah Indonesia timur laut –tempat manipulasi identitas Batak dan Melayu dibangun untuk kepentingan para kapitalis perkebunan.
- Satelit Mata-mata Terbesar
MINGGU malam lalu, 21 November, Amerika meluncurkan sebuah satelit mata-mata di Pangkalan Udara Tanjung Canaveral, Florida. Ia adalah satelit kedua dalam tiga bulan terakhir yang diluncurkan National Reconnaissance Office (NRO), sebuah badan intelijen Amerika yang bertugas mendesain, membuat, dan membangun satelit mata-mata bagi pemerintah Amerika. NRO merahasiakan detail spesifikasinya, namun sebagaimana di laporkan oleh CNN, Direktur NRO Bruce Carlson mengumumkan September lalu bahwa badan tempat dia bekerja akan “menaruh satelit terbesar di dunia” di atas Roket Delta dan meluncurkannya musim gugur ini. Dia juga menambahkan bahwa misi satelit NRO itu “adalah peluncuran paling agresif yang pernah dilakukan oleh NRO dalam 20 tahun terakhir.”
- Planet Baru di Luar Galaksi
SEJAK pertengahan 1990-an, secara berkala para astronom menemukan planet-planet di luar tata surya, yang disebut eksoplanet. Hingga saat ini setidaknya ditemukan 500 eksoplanet yang terbentuk tak jauh dari Bima Sakti. HIP 13044b adalah eksoplanet terbaru yang ditemukan para ilmuwan, sebuah bintang tua yang mengorbit di Bima Sakti sebagai induknya. Para astronom memperkirakan bintang itu adalah sisa dari sebuah galaksi berukuran kecil yang pernah mengorbit di sekeliling Bima Sakti. Sebelumnya, pada 2010, para astronom juga menemukan lima planet baru bersuhu amat tinggi, lebih panas dari suhu lava yang meleleh.
- Air Mengalir Sampai Banjir
Batavia, 1 Januari 1892. Selama delapan jam lebih, hujan turun begitu lebatnya. Saluran air tak mampu menampung limpahan air. Banjir pun melanda. Sejumlah rumah terendam banjir. Rel kereta api Batavia-Buitenzorg (kini Bogor) nyaris terendam di daerah sekitar Pasar Minggu. Setahun berselang, banjir kembali melanda. Kali ini banyak perkampungan dan bagian kota yang lebih modern ikut terendam seperti Kampung Kepu, Bendungan, Nyonya Wetan, dan Kemayoran. Banjir tak hanya merusak jalan-jalan di Weltevreden, “tapi juga merusak perekonomian,” tulis Restu Gunawan dalam Gagalnya Sistem Kanal. Singkat kata, “banjir yang terjadi tahun 1893 mengakibatkan Batavia terendam.”
- Awal Mula Pembangunan Ancol
FOTO gettyimages.com di atas memperlihatkan Presiden Sukarno dan Guntur Sukarnoputra, yang saat itu berusia 12 tahun, mengendarai Dumbo, salah satu wahana paling menarik di Disneyland, Amerika Serikat, pada 4 Juni 1956. Selama kunjungan itu, hampir setahun setelah taman hiburan itu mulai dibuka, Sukarno menikmati dan menunjukkan antusiasme yang sama seperti putranya.
- Sukarno di Usia 29
JAGAD sosial media Twitter sedang dihebohkan oleh perkara keributan fans K-Pop garis keras. Terkuak dari bocornya rekaman obrolan virtual bertajuk bertajuk “Safa Space”. Alih-alih diskusi sehat, isi perbincangan lebih cenderung merundung. Seorang fans yang mengaku aktivis HAM ingin menyeret netizen bernama Safa ke meja hijau karena tidak terima idolanya dihina. Ia sesumbar melakukan itu lantaran merasa punya kuasa. Ancamannya makin menjadi dengan mendaku diri anak personel TNI, kakak calon suami yang kapolda, hingga dosennya kader Golkar.
- Bukan Belantara Sukarno
SUATU hari seorang bapak bersama anaknya dari Maluku menemui Sukarno di istana. Ketika bertemu, si bapak memberikan seekor burung Nuri Raja khas maluku yang elok dan langka. “Jadi, Bapak menyerahkan burung ini kepada saya? Saya boleh berbuat apa saja kepada burung ini?” tanya Sukarno.
- Ashoka, Raja Pelindung Satwa
SEJAK berabad-abad silam, kesadaran atas lingkungan tumbuh di India. Catatan-catatan yang tertinggal dalam pilar-pilar dan batu besar di seluruh negeri mengungkap fatwa-fatwa Raja Ashoka, yang begitu sering dipuji dalam legenda Buddha, tentang perlindungan satwa.
- Ratu Adil Memimpin Gerinda
PADA Juni 1930, seorang pangeran tradisional dan kurang pendidikan dari Yogyakarta, paman dari Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Pangeran Suryodiningrat, mendirikan PKN (Pakempalan Kawula Ngayogyakarta atau Perkumpulan Warga Yogyakarta). Hanya dalam waktu satu tahun, tepatnya pada Mei 1931, PKN mengklaim memiliki anggota hampir 260 ribu orang. Dengan demikian, jumlah anggotanya di wilayah Yogyakarta sama dengan jumlah anggota Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Menurut M.C. Ricklefs dalam Sejarah Indonesia Modern 1200-2008, perpaduan antara banyaknya keluhan petani selama depresi dan daya tarik seorang pemimpin kharismatik berdarah bangsawan telah memberi PKN kekuatan yang tidak dimiliki oleh gerakan-gerakan terpelajar perkotaan.
- Menengok Kisah Masa Kecil Sukarno dan Soeharto
SELALU menarik untuk melihat bagaimana pengalaman masa kecil seorang tokoh, terutama ketika dia kelak menjelma menjadi seorang pemimpin bangsanya. Pada otobiografinya masing-masing, Sukarno dan Soeharto, pernah merefleksikan masa kecilnya dan memaknainya sendiri-sendiri. Sukarno dalam Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia mengisahkan masa kecilnya yang lekat dengan ibunya, Ida Ayu Nyoman Rai. Sosok ibu begitu kuat mempengaruhi pembentukan sikap masa kanak-kanaknya. “...Aku tidak punya apa-apa di dunia ini selain daripada ibu, aku melekat kepadanya karena ia adalah satu-satunya sumber pelepas kepuasan hatiku,” kenang Sukarno dalam otobiografinya.
- Revolusi Seksual Alfred Charles Kinsey
PADA 1938, Universitas Indiana mempercayakan matakuliah Pernikahan yang membahas seksualitas manusia kepada Alfred Charles Kinsey. Kinsey dikenal sebagai zoolog cemerlang. Riset-risetnya di bidang taksonomi dan evolusi mengibarkan reputasinya di kalangan ilmuwan Amerika.





















