Hasil pencarian
9735 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
- Sebelum Pembajakan Pesawat Garuda Garuda DC-9 “Woyla”
PADA 26 Maret 1981 Presiden Soeharto berkunjung ke Bangkok, Thailand. Ada pembicaraan penting yang hendak dibicarakan dengan Perdana Menteri Prem Tinsulanonda. Waktu itu Kamboja sedang bergolak. “Dalam pembicaraan tersebut telah disepakati bahwa kedua negara secara bersama-sama berkeinginan menyelesaikan masalah Kamboja melalui jalan politik dan diplomasi,” demikian keterangan dalam Jejak Langkah Pak Harto 29 Maret 1978–11 Maret 1983 . Urusan diplomatik itu beres. Selain perkara Kamboja, tidak diketahui lagi apa yang dibicarakan Soeharto dengan Prem. Soeharto pun kembali ke Jakarta.
- Tentara Thailand Gebuki Sandera Pembajakan Pesawat Garuda DC-9 “Woyla”
TIGA teroris ditembak mati. Dalam waktu tiga menit, pasukan antiteror Kopassandha pimpinan Letkol Sintong Panjaitan menyerbu pesawat Garuda DC-9 "Woyla" yang dibajak. Sementara itu, dua pembajak lainnya mencoba kabur di tengah kerumunan penumpang. Bandara Don Mueang pada dini hari 31 Maret 1981 itu dilanda suasana mencekam. Jurnalis Hendro Subroto dalam biografi Sintong Panjaitan: Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando menyebut pembajak bernama Abu Sofyan menyelinap di antara penumpang. Ia berupaya membaur bersama penumpang yang meninggalkan kabin. Tetapi malang baginya, tiga orang mantan sandera menudingnya sebagai pembajak. Abu Sofyan berlari menjauh dari pesawat untuk menyelamatkan diri. Salah seorang anggota Kopassandha melepaskan tembakan dengan senapan serbu M16A1. Abu Sofyan langsung tersungkur di apron. Ia tewas seketika.
- CIA dalam Pembajakan Pesawat Garuda DC-9 “Woyla”
PESAWAT Garuda DC-9 “Woyla” rute penerbangan Jakarta-Palembang-Medan dibajak pada Sabtu, 28 Maret 1981, sekira pukul 10.00. Pesawat itu diterbangkan oleh kapten pilot Herman Rante dengan lima awak pesawat, 48 penumpang, lima orang di antaranya warga negara asing. Diperkirakan pembajak akan membawa pesawat itu ke Timur Tengah, dengan rute Penang, Malaysia–Bangkok,Thailand–Colombo, Srilanka–Libya. Saat pesawat mendarat di bendara Penang, Malaysia, pejabat militer Indonesia meminta kepada pemerintah Malaysia agar menahan pesawat itu, tidak di- refuel , dan tidak diberi bantuan lainnya. Karena hubungan yang baik, mereka menganggap permohonannya akan dipenuhi. “Tetapi apa yang terjadi? Kami tidak punya teman di Malaysia. Kami kecewa dan beberapa kawan bahkan berkata, ‘persahabatan kita dikhianati oleh teman lama kita’ . Ada juga yang mengira ada keterlibatan kelompok tertentu di negara tetangga,” kata Laksdya TNI (Purn.) Soedibyo Rahardjo dalam The Admiral .
- Pramugari Hadapi Pembajakan Garuda DC-9 Woyla
“Hei, koran!” teriak seorang lelaki penumpang dari tempat duduknya kepada Retna Wiyana, pramugari pesawat Garuda DC-9 Woyla di bandara Palembang. Retna agak kaget. Semula dia dan dua pramugari lain dalam pesawat, Lydia Pangestu dan Deliyanti, asyik membincang tampang lelaki yang masuk pesawat bersama empat kawannya. “Kayaknya penumpangnya norak-norak gitu, kok!” kata Retna dalam Aktuil , 18-31 Oktober 1982. Tampang anti-baca, pikir mereka tadinya. Tapi dugaan mereka meleset. Maka Retna gegas menghampiri lelaki penumpang tadi dan memberinya koran yang disediakan maskapai untuk bahan bacaan para penumpang selama penerbangan. Retna kembali ke tempat duduknya. Pesawat lepas landas menuju Medan. Belum jauh pesawat lepas landas, lelaki penumpang yang meminta koran tadi berdiri dan berteriak. Empat temannya berlaku serupa. Beberapa memegang pistol, lainnya menggenggam granat. Pesawat jurusan Jakarta-Palembang-Medan itu dibajak pada Sabtu, 28 Maret 1981. Inilah pembajakan ketiga dalam sejarah dirgantara Indonesia.
- Gagasan Awal Taman Mini Indonesia Indah
PENGELOLA Taman Mini Indonesia Indah (TMII) kalang kabut pada akhir Oktober 2018. Tiga plang pajak dari Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Timur tiba-tiba terpancang di tiga objek wisata di dalam kawasan TMII. Pemkot menyatakan pengelola TMII menunggak pajak. Tapi pengelola TMII mengatakan sedang mengurus pembayaran pajaknya. TMII merupakan salah satu lokasi wisata favorit di Jakarta. Ratusan ribu orang mengunjungi TMII pada hari raya Lebaran 2018. Jumlah pengunjung turun pada hari-hari biasa, tapi akan meningkat lagi memasuki akhir pekan dan libur panjang. Mereka menjejaki Indonesia mini di lokasi ini. Aneka wujud kebudayaan dari 34 provinsi Indonesia tersaji di sini. Gagasan menyajikan aneka wujud kebudayaan Indonesia dalam sebuah taman besar berasal dari Siti Hartinah, atau biasa dipanggil Ibu Tien Soeharto, istri Presiden Soeharto. Ibu Tien memperoleh gagasan itu setelah berkunjung ke Thai-in-Miniature di Thailand dan Disneyland di Amerika Serikat. Dua tempat ini berfungsi memamerkan dan mempromosikan kebudayaan, segi sosial, pendidikan, ekonomi, dan pariwisata dua negara tersebut.
- Pawang Hujan dalam Peresmian TMII
DALAM pertemuan pengurus Yayasan Harapan Kita di rumahnya, Jalan Cendana, Menteng, Jakarta Pusat, pada 13 Maret 1970, Ibu Tien Soeharto menyampaikan gagasan ingin membangun sebuah tempat wisata yang menampilkan keanekaragaman Indonesia. Dia memperoleh gagasan itu setelah berkunjung ke Thai-in-Miniature di Thailand dan Disneyland di Amerika Serikat selama kunjungan kenegaraan Presiden Soeharto. Ibu Tien membayangkan tempat ini akan mempunyai sebuah kolam besar berbentuk kepulauan Indonesia. Tanaman-tanaman hias dari seantero Indonesia berada di sekitar kolam. Kemudian ada pula bangunan-bangunan khas dari tiap daerah di Indonesia. Lengkap dengan perabot, pakaian, dan senjata adatnya. Dalam rapat diputuskan proyek tersebut bernama Miniatur Indonesia Indah (MII).
- Gerakan Menentang Pembangunan TMII
MENJELANG pengujung 1971, Ibu Tien Soeharto menyita perhatian masyarakat. Dia mengumumkan rencana pembangunan Miniatur Indonesia Indah (MII), sebuah taman besar representasi kebudayaan dari 26 provinsi di Indonesia. Dia memperkirakan pembangunan MII akan berbiaya Rp10,5 miliar. Pengumuman Ibu Tien bikin bingung masyarakat. Sebab sebelum Ibu Tien mengumumkan rencana pembangunan MII, Presiden Soeharto, sekaligus suami Ibu Tien, berpidato tentang anjuran hidup prihatin. “Jangan melakukan pemborosan-pemborosan, karena sebagian besar rakyat masih hidup miskin,” kata Soeharto, dikutip Mahasiswa Indonesia , 5 Desember 1971. Soeharto juga menekankan bahwa segala rencana pembangunan hendaknya berlandas pada skala prioritas. “Marilah kita menggunakan dana dan kemampuan yang kita miliki sekarang hanya bagi usaha-usaha yang perlu dalam rangka mencapai kemajuan,” lanjut Soeharto.
- Hoegeng Membuka Buku Hitam
MANTAN Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, terdakwa pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, selalu membawa buku bersampul hitam termasuk saat menjalani persidangan. Buku Hitam itu berisi catatan pribadi Sambo sejak Kombes sampai menjalani kasus hukum. Kuasa Hukum Sambo, Rasamala Aritonang mengaku tidak mengetahui secara spesifik isi Buku Hitam milik kliennya itu. Namun, dikutip dari cnnindonesia.com , Rasamala menyatakan jika ada informasi penting dalam Buku Hitam itu dan berguna untuk memperbaiki situasi dan keadaan dalam Polri, maka hal itu bisa saja disampaikan Sambo. Dalam sejarah kepolisian, dua Kapolri pernah menyebut Buku Hitam. Pertama, Jenderal Pol. Awaloedin Djamin (1927–2019), Kapolri kedelapan (1978–1982), menyebut “Buku Hitam” untuk buku saku yang berisi pengetahuan dasar kepolisian sehingga mudah dibawa kemana saja oleh anggota polisi.
- Aksi Penyamaran Hoegeng
PERNAHKAH Anda membayangkan seorang Kepala Kepolisian RI mengenakan wig panjang dan kemeja bunga-bunga berikut syal di leher, lalu menghisap rokok kretek sambil pura-pura teler? Aksi demikian pernah dilakukan Jenderal Hoegeng Iman Santoso, Kapolri periode 1968-1971. “Itulah pekerjaan gila yang pernah saya lakukan ketika saya menjabat kepala polisi, menyamar jadi hippies dan bergaul di antara para pecandu narkotik,” tutur Hoegeng kepada wartawati Tempo Leila S. Chudori pada 22 Agustus 1992, yang dimuat dalam jilid ketiga Memoar Senarai Kiprah Sejarah . Hoegeng terpaksa menyamar. Peredaran narkotika di kalangan anak muda telah sampai tahap yang meresahkan. Hoegeng tentu sadar tindakannya penuh resiko dan membahayakan diri.
- Ada Rolls-Royce di Medan Laga
SALAH satu aset yang disita Kejaksaan Agung atas nama Harvey Moeis, yang merupakan –suami selebriti Sandra Dewi– salah satu tersangka kasus korupsi timah yang berpotensi merugikan negara hingga Rp271 triliun, adalah mobil SUV Rolls-Royce Cullinan. Pabrikan kondang Inggris itu nyatanya tak hanya memproduksi berbagai model mobil mewah langganan kaum bangsawan dan crazy rich, termasuk Ratu Elizabeth II yang sejak 1950 punya tunggangan Rolls-Royce Phantom IV sebagai kendaraan VIP-nya. Menariknya, Rolls-Royce rupanya juga berperan memasok kebutuhan alutsista militer Inggris saat Perang Dunia I (1914-1918). Mulai dari mesin pesawat, kendaraan tempur (ranpur), hingga meriam anti-udara. Pun dalam Perang Dunia II (1939-1945), Rolls-Royce memasok mesin-mesin pesawat tempur yang sangat vital mempertahankan ruang udara Inggris. Utamanya saat pesawat-pesawat Spitfire, Hurricane, Mosquito, Mustang, dan Lancaster Angkatan Udara (AU) Inggris, RAF, memenangi serangkaian duel udara untuk mementahkan serangan-serangan Luftwaffe (AU Jerman) dalam Pertempuran Britania/Pertempuran Inggris Raya (10 Juli-31 Oktober 1940).
- Rolls-Royce Punya Cerita
SEBUAH mobil mewah nan gagah pabrikan Inggris itu terparkir di muka Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (3/4/2024). Untuk sementara, kendaraan roda empat berwarna hitam dengan dimensi panjang 5,3 meter dan lebar 2,1 meter itu tak lagi membersamai pemiliknya, pasutri Harvey Moeis-Sandra Dewi. Mobil Rolls-Royce Cullinan bertipe SUV (sport utility vehicle) itu jadi salah satu aset yang disita dari kediamannya di Pakubuwono, Jakarta Selatan. Selain mobil Rolls-Royce Cullinan, satu unit mobil lainnya, MINI Cooper, juga ikut diangkut ke Kejaksaan Agung. Keduanya jadi barang sitaan atas kasus tindak pidana korupsi tata niaga timah wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk tahun 2015-2022 dengan kerugian Rp271 triliun yang menjerat tersangka Harvey Moeis dan crazy rich Pantai Indah Kapuk (PIK) Helena Lim. Mobil Rolls-Royce Cullinan itu diketahui merupakan kado ulangtahun dari Harvey untuk istrinya yang menginjak usia 40 tahun pada Agustus lalu. Mobilnya pun dipesan khusus dengan hiasan custom bertuliskan “Specially Ordered for SDW”.
- Fraksi ABRI Riwayatnya Dulu
WACANA mengembalikan peran politik militer mengemuka. Hal itu bermula dari perubahan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI yang digodok Mabes TNI. Dalam penggodokan itu, ada usulan penambahan delapan kementerian dan lembaga negara yang dapat diduduki oleh prajurit aktif. Padahal, dalam pasal 47 ayat 2 UU TNI, sudah ada sepuluh kementerian dan lembaga negara yang dapat diduduki prajurit aktif. Hal tersebut sontak memantik perdebatan. Ketua Centra Initiative Al Araf menyatakan, perluasan jabatan-jabatan sipil yang dapat diduduki oleh perwira TNI aktif membuka ruang kembalinya doktrin Dwifungsi ABRI seperti yang dipraktikan di rezim Orde Baru. “Hal ini tentunya menjadi kemunduran jalannya reformasi dan proses demokrasi tahun 1998 di Indonesia yang telah menempatkan militer sebagai alat pertahanan negara,” ujar Al Araf, dikutip kompas . com , 11 Mei 2023.






















