top of page

Hasil pencarian

9725 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Sepuluh Fakta Tentang VOC yang Belum Banyak Diketahui Orang

    Pada 20 Maret 1602 enam perusahaan dagang menggabungkan diri, membentuk Verenigde Oostindie Compagnie (VOC). Tujuan utama penggabungan itu adalah memperkuat armada dagang Belanda menghadapi pesaingnya, Spanyol dan Portugis. Keduanya dianggap merintangi jalan Belanda menguasai jalur perdagangan, khususnya ke kepulauan rempah-rempah di Nusantara. Banyak hal yang belum diketahui publik mengenai bagaimana sebenarnya VOC bekerja dan menjalankan kegiatannya. Perusahaan dagang simbol kolonialisme dan imperialisme itu akhirnya mengalami kebangkrutan pada 1799 akibat korupsi yang kronis. Berikut 10 fakta sejarah di balik VOC yang jarang orang ketahui.

  • Soeyono Apes Setelah Kudatuli

    KABAR duka datang dari Letnan Jenderal TNI (Purn.) Soeyono Soetikno. Mantan Kepala Staf Umum (Kasum) ABRI itu meninggal dunia pada hari Rabu, 31 Januari 2024 pukul 02.38 WIB di RS Eka Cibubur. Nama pria kelahiran Malang, 13 Maret 1943 itu mulai mencuat setelah peristiwa penyerengan kantor Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di Jalan Diponegoro, Jakarta, yang dikenal sebagai Kudatuli. Seumur-umur dalam hidupnya, 26 Juli 1996 adalah hari tersial dalam hidupnya. Hari itu, Letjen TNI Soeyono sedang berada di Bolaang Mangondow, Sulawesi Utara. Dia ikut serta dalam perjalanan lintas Sulawesi bersama rombongan motor besar. Soeyono menunggang Harley Davidson kesayangannya. Namun, nahas menghampirinya.

  • 20 Maret 1602: VOC Didirikan

    PADA 20 Maret 1602, enam perusahaan dagang Belanda menggabungkan diri membentuk Verenigde Oostindie Compagnie (VOC atau Kongsi Dagang Hindia Timur). Penggabungan ini mengakhiri persaingan di antara perusahaan-perusahaan dagang Belanda. Juga membuat Belanda lebih siap menghadapi pesaingnya, Inggris, Portugis, dan Spanyol. VOC dipimpin suatu dewan pengelola atau majelis para pengurus yang terdiri dari 17 utusan dari enam kamar dagang yang sudah dilebur dalam VOC. Ketujuhbelas pemimpin itu dikenal dengan sebutan Heeren XVII ( Heeren Zeventien ) atau Dewan Tujuh Belas. Sementara itu untuk level manajerial ada 60 direktur yang terdiri dari 20 orang wakil dari Amsterdam, 12 wakil Zeeland dan tujuh wakil untuk empat kamar dagang kecil lainnya.

  • Gas Air Mata Awalnya untuk Perang

    DEMONSTRASI mahasiswa di depan Gedung DPR RI pecah Selasa, 24 September 2019 sore. Mahasiswa menuntut dibatalkannya RUU KUHP yang dinilai mengancam demokrasi. Selain itu demonstran juga menuntut DPR agar membatalkan RUU KPK serta mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS). Massa yang telah memenuhi jalan tol dalam kota disemprot dengan meriam air oleh aparat dari arah gerbang DPR. Karena tak kunjung mundur, aparat mulai menembakkan gas air mata. Sontak massa mundur ke berbagai arah. Menurut laporan kompas.com , sejumlah mahasiswa sesak napas dan pingsan karena gas air mata. Hingga malam hari, gas air mata masih terus digunakan aparat untuk membubarkan massa yang masih berada di sekitar lokasi hingga Stasiun Palmerah.

  • Jabir Ibnu Hayyan, Alkemis Penemu Air Keras

    KASUS penyiraman air keras kepada Novel Baswedan kembali ramai diperbincangkan setelah tuntutan ringan diberikan kepada dua terdakwa. Jaksa penuntut umum beralasan, tuntutan satu tahun penjara diberikan karena pelaku tidak sengaja menyiram air keras ke wajah dan melukai bola mata Novel Baswedan. Air keras merupakan larutan asam kuat yang jika mengenai kulit akan menimbulkan efek panas, nyeri hebat, hingga luka bakar. Larutan asam kuat yang termasuk dalam golongan air keras, antara lain asam sulfat, asam klorida, asam fosfat, dan asam nitrat. Beberapa cairan asam tersebut ditemukan antara abad ke-8 dan 9 oleh seorang alkemis bernama Jabir Ibnu Hayyan. Jabir kemudian mengembangkan cairan asam untuk melarutkan emas dan kegunaan lainnya.

  • Bukan Raja Jawa Biasa

    DALAM sejarah Praja Mangkunegaran, tersebutlah raja-raja pembawa kejayaan. Mangkunegoro IV dikenal karena keberhasilannya mendirikan pabrik gula di Colomadu dan Tasik Madu yang menjadikan Mangkunegaran salah satu kerajaan terkaya di Nusantara. Sementara cucunya, Mangkunegoro VII, adalah raja yang gemar ilmu pengetahuan sehingga Mangkunegaran bersolek bak kerajaan modern. Di antara kedua raja tersebut, terselip periode kepemimpinan yang tidak banyak dibeberkan dalam penulisan sejarah Mangkunegaran.   Kekosongan historiografi itulah yang coba diisi oleh buku Mangkunegoro VI: Sang Reformis yang ditulis Mega Janis, Fachmi Ardi, Insan Praditya, dan Tika Ramadhini. Para penulis muda ini tergabung dalam komunitas sejarah History Inc. Buku karya mereka ini diklaim sebagai biografi pertama yang meneliti sosok Mangkunegoro VI.

  • Makam Firaun di Indonesia?

    SEKELOMPOK orang yang tergabung dalam Yayasan Turangga Seta mengklaim menemukan ratusan piramida yang tersembunyi di bawah bukit dan tersebar di Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Dua di antaranya di Gunung Lalakon, Bandung; dan di Gunung Sadahurip, Garut, Jawa Barat. Menurut mereka, hasil uji geolistrik –pengujian untuk mengukur resistivitas suatu batuan– menangkap keberadaan sebuah struktur batuan tak alami yang mirip dengan bangunan piramida. Dalam struktur bangunan itu ada bentuk mirip lorong atau pintu. Penemuan tersebut dianggap sebagai bukti arkeologis bahwa Atlantis terletak di Indonesia.

  • Ketika Firaun Keliling Dunia

    TAK ada firaun yang lebih terkenal ketimbang Tuthankhamun. Relik-relik dari makamnya sering keliling dunia. Membangunkan imajinasi banyak orang akan sosok firaun muda ini. Tuthankhamun memerintah Mesir selama tahun 1332-1323 SM. Ia naik takhta saat berusia 9-10 tahun, menikahi saudari tirinya (Ankhesenamun) dan punya dua anak perempuan, kemudian meninggal dunia saat berusia 18-19 tahun. Menikahi saudari perempuan adalah kebiasaan di Mesir Kuno. Ibunda Tuthankamun adalah istri dan juga saudari perempuan sang ayahandanya, firaun Amenhotep IV.

  • Di Balik Kutukan Makam Firaun

    PADA 1923, makam Tutankhamun di Lembah Para Raja Mesir untuk pertama kali ditemukan dan digali. Penelitinya adalah ahli Mesir Kuno Howard Carter dengan dukungan dana dari seorang bangsawan Inggris, Lord Carnarvon. Kutukan menyeramkan seakan menjaga makam firaun yang kerap disebut Raja Tut itu. "Kematian akan datang dengan sangat cepat kepada dia yang mengganggu kedamaian raja," tulis kutukan itu. Di ruang makam penguasa Mesir pada sekira 1333 SM yang sempit itu, mereka menemukan beragam barang berharga. Di antaranya patung-patung emas, perhiasan indah, kotak-kotak dan perahu berhias. Ada juga bahan pangan seperti roti, daging, dan keranjang kacang buncis, dan kurma. Bahkan ada karangan bunga.

  • Mengintip Isi Dapur Firaun

    PENEMUAN arkeologi telah mengungkap banyak hal tentang Mesir Kuno. Kuil-kuil fantastis, makam-makam kuno yang mengesankan, piramida-piramida yang ajaib, yang masih mampu berdiri setelah 4.500 tahun berlalu. Namun, penemuan ini juga menunjukkan makanan apa yang dikonsumsi oleh penguasa dan masyarakatnya. Misalnya, relief dinding dan makam menggambarkan persiapan makanan, peralatan memasak, dan bahan-bahan makanan.  Sebagaimana dilansir  History , roti dan bir adalah makanan pokok masyarakat Mesir Kuno, di samping makanan yang dihasilkan oleh tanahnya seperti bawang merah, bawang putih, lentil (kacang-kacangan), daun bawang, lobak, selada, dan timun. Magda Mehdawy dan Amr Hussein dalam The Pharaoh’s Kitchen menyebutkan, sejak periode pra-dinasti, orang Mesir Kuno mengonsumsi berbagai roti yang terbuat dari biji-bijian yang berbeda. Biji-bijian utama yang dibudidayakan orang Mesir Kuno adalah gandum emmer. Emmer merupakan sumber nutrisi yang cukup seimbang, tinggi mineral dan serat dibandingkan biji-bijian lain yang sejenis.

bottom of page