top of page

Sebelum Pembajakan Pesawat Garuda Garuda DC-9 “Woyla”

Apa yang terjadi pada orang-orang yang terlibat dalam pembajakan pesawat Garuda DC-9 “Woyla”? Mulai dari penumpas hingga pelaku.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pesawat Garuda DC-9 “Woyla” saat mendarat di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, 10 Maret 1980. Pesawat ini dibajak oleh teroris pada 28 Maret 1981. Sumber: Wiki.

25 Mar 2021
4 menit membaca

Diperbarui: 28 Mar

PADA 26 Maret 1981 Presiden Soeharto berkunjung ke Bangkok, Thailand. Ada pembicaraan penting yang hendak dibicarakan dengan Perdana Menteri Prem Tinsulanonda. Waktu itu Kamboja sedang bergolak.


“Dalam pembicaraan tersebut telah disepakati bahwa kedua negara secara bersama-sama berkeinginan menyelesaikan masalah Kamboja melalui jalan politik dan diplomasi,” demikian keterangan dalam Jejak Langkah Pak Harto 29 Maret 1978–11 Maret 1983.


Urusan diplomatik itu beres. Selain perkara Kamboja, tidak diketahui lagi apa yang dibicarakan Soeharto dengan Prem. Soeharto pun kembali ke Jakarta.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page