Hasil pencarian
9628 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
- Bersiasat di Zaman Normal
SABTU pagi, 7 Januari 1978. Setelah berkumpul di Universitas Katolik Atmajaya, dengan menumpang empat metromini, sekitar 100 mahasiswa dari perwakilan sejumlah Dewan Mahasiswa bergerak ke Gedung DPR/MPR di Senayan. Setiba di sana, tentara Kodam V Jaya, lengkap dengan pasukan anti huru-hara, mengadang.
- Api Abadi Pemimpin Revolusi
RASA lelah dan kantuk langsung lenyap saat saya melihat Che Guevara dari kejauhan. Dia berdiri gagah. Sorot matanya tajam. Raut mukanya, yang dihiasi alis tebal dan jambang lebat, mengguratkan keteguhan sikapnya. Ia mengenakan baret dan seragam militer. Tangan kanannya menggenggam senjata, sementara lengan kiri yang terbalut perban menekuk ke perut.
- Juragan Tembakau dari Parakan
MULUT Jalan Jumadi (dulu bernama Jalan Sebokarang) seakan membuka halaman dari buku tua. Dinding-dindingnya penuh mural. Sekitar seratus meter ke dalam, sebuah rumah tua berdiri kokoh dan menyimpan kisah kejayaan keluarga terpandang di Parakan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Kemegahan masa lalunya masih terlihat jelas pada pelataran luas berlantai lempengan batu kali yang kokoh. Untuk mencapai beranda, terdapat tiga anak tangga. Beranda itu memiliki langit-langit tinggi. Struktur kuda-kudanya berwarna cokelat manggis tampak megah dan kokoh. Penghuni rumah ini bisa dikenali dari aksen huruf di gerbang besi yang bertuliskan: “SKI”, singkatan dari Siek Kiem Ing.
- Melawan Belanda dengan Berenang di Kolam Renang Manggarai
MELAWAN Belanda bisa tanpa senjata. Itulah yang dilakukan Mangombar Ferdinand Siregar, tokoh olahraga Indonesia, yang sejak kecil suka olahraga renang. Sepulang sekolah, ia dan teman-temannya dari kawasan Menteng Pulo biasa “balap renang” di kali Banjir Kanal atau Kali Keroncong, Manggarai, Jakarta.
- Prabowo Berenang di Manggarai
WAKTU dilantik menjadi presiden Republik Indonesia kemarin, dalam pidatonya Prabowo Subianto Djojohadikusumo menyinggung soal rasialisme. Lulusan The American School London ini jelas tahu apa itu rasialisme, bahkan dalam praktiknya yang terjadi di zaman sebelum dia lahir.
- Dari Gas hingga Listrik
SEBUAH berita singkat dimuat koran De Locomotief edisi 10 Oktober 1895. Isinya: Otto Samuel Knottnerus, direktur Nederlandsch Indische Gasmaatschappij (NIGM), berlayar ke Hindia Belanda dengan kapal uap Gedé milik Rotterdam Lloyd. Tujuannya, “memeriksa pabrik-pabrik perusahaan di Batavia dan Surabaya.
- From Gas to Electricity
A brief news item appeared in the October 10, 1895 edition of the newspaper De Locomotief . It read: Otto Samuel Knottnerus, director of the Nederlandsch-Indische Gasmaatschappij (NIGM), sailed to the Dutch East Indies on the Rotterdam Lloyd steamship Gedé . His purpose was "to inspect the company's factories in Batavia and Surabaya". Knottnerus had just been appointed director of NIGM following the death of B.P. van Ijsselstein, who had previously led the company for 15 years. He felt it necessary to make this trip to find out why the company was struggling to grow. He wanted to see the company, the condition of its factories, and its operations firsthand, as well as negotiate with the local government on various matters.
- Presiden yang Memilih Hidup Melajang
ACARA pelantikan presiden juga menjadi momen untuk memperkenalkan ibu negara yang nantinya akan mendampingi presiden dalam menjalankan tugas kenegaraan hingga periode masa jabatannya berakhir. Namun tak semua presiden memiliki pasangan atau berstatus menikah. James Buchanan salah satunya. Presiden ke-15 Amerika Serikat itu merupakan satu-satunya presiden yang berstatus lajang dalam sejarah Amerika. Ia juga dikenal sebagai satu-satunya presiden yang terpilih dari Pennsylvania.
- Memburu Njoto
ISTANA Bogor dipenuhi oleh para menteri Kabinet Dwikora pada 6 Oktober 1965. Itulah rapat kabinet pertama setelah Peristiwa Gerakan 30 September (G30S) 1965. Dari semua menteri yang dipanggil, hanya D.N. Aidit (Menteri Koordinator merangkap Wakil Ketua MPRS) dan Jenderal Nasution (Menteri Koordinator Pertahanan dan Keamanan merangkap Kepala Staf Angkatan Bersenjta/KSAB) yang absen.
- Plus-Minus Belajar Sejarah dengan AI
ARTIFICIAL Intelligence (AI) alias Kecerdasan Buatan –atau ada yang menyebutnya Akal Imitasi (AI)– jadi lompatan teknologi tak terhindarkan yang mengisi banyak ruang kehidupan, salah satunya pendidikan. Kendati tetap ada plus-minus yang mesti diperhatikan, AI sangat mungkin diterapkan pula dalam pembelajaran sejarah.
- Azab Pemburu Cut Meutia
TEUKU Raja Sabi sedang memancing ditemani seorang pengawal pada suatu hari. Si pengawal berdiri tidak jauh di dekatnya. Teuku ditemani pengawal karena ibunya, Cut Meutia, sedang tidak bisa menemaninya. Waktu itu, Cut Meutia baru sebulan menjanda setelah kematian Pang Nangroe, ayah tiri Raja Sabi. Ini adalah kedua kalinya Cut Meutia menjanda karena tentara Belanda.
- Membentang Sejarah Pakaian Garis-garis
TAK sulit menemukan pakaian bermotif garis vertikal maupun horizontal di toko-toko busana. Layaknya tren fashion yang tengah populer dan digandrungi berbagai kalangan, beragam jenama mode seakan berlomba memamerkan koleksi mereka dengan motif ini. Desain pakaian bermotif garis-garis ini pun beraneka rupa, ada yang memadukan dua warna atau lebih ke dalam satu pakaian, tak sedikit pula yang berani berkesperimen dengan menggabungkan motif garis vertikal dan horinzontal agar terlihat lebih menarik.





















