Hasil pencarian
9659 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
- Berjudi di Atas Renville
PERTENGAHAN Juli 1947, mendadak Angkatan Bersenjata Kerajaan Belanda menggelar Operasi Produk. Faktor pendadakan itu secara militer berhasil menjadikan Belanda menguasai sebagian Sumatera dan kota-kota penting di Jawa Barat serta Jawa Timur. Meskipun demikian, secara politik, Belanda tidak mampu meyakinkan dunia. Bahkan, dengan aksi itu mereka justru dikecam dunia internasional karena dianggap sudah menghancurkan kesepakatan damai di Linggarjati pada 25 Maret 1947. Sementara itu, tujuan utama lain dari operasi militer itu yakni menghancurkan kekuatan TNI sama sekali tak terpenuhi. Alih-alih mencapai hasil maksimal, kekuatan TNI secara kilat mulai berhasil melakukan rekoordinasi kekuatan. Di beberapa tempat, serangan-serangan balik yang dilakukan TNI malah semakin intens. Seorang Komandan Batalyon militer Belanda bernama Letnan Kolonel J. Flink dari Divisi C mengakui situasi itu. Sebulan lebih setelah Operasi Produk, memang pasukannya bisa mempertahankan kondisi keamanan. Namun mulai 31 Agustus 1947 keadaan berubah.
- Alice Clement, Sherlock Holmes Wanita dari Amerika
SUATU hari di tahun 1910-an, sebuah laporan kematian diterima markas besar kepolisian Chicago, Amerika Serikat. Korbannya adalah Eileen Perry, seorang wanita muda yang dilaporkan tewas karena penyakit tifus. Dua orang petugas kepolisian segera bergerak menuju kediaman wanita malang itu. “Ini hanya kasus kematian biasa. Nona muda ini meninggal karena sakit tifus,’’ kata petugas kebersihan kepada Williams, salah seorang detektif, yang tiba di kediaman Nona Perry. “Gadis muda ini datang ke sini sekitar enam minggu yang lalu untuk mencari pekerjaan. Sayang ia belum berhasil mendapatkannya. Sekitar dua minggu yang lalu ia jatuh sakit. Kami telah melakukan segala yang kami bisa untuknya tetapi terkendala biaya dan kami tidak dapat menemukan keberadaan orang tuanya,” tambah petugas kebersihan itu.
- Satu Rumpun Bahasa
“KITA sekarang memang berbeda, tapi dulu kita satu,” kata Ery Soedewo, peneliti dari Balai Arkeologi (Balar) Medan, setelah menyampaikan makalahnya dalam Seminar Internasional Diaspora Austronesia di Nusa Dua, Bali, Juli 2016. Presentasinya memperlihatkan awal mula berpisahnya bahasa Gayo dan Karo menjadi dua bahasa yang berbeda dari sudut pandang arkeolinguistik. Bahasa Gayo dan Karo adalah sedikit dari bahasa di Indonesia yang berkembang dari rumpun bahasa Austronesia.
- Cerita di Balik Repatriasi Arca Brahma
ARCA-ARCA asal abad ke-14 yang hilang dari Kompleks Candi Singhasari berangsur-angsur mulai kembali. Terakhir, arca Brahma jadi bagian dari 288 benda bersejarah yang dipulangkan dari Belanda dalam agenda repatriasi tahun ini. Sebelumnya, ada arca Prajnaparamita yang sudah kembali ke tanah air pada 1970-an. Prajnaparamita ditemukan Asisten Residen Malang D. Monnereau pada 1818 dan diboyong ke Belanda pada 1819. Ada pula arca Durga, Mahakala, Ganesha, Nandiswara, Nandi, dan Bhairawa yang ditemukan pejabat kolonial Nicolaus Engelhard pada 1803, sebelum akhirnya diangkut ke Belanda kurun 1827-1828.
- Susunan Pemerintahan VOC
DIDIRIKAN pada 20 Mei 1602, VOC baru memiliki tempat permanen di Batavia pada 1619. VOC membangun pelabuhan, galangan kapal, gudang-gudang pusat perdagangan, serta pusat pemerintahan dan administrasi. Sejak itu, Batavia menjadi pemerintah pusat VOC di Asia, di mana terdapat gubernur jenderal dan anggota Raad van Indie (Dewan Hindia) yang dalam dokumen-dokumen biasanya disebut Hoge Regering (Pemerintah Agung).
- Kiprah Buruh Nasionalis
KETIKA dibui pada 1930, Sukarno didakwa atas tuduhan menebar kebencian terhadap pemerintah kolonial. Dalam kerangkeng penjara Sukamiskin di Bandung, pemimpin PNI itu menuliskan pidato pembelaannya. “Bangsa yang terdiri dari kaum buruh belaka dan menjadi buruh antara bangsa-bangsa, Tuan-tuan Hakim, –itu bukan nyaman! Tidakkah oleh karenanya, wajib tiap-tiap nasionalis mencegah keadaan itu dengan sekuat-kuatnya? Tidakkah hal ini saja sudah cukup buat membenarkan kami punya pergerakan?” kata Sukarno dalam pledoinya, Indonesia Menggugat.
- Tinju Kiri Muhammad Ali di Jakarta
PERTARUNGAN Muhammad Ali yang paling diingat publik adalah ketika dia menghadapi Joe Frazier pada 8 Maret 1971 di New York, Amerika Serikat. Ali kalah dalam pertandingan bertajuk “Pertarungan Abad Ini” untuk kali pertama setelah menang 31 kali berturut-turut. Gelar juara dunia kelas berat pun lepas dari genggamannya. Publik menanti pertarungan Ali-Frazier selanjutnya. Sebagai pemanasan melawan Frazier, Ali menjalani satu pertandingan di Jakarta. Promotor Raden Sumantri berhasil menggelar pertandingan Ali melawan Rudi Lubbers, juara tinju kelas berat asal Belanda. Awalnya akan dilaksanakan di Surabaya pada 14 Oktober 1973, tapi pertandingan dialihkan ke Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 20 Oktober 1973.
- Empati Muhammad Ali untuk Palestina
MUHAMMAD Ali tak pernah takut mempertaruhkan karier tinjunya. Meski sempat kena sanksi akibat menolak ikut wajib militer sebagai buntut protesnya terharap Perang Vietnam, juara dunia kelas berat itu tak segan mengamplifikasi empatinya terhadap Palestina. Pada 28 April 1967, Ali menolak wajib militer Perang Vietnam (1955-1975). Akibatnya, ia terancam hukuman penjara 5 tahun, sanksi larangan bertinju selama 3 tahun serta dikenai denda 10 ribu dolar. Padahal saat itu Ali sedang berada di puncak kariernya dengan koleksi gelar kelas berat WBA, WBC, NYSAC, dan The Ring.
- Pencarian Islam Muhammad Ali
RUANG rawat nomor 263 di Scottsdale Osborn Medical Center, Arizona, Amerika Serikat (AS) pada pukul 20.30 tanggal 3 Juni 2016 sudah ramai dengan keluarga Muhammad Ali. Anak-anak dan istrinya mulai mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk ajal menjemput. “Ali dirawat karena infeksi pernapasan. Sebelumnya ia juga sempat dirawat karena infeksi tapi berhasil sembuh lagi. Tetapi kali ini, setelah beberapa hari perawatan, kondisinya melemah. Keluarganya sudah menemaninya saat ventilator yang menyambung hidupnya dilepaskan. Ali kesulitan bernafas,” tulis jurnalis Jonathan Eig dalam Ali: A Life.
- Sebelum Muhammad Ali Unjuk Gigi
HARI itu, 17 Januari 1942, di sebuah rumah lima kamar di lingkungan miskin Jalan Grand Avenue 3302 kota kecil Louisville, Kentucky, Amerika Serikat, seorang bayi dengan berat 2,9 kilogram lahir dari rahim Odessa Lee Grady. Bayi itu dinamai menurut nama suaminya, Cassius Marcellus Clay Jr. Kelak, sang bayi jadi idola global, Muhammad Ali. Cassius kecil merupakan anak sulung dari dua bersaudara pasangan Odessa dan Cassius Marcellus Clay Sr. Keluarga kulit hitam kelas menengah itu hidup dengan ekonomi pas-pasan, di mana Odessa –sebagaimana perempuan kulit hitam kebanyakan– merupakan pembantu rumah tangga dan suaminya seorang pelukis papan iklan sekaligus musisi musiman.
- Jenderal “Jago Perang” Belanda Meregang Nyawa di Pulau Dewata
SEDARI remaja, pria kelahiran Maastricht, Belanda, 30 April 1797 ini sudah jadi tentara. Dia masih 17 tahun ketika terlibat dalam Perang Napoleon sebagai letnan dua di resimen ke-22 militer Prancis. Dia ada di sana sewaktu Napoleon kalah di Waterloo. Andreas Victor Michiels, nama pria itu, akhirnya memilih melanglang buana ribuan kilometer dari tanah kelahirannya. Pada 3 Juli 1817, dia sudah berada di Batavia. Dia menjadi letnan satu pada batalyon perintis tentara kolonial Hindia Belanda.
- Sukarno dan Skandal Diplomat 20 Persen di Denmark
SUKARNO geram. Tampilan muka sebuah majalah remaja terbitan Amerika Serikat memperlihatkan gadis striptis setengah telanjang, hanya memakai celana dalam, dan berdiri di samping Sukarno yang berpakaian seragam militer lengkap. Sukarno menyebut itu adalah rekayasa foto. “Ini adalah perbuatan kotor yang dilakukan terhadap seorang kepala negara. Apakah aku harus mencintai Amerika kalau ia melakukan perbuatan seperti itu terhadap diriku?” ujar Sukarno dalam otobiografi Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia karya Cindy Adams.






















