Hasil pencarian
9631 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
- Akhir Tragis Sang Penerbang Legendaris
BERTAHUN-tahun manusia mempelajari dan mencari cara untuk dapat terbang seperti burung. Ketika Joseph-Michel dan Jacques-Étienne Montgolfier mendemonstrasikan balon udara di Prancis pada 1783, orang-orang berdatangan untuk melihat langsung bagaimana sebuah keajaiban bekerja. Perhatian terhadap balon udara semakin tinggi ketika pada 21 November 1783, Jean-François Pilâtre de Rozier and François Laurent d’Arlandes menerbangkan balon udara yang dirancang oleh Montgolfier bersaudara. Setelah itu, mimpi manusia untuk dapat terbang tak lagi isapan jempol belaka.
- Anak-anak Tukang Emas Mendukung RI
SEBUAH pesawat tempur Jepang mendarat di daerah Purwakarta semasa pendudukan Jepang. Namun keadaannya tidak sedang baik-baik saja. Pesawat itu tertembak jatuh di atas sebuah perkebunan teh bernama Soekadingin. Pilotnya kemudian diselamatkan keluarga Mr. Gondokusumo –tokoh pergerakan nasionalis– yang sedang mengungsi di daerah itu.
- Tang-Ting-Tung Sejarah Mesin Hitung
MULANYA manusia menggunakan jari tangan dan kaki sebagai alat hitung. Lalu, untuk melengkapi variabel penjumlahan dan pengurangan, manusia menyertakan batu, kerang, dan benda lainnya. Seiring kebutuhan perhitungan yang kian kompleks, teknologi alat hitung pun diciptakan. Ia terus mengalami perkembangan, dari segi fungsi hingga kemudahan dalam penggunaannya. ERA MANUAL Abacus Abacus atau dekak-dekak, menjadi alat hitung pertama ciptaan manusia. Orang Indonesia mengenalnya dengan nama sempoa. Sekira 2000 SM, bangsa Sumeria sudah menggunakan alat ini untuk menghitung hasil bumi, ternak, hingga perdagangan. Namun, beberapa ahli berpendapat alat ini ditemukan bangsa Tiongkok. Selama berabad-abad abacus digunakan di seluruh belahan dunia untuk pekerjaan aritmatika seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Mistar Hitung Edmund Gunter (1581-1626), matematikawan asal Inggris, menemukan alat hitung dengan menggunakan skala logaritma tunggal yang dikenal dengan nama mistar hitung ( slide rule ). Ia menggunakan konsep logaritma yang dikemukakan John Napier, seorang ahli matematika asal Skotlandia. Tidak hanya sebagai alat hitung matematika dasar, mistar hitung juga digunakan untuk kepentingan navigasi, mengkonversi waktu, jarak, kecepatan, suhu, sampai penggunaan bahan bakar. ERA MEKANIK Pascaline Blaise Pascal (1623-1662), matematikawan asal Prancis, memperkenalkan mesin hitung mekanik pada 1642 yang disebut kalkulator Pascal atau Pascaline. Alat ini dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan dua angka secara bersamaan serta dapat mengalikan dan membagi secara berulang. Leibniz Wheel Gottfried Leibniz (1646-1716), filsuf Jerman, mengembangkan Pascaline menjadi kesatuan alat hitung terpadu dengan nama “Leibniz wheel”. Sayangnya, kalkulator mekanis ini gagal diproduksi. Arithmometer Pada 1820, Charles Xavier Thomas de Colmar (1785-1870), penemu Prancis, mematenkan kalkulator mekanik dengan nama Arithmometer. Alat ini dipasarkan di sejumlah negara Eropa dan cukup andal digunakan di kantor-kantor. Grant Pada masa kejayaan arithmometer, inovasi kalkulator mekanik berpindah melintasi Atlantik. Sekira tahun 1877, George Barnard Grant (1849-1917) dari Amerika, membuat kalkulator dengan pengembangan fungsi penjumlahan menggunakan pemutar tangan. Comptometer Dorr Eugene Felt (1862-1930), inventor Amerika Serikat, memperkenalkan kalkulator dengan tombol tekan sekira tahun 1887. Curta Teknologi dan model kalkulator mekanik terus berkembang, hingga tahun 1948 muncul kalkulator Curta sebagai alat hitung yang memenuhi keinginan pasar. Curta, dikembangkan Curt Herzstark (1902-1988), merupakan kalkulator saku pertama di dunia. ERA ELEKTRONIK Colossus Colossus, merupakan alat pemecah kode berbasis elektronik pertama, yang didesain Tommy Flowers (1905- 1998), insinyur dari Inggris, sekira tahun 1944. Collosus hanya menghitung algoritma Bollean, struktur aljabar yang mencakup intisari operasi logika dasar AND, OR, dan NOT. ENIAC ENIAC ( Electronic Numerical Integrator And Computer ) adalah kalkulator elektronik pertama, yang dikembangkan militer Amerika Serikat selama Perang Dunia II, untuk memecahkan perhitungan sulit. Sekalipun ENIAC dapat menghitung 1000 kali lebih cepat, ukurannya masih super besar. Ketika selesai dibuat pada Februari 1946, tugas pertama ENIAC adalah menghitung konstruksi bom hidrogen. ANITA Pada 1961, Control Systems LTD di Inggris memperkenalkan ANITA ( A New Inspiration To Arithmetic atau A New Inspiration To Accounting ) sebagai kalkulator elektronik meja pertama dengan merek dagang Bell Punch Company. Dalam kurun empat tahun, 10.000 unit dijual ke seluruh dunia. Pesaing pun bermunculan, seperti Friden 130 series pabrikan Amerika Serikat, IME 84 pabrikan Italia, dan Sharp Compet CS10A pabrikan Jepang. Perottina Sering disebut sebagai Programma 101. Mesin hitung ini mampu melakukan penambahan, pengurangan, perkalian, pembagian, akar kuadrat, nilai absolut, dan fraksi. Perottina diciptakan Pier Giorgio Perotto (1930-2002) dan diproduksi oleh Olivetti, produsen Italia. MIKROCHIP LE-120 Handy Busicom, sebuah perusahaan Jepang, pada 1970 memperkenalkan LE-120 Handy, kalkulator dengan menggunakan layar LED ( light emitting diode ) berdaya baterai AA dan dapat ditaruh pada kantung baju. Elektronoka MK-52 Dikembangkan Rusia pada 1983-1992 sebagai kalkulator cadangan komputer pesawat antariksa Soyuz yang dilengkapi kartu memori penyimpanan program. HP-41C Tahun 1979, Hewlett-Packard mengeluarkan HP-41C yang dilengkapi pembaca barcode , kaset mikro, disket, gulungan kertas cetak thermal , dan dapat dikoneksikan dengan alat komunikasi. VIRTUAL Sharp PC-1211 Awal 1980, kalkulator saku dan meja telah menggunakan layar LCD. Ia dioperasikan dengan membran silikon, sumber daya panel surya atau baterai kancing, yang semakin awet dipakai. Sharp PC-1210 dan PC-1211 menjadi perintis kalkulator berbasis komputer saku. Keduanya menggunakan papan tuts qwerty , layar LCD dengan 24-digit alfanumerik, dan menggunakan program bahasa BASIC. Casio fx-7000G Medio 1985, Casio mengembangkan kalkulator grafik pertama dengan model Casio fx-7000G yang memungkinkan pengguna membuat program aplikasi teknik, sains, dan pendidikan. TI-81 Era 1990-an fungsi kalkulator semakin kompleks, Texas Instruments mengembangkan TI-81 yang memiliki fungsi gambar 2D dan 3D, fungsi pembaca suhu, ramalan cuaca, koneksitas WiFi, hingga layar monitor yang memudahkan pengguna saat mengajar atau presentasi. BellSouth/IBM Simon Personal Communicator Akhirnya, fungsi kalkulator melekat pada alat elektronik lainnya seperti telepon genggam, PDA, hingga tablet. Terobosan ini dimulai tahun 1993 oleh IBM dengan merek BellSouth/IBM Simon Personal Communicator, yang kemudian diikuti produsen besar lainnya seperti Nokia, Ericsson, Blackberry, dan Apple.* Majalah Historia Nomor 26, Tahun III, 2015
- Ketika Tahun Baru Warga Palembang Berubah Haru
MENJELANG malam pergantian tahun 2024 ke 2025, Penjabat Walikota Palembang Cheka Virgowansyah melarang masyarakat memasang petasan. Para pedagang kaki lima juga dilarang berjualan di titik-titik yang telah ditentukan. Imbauan yang disampaikannya lewat surat edaran itu bertujuan untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan di berbagai titik keramaian kota.
- Presiden Jimmy Carter dalam Memori
SETELAH berjibaku dengan melanoma yang memicu metastasis pada otak dan livernya hampir dua tahun belakangan ini, Jimmy Carter menghembuskan nafas terakhir di usia 100 tahun. Presiden Amerika Serikat ke-39 itu wafat di kediamannya di Plains, Georgia pada Minggu (29/12/2024) petang meski baru akan resmi dimakamkan dengan upacara kenegaraan pada Kamis (9/1/2025).
- Propaganda Wortel Inggris Melawan Jerman dalam Perang Dunia II
SUDAH menjadi pengetahuan umum bahwa mengonsumsi wortel baik untuk kesehatan mata. Berangkat dari manfaat sayuran berwarna oranye yang mengandung Vitamin A itu, tersebar rumor di masyarakat Inggris pada masa Perang Dunia II bahwa wortel juga dapat meningkatkan kemampuan melihat dalam gelap.
- Pemberontakan yang Gagal di Akhir Tahun
MALAM mulai menjelang saat seorang pria mendatangi sebuah rumah dengan pekarangan luas di kawasan Batavia pada 28 Desember 1721. Setelah diizinkan masuk dan bertemu pemilik rumah, pria itu mengabarkan bahwa ia bersama pasukannya telah siap memasuki kota.
- Gemuruh Sejarah Panser Biru
CATATAN buruk PSIS di Liga 1 musim 2024-2025 pada periode “Boxing Day” berlanjut hingga bikin salah satu basis suporter fanatiknya, Panser Biru, prihatin. Usai keok 1-3 dari Malut United di kandang sendiri, Stadion Jatidiri, pada 22 Desember 2024, klub besutan Gilbert Agius asal Malta itu hanya memetik hasil imbang 0-0 kala bertandang ke Barito Putra di laga penutup akhir tahun, Minggu (29/12/2024).
- Raden Mattaher dan Durian di Muaro Jambi
SETELAH minggu kedua bulan Desember adalah waktu yang tepat untuk makan durian di sekitar Muaro Jambi. Di poros jalan antara kota Jambi menuju arah Candi Muaro Jambi, pedagang-pedagang durian banyak terlihat. Harga durian di pinggiran jalan itu relatif murah. Apalagi jika mau berburu ke arah Kumpeh, sebuah kecamatan di Kabupaten Muaro Jambi.
- Barongko, Santapan Raja dan Kesukaan Presiden
DARI bentuk dan bungkusnya yang berbahan daun pisang, tak ada yang istimewa dari makanan asal Sulawesi Selatan itu. Bentuknya umum, trapesium. Pun bahan-bahan pembuatnya, seperti pisang dan gula, umum digunakan pada kue-kue basah atau makanan-makanan lain dari berbagai daerah di nusantara. Tapi siapa sangka, Barongko, nama kue itu, dulu merupakan makanan bergengsi.
- Korps Wanita yang Menghadapi Dua Front
SAAT kepulan gas makin pekat, taruna remaja Lena Derricott (diperankan Ebony Obsidian) kian gelisah hingga ia melepaskan masker gas dan keluar ruangan latihan untuk menyerah. Instruktur Kapten Charity Adams pun menegur keras lantaran itu jadi kali kedua Lena menyerah pada salah satu sesi latihan dasar (latsar) di Fort Oglethorpe, Georgia, Amerika Serikat.
- Senembah Tan Malaka
NUN jauh di Zurich, Swiss sana, terdapat bangunan megah bernama Villa Patumbah. Nama villa itu tak berbau Eropa, melainkan mirip nama sebuah daerah di Sumatra Utara. Villa itu dibantung Karl Fürchtegott Grob (1830-1893) setelah dia kaya sepulang dari Sumatra.






















