top of page

Hasil pencarian

9869 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Mementaskan Pantomim di Hadapan Jenderal hingga Pemabuk

    KAMPUS Institut Kesenian Jakarta (IKJ) sepi Sabtu, 10 Desember 2022petang itu. Hujan belum lama reda tapi sejuknya hawa masih tersisa. Suasana itu mengiringi perasaan sendu aktor watak Andi Wahyuddin Unru alias Yayu Unru saat mengingat dua sosok almarhum senior sekaligus mentornya dalam seni peran, khususnya mime atau pantomim: Sena Adiatmika Utoyo dan Didi “Petet” Widiatmoko. Yayu terduduk di ujung anak tangga di muka Teater Luwes. Di sisi kanan bidang tembok teater itu menampakkan wajah Sena A. Utoyo dalam bentuk mozaik yang terbuat dari lakban hitam sederhana, lengkap dengan tanggal lahirnya, 7/7/53 (7 Juli 1953) dan tanggal wafatnya, 7/11/98 (7 November 1998). Mozaik serupa di sebelah kiri dari pintu utama teater membentuk wajah Didi Petet, juga dengan tahun kelahiran, 1956, dan tahun mangkatnya, 2015. Keduanya merupakan aktor cum dosen IKJ yang mendirikan salah satu kelompok yang mempopulerkan seni pantomim di Indonesia pada era 1980-an, Sena Didi Mime (SDM).

  • Kisah Perseteruan Ajengan Yusuf Tauziri vs Kartosoewirjo (2)

    DESEMBER 1948, Belanda memutuskan untuk tidak lagi terikat dengan Perjanjian Renville. Keputusan tersebut diikuti dengan aksi penyerangan militer mereka ke Yogyakarta hingga menguasai ibu kota RI itu. Sukarno-Hatta dan para menterinya pun ditawan. Militer Indonesia merespon penyerangan tersebut dengan Perintah Kilat yang dikeluarkan oleh Panglima Besar Jenderal Soedirman. Salah satu turunan dari perintah itu adalah memulangkan Divisi Siliwangi ke Jawa Barat guna mengobarkan kembali perang semesta melawan Belanda. Menurut Syarif Hidayat, Ajengan Yusuf Tauziri sudah memperkirakan Belanda akan mengingkari Perjanjian Renville dan Divisi Siliwangi akan dipulangkan kembali ke Jawa Barat. Karena itu, dia kemudian memerintahkan kepada para pengikutnya untuk bersiap menyambut kedatangan mereka.

  • Kartosoewirjo Hampir Tertangkap

    JENDERAL TNI A.H. Nasution, Kepala Staf Angkatan Bersenjata, menerima telepon dari Mayor Jenderal TNI Ibrahim Adjie, Panglima Divisi Siliwangi, yang melaporkan bahwa Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo, imam DI/TII, terlah ditangkap. Besoknya, Nasution terbang ke Bandung. Dia bersama Ibrahim Adjie pergi ke Cipanas untuk menyaksikan dan mendengar laporan peristiwa penangkapan Kartosoewirjo. "Saya mendengar laporan terperinci," kata Nasution dalam Memenuhi Panggilan Tugas Jilid 5. Termasuk laporan tentang Kartosoewirjo yang pernah hampir tertangkap.

  • Mula Lorem Ipsum

    “LOREM ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit...” Sering mendapati penggalan kalimat nonsense ini? Tak perlu Anda menerjemahkannya, karena rangkaian kata-kata itu tak ada maknanya. Kalimat zonder arti itu seringkali kita dapati di sekolah, kampus, ataupun berbagai tempat kerja. Gunanya sebagai peraga penempatan teks dan lazim digunakan agar si pembuat atau penanggap lebih fokus kepada desain tata letak, bukan terhadap isi tulisan atau makna kata-kata peraganya. “Kata-kata itu sudah digunakan mungkin sejak adanya kemajuan (teknologi) percetakan, dan sejatinya berasal dari penggalan kalimat Latin karya Cicero. Teks itu menyalin karya Cicero yang hilang awalan katanya atau beberapa diacak (susunan katanya) atau dibuat salah ejaannya,” ungkap pakar bahasa Latin, Simon R.H. James, dalam A Smattering of Latin.

  • Penulis Sunda dengan Nama Pena Tionghoa

    MAS “Kanduruan” Kartaatmaja adalah seorang mantri guru, sebuah jabatan yang sangat dihormati di era kolonial. Ia punya istri bernama Raden Ratna Soerasti. Darinya, Mas Kunduruan mendapatkan beberapa anak. Mulai dari Anih, Djakaria, Uang Ranuatmadja, Imi Soeratmi, Daeng Soetigna, Onong Siti Soehara, Oeteng Soetisna, dan Oejeng Soewargana. Keluarga mereka terakhir tinggal di Pangandaran. Kala itu, Pangandaran hanyalah kota kecil. Sarana dan prasarana terbatas, bahkan kurang. Termasuk akses pendidikan. “Ketika itu di Pangandaran belum ada sekolah, bahkan antara Parigi dan Cijulang pun belum ada sekolah. Kartaatmadja sebagai mantri guru kemudian membuka sekolah di Pangandaran. Ia rajin ke desa-desa untuk mencari murid agar anak-anak desa mau bersekolah. Hasilnya cukup mendapat perhatian dan maju sehingga ia mendapat anugerah gelar Kanduruan Kartaatmadja,” tulis Helius Sjamsuddin dan Hidayat Winitasasmita dalam Daeng Soetigna: Bapak Angklung Indonesia. Kondisi tersebut membuat seseorang yang ingin maju mau tak mau mesti ke Bandung sebagai pusat di Jawa Barat. Di sanalah pendidikan yang lebih baik bisa didapat. Maka ke Bandunglah Daeng Soetigna dan adik-adiknya belajar. Salah satu adik Soetigna, yakni Oejeng, terbilang sangat cerdas. Ia pernah bersekolah di Hollandsch Inlandsch Kweekschool (HIK) Bandung dan lulus tahun 1938.

  • Kembali ke Sunda Kelapa

    SEJAK pukul 8.00 WIB tanggal 15 Juli 2024 KRI Dewaruci, yang digandeng dua kapal tarik, mulai terlihat dari kejauhan memasuki alur dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamal), Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sekitar pukul 08.23 WIB, kapal layar antik Angkatan Laut itu mulai terlihat di lapangan dermaga Kolinlamil. Musik militer pun berkumandang menyambutnya. Begitulah sambutan terhadap KRI yang 38 hari silam meninggalkan dermaga Kolinlamil. Pada 7 Juni 2024, KRI yang dikomandani Letnan Kolonel Ronny Lutviadhani itu beranjak dari Kolinlamil dengan membawa Laskar Rempah, awak media, peneliti, dan undangan lain dalam Muhibah Budaya Jalur Rempah (MBJR) Batch 1 dengan rute ke Belitung Timur dan Dumai. Dari Dumai, Dewaruci membawa Batch 2 menuju Sabang, Malaka, dan Tangjung Uban. Kini, KRI legendaris itu membawa peserta Muhibah Batch 3 dari Tanjung Uban dan Lampung dengan selamat.

  • Mengenang Dwitunggal Pembaharu Tari Sunda

    JENIS tarian Sunda bukan hanya tari topeng, tari wayang, tari rampak gendang, jaipong, apalagi tari ronggeng. Seni tari Jawa Barat bahkan sudah mengalami modernisasi kala republik belum lama berdiri. Raden Rusdi Somantri alias Tjejte dan Tubagus Oemay Martakusuma adalah dwitunggal yang jadi pionirnya. Tjetje berasal dari Purwakarta. Pria kelahiran tahun 1892 itu sudah mendalami seni tari Jawa Barat sejak mengenyam Pendidikan di Middelbare Opleiding School voor Indlansche Ambtenaren (MOSVIA) Bandung pada 1911. Sedangkan Oemay berasal dari Rangkasbitung. Ia pegawai Djawatan Kebudayaan Jawa Barat merangkap praktisi seni rupa setempat. Keduanya bersua pada 1935 di Badan Kesenian Indonesia (BKI) dan sejak saat itu keduanya senantiasa satu pemikiran dalam mengkreasikan tarian-tarian baru, terutama untuk kalangan putri. Di antaranya tari Anjasmara, tari Sekarputri, tari Sulintang, tari Ratu Graeni, tari Kandagan, tari Topeng Koncaran, dan tari Yuyu Kangkang di masa pra-kemerdekaan.

  • Bom Siliwangi di Bumi Pasundan

    SUATU hari di bulan Mei 1948. Senja mulai memasuki Curug Sawer yang dingin. Suara air terjun bergemuruh memerangi sunyi di kawasan yang termasuk wilayah Cianjur Selatan itu. Diapit tebing tinggi dan jurang menganga, iring-iringan konvoi militer Belanda merayap di jalan sempit. Beberapa serdadu bule di dalamnya nampak tegang, sebagian di antara mereka menghisap rokok untuk mengusir rasa takut. Senjata-senjata mereka siap ditembakkan. Begitu jip pengawal iring-iringan lewat, rentetan tembakan berhamburan dari atas tebing-tebing tinggi. Granat-granat melayang dibarengi teriakan nyaring yang membuat suasana semakin mencekam. Di balik sebuah pohon besar, Kopral BM. Permana menembakan Stengun-nya. Begitu juga dengan pimpinan pasukan, Letnan Djadja Djamhari tak henti-henti menembakan pistol seraya memberi komando. Tak terasa setengah jam pun berlalu. “Mereka akhirnya lari dengan meninggalkan sebuah truk yang berisi sekitar 10 prajurit KL yang langsung kami hantam tanpa ada yang tersisa,” kenang lelaki kelahiran Kebumen, 94 tahun lalu itu.

  • Resep Ekonomi dan Moneter Hjalmar Schacht

    HJALMAR Schacht pernah menjabat presiden bank sentral Reichsbank dan menteri ekonomi pada masa Kanselir Adolf Hitler. Dia dikenal dunia karena berhasil menjinakkan hiperinflasi yang melumpuhkan Jerman, menstabilkan mark (mata uang Jerman), dan memotong angka pengangguran. Usai perang, dia menjadi konsultan ekonomi dan keuangan untuk negara-negara dunia ketiga, termasuk Indonesia. Schacht tiba di Jakarta pada 3 Agustus 1951. Sumitro Djojohadikusumo, penasihat Menteri Keuangan Jusuf Wibisono, kendati membantahnya, punya andil dalam mendatangkan Schacht. Setelah tiga bulan mempelajari bahan-bahan yang didapatkan dari sejumlah kementerian, berdiskusi dengan banyak pihak, dan mengunjungi beberapa daerah, Schacht menyelesaikan laporannya pada 9 Oktober 1951. Berikut ini resep ekonomi dan moneter dari Schacht. Valuta Memenuhi kewajiban utang dengan memperhatikan neraca pembayaran luar negeri; dan jika ada kesulitan devisen hendaknya diadakan penangguhan. Untuk memelihara keseimbangan dalam neraca pembayaran, impor tidak boleh melebihi jumlah hasil dari ekspor (devisen). Untuk menjaga keseimbangan dalam neraca pembayaran, perlu adanya pengawasan devisen oleh suatu dewan menteri. Perlu suatu armada kecil yang terdiri dari kapal-kapal polisi cepat untuk memberantas penyelundupan. Ciptakan ketertiban dan keamanan guna menghindarkan pelarian modal. Tiap-tiap bank peredaran harus dimasukkan ke dalam politik negara seluruhnya. Keuangan Negara Memelihara keseimbangan antara pengeluaran dan penghasilan negara. Pembukuan di Kementerian Keuangan harus diperbaiki. Politik pajak terutama bersandar pada perdagangan dan industri di kota-kota besar, hasil bumi, dan perkebunan. Perdagangan dan Perusahaan Bank Pedagang eceran perlu menjalin kerjasama guna mengadakan pembelian bersama-sama. Pertahankan firma-firma dagang Jerman dan Belanda. Bank industri harus mengembangkan diri, teurtama memusatkan perhatian pada pemberian kredit koperasi. Sistem Benteng masih dapat diteruskan, dengan perbaikan. Perlu suntikan modal pemerintah untuk berdirinya bank negara yang memberikan kredit perdagangan. Hapus sistem lisensi impor dan sistem sertifikat devisa. Campur tangan pemerintah terhadap Javasche Bank, yang dinasionalisasi, sebagai bank peredaran. Javasche Bank melepaskan usaha komersialnya. Efisiensi dan efektivitas birokrasi perdagangan. Pengusaha bumiputra mesti mempelajari teknik-teknik modern. Dirikan kamar-kamar dagang. Dasar-dasar Ekonomi Pertanian: Tingkatkan penanaman padi untuk kebutuhan dalam negeri; perluas sistem koperasi dan kredit petani; penangguhan pelunasan utang dan pengurangan bunga untuk petani. Pertukangan/Perburuhan: Perluasan sekolah dan kursus-kursus vak (keterampilan); dirikan balai-balai pertukangan; undang-undang perburuhan yang baik. Industri: Dorong investasi asing untuk mengolah bahan-bahan mentah. Perimbangan Ekspor dan Impor: Bentuk suatu panitia perancang yang menetapkan prioritas impor dan meningkatkan ekspor. Transportasi/Pengangkutan: Buat jalan-jalan raya; perluas tempat bongkar muat peti kemas; jalin kerjasama dengan perusahaan pelayaran Belanda; bentuk armada dagang sendiri. Transmigrasi: Dorong masyarakat bertransmigrasi dari Jawa ke Sumtara, Kalimantan, dan Sulawesi. Urbanisasi: Buat kota-kota penyangga dengan perhubungan yang teratur dan pabrik-pabrik. Listrik: Tingkatkan produksi listrik; adakan tenaga listrik baru, misalnya tenaga air; gunakan bis sebagai pengganti trem; undang perusahaan listrik asing.* Berikut ini laporan khusus Hjalmar Schacht Duet Masyumi-PSI Datangkan Menteri Nazi Resep Basi Ekonom Nazi Saran dengan Muatan Modal Jerman Hjalmar Schacht Melawan Hitler

  • Saran dengan Muatan Modal Jerman

    PADA 3 November 1951, Hjalmar Schacht meninggalkan Jakarta setelah memberikan saran-saran mengenai ekonomi dan keuangan bagi pemerintah Indonesia. Di negeri asalnya, dia mencoba kembali menjalankan profesinya sebagai bankir. Sempat mendapat penolakan dari Senat, dia akhirnya membawa kasus ini ke pengadilan dan menang. Pada Januari 1953, dia mendirikan Bankhaus Schacht & Co. di Dusseldorf, Jerman. Tapi hubungan dengan Indonesia tak terputus. “Dalam tahun-tahun berikutnya menyusul kunjungannya ke Indonesia, Schacht dimintai pendapat mengenai hal-hal keuangan oleh pemerintah Indonesia,” tulis Horst H. Geerken dalam Hitler’s Asian Adventure. Geerken menyebut Schacht berupaya mendorong pengusaha-pengusaha Jerman untuk berinvestasi di Indonesia. Salah satunya Carl Friedrich Wilhelm Borgward, pemilik pabrikan mobil Borgward di Bremen. Pada Juli 1954, Borgward mendirikan perusahaan patungan, PT Borgward-Udatin Indonesia. Produksi pertama mereka adalah Isabella, Isabella Estate, dan sebuah truk berbahan bakar bensin. Isabella bahkan diekspor ke Australia. Karena kesulitan keuangan, pada 1960-an Borgward diambil alih kreditur terbesar mereka, Senat Bremen, dan kemudian sebuah kelompok investasi.

  • Dayo, Pusat Kerajaan Sunda Terakhir

    KEBERADAAN Sunda Empire mulai meresahkan. Sejak kemunculannya di awal 2020, banyak pernyataan mereka yang dianggap oleh sejumlah pihak tidak selaras dengan realitas. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun angkat bicara soal kelompok yang menggegerkan publik dari daerahnya tersebut. Dilansir KompasTV, Kang Emil menyebut kalau masih ada saja orang-orang yang menjual romantisme sejarah demi eksistensinya. Ia juga merasa prihatin karena banyak yang mempercayainya. "Banyak orang stres ya di Republik ini, menciptakan ilusi-ilusi. Jangan percaya terhadap hal-hal yang tidak masuk ke dalam logika akal sehat," ucap Kang Emil. Para akademisi pun secara tegas membantah berbagai klaim petinggi Sunda Empire, Rangga Sasana. Dalam program televisi Indonesia Lawyers Club, 20 Januari 2020, Sunda Empire semakin berani angkat bicara. Dengan percaya diri, mereka menyebut bahwa pusat pemerintahan dunia ada di Bandung. Bahkan organisasi dunia, seperti PBB dan NATO, lahir di Kota Kembang itu.

  • Jala Polisi Susila

    JIKA Aceh memiliki polisi syariah yang bertugas mengawasi pelaksanaan syariat Islam dan moral masyarakat, pemerintah kolonial Belanda punya polisi susila (zedenpolitie). Pemerintah Hindia Belanda menganggap mengadabkan dan mengontrol masyarakat, tidak terkecuali masalah moral, merupakan tanggung jawab pemerintah. Untuk itu, pemerintah Hindia Belanda mendirikan polisi susila untuk mengawasi kesusilaan umum dan menegakkan moral masyarakat. Tujuannya menjaga rust en orde (ketentraman dan ketertiban). Menurut Marieke Bloembergen, mengingat tugas kepolisian di bidang penjagaan kesusilaan umum serta sebagai ikhtiar mewujudkan kepolisian modern, di sejumlah kota dibentuklah unit-unit khusus polisi susila yang menjadi bagian dari reserse dan bertanggungjawab kepada kepala polisi kota (stadspolitie).

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Poligami dipraktikkan oknum tentara sejak dulu. Ada yang dapat hukuman karenanya.
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje diangkat menjadi pejabat negara di Hindia Belanda. Dia mengamati dan memberikan catatan serta nasihat yang membantu pemerintah kolonial mengatur ketertiban dan keamanan di wilayah koloni.
bottom of page