top of page

Akhir Tragis Alutsista Legendaris

Heli Mi-6 AURI yang disegani. Nasibnya setragis KRI Irian milik ALRI.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Marsda (Purn) Tatang Kurniadi saat masih jadi penerbang muda AURI di salah satu apron PAU Atang Sendjaja tempat sejumlah Helikopter Mil Mi-6 terparkir sebelum dibesituakan (Foto: Dok. Pribadi Tatang Kurniadi)

17 Mei 2019
3 menit membaca

LEMPENGAN logam sepanjang lebih dari satu meter itu tegak berdiri di Heritage Room Lanud Atang Sanjaya (ATS), Semplak, Bogor. Warnanya putih sudah kusam, namun kondisinya masih baik. Lempengan itu persis seperti yang terdapat di ekor helikopter yang menjadi latar belakang dalam foto Marsda (Purn.) Tatang Kurniadi, penerbang TNI AU yang kala itu masih berpangkat kapten di Skadron 6.


“Ini (foto Mi-6 era 1970-an) sebelum dibongkar. Dulu kepingin juga menerbangkan tapi ya memang ditugaskannya di heli lain (Sikorsky UH-34-D “Sea Horse”, red),” tuturnya kepada Historia.


Lempengan itu merupakan bekas rotor ekor helikopter buatan Uni Soviet Mi-6 Hook milik Angkatan Udara Repubik Indonesia (AURI). “Iya, ini satu-satunya sisa dari Mi-6 itu. Heli raksasa yang kalau kita istilahkan seperti (pesawat) Hercules dikasih baling-baling,” terang Kadispers Lanud ATS Letkol (Pnb) Sigit Gatot Prasetyo.


Di masanya, Mi-6 merupakan heli angkut berat terbesar di duniadengan dimensi panjang 33 meter dan tinggi 9,86 meter. Ia lahir dari Pabrik Helikopter Mil di Moskva pada 1957. Heli pertama bertenaga turboshaft itu ditenagai dua mesin Soloviev D-25V. Kecepatan maksimalnya 300 kilometer per jam. Ia mampu mengangkut 90 orang dan beban maksimal 12 ton.


AURI mendatangkannya sekira 11 unit (beberapa sumber menyebut sembilan dan enam unit) pada 1960-an. Untuk mewadahinya, lebih dulu dibentuk Skadron Helikopter Mi-6 Persiapan melalui SK Menpangau Nomor 12 tahun 1965 tertanggal 11 Februari 1965. Kelak, skadron ini beralih menjadi Skadron 8 di bawah naungan Wing Operasi 004. Danskadron pertamanya Mayor Udara Imam Suwongso.


Mayor Udara Imam Suwongso, Komandan Skadron 8 pertama (Foto: Dok. Lanud ATS)
Mayor Udara Imam Suwongso, Komandan Skadron 8 pertama (Foto: Dok. Lanud ATS)

Kedatangan rombongan pertama Mi-6 pada 29 Juli 1966 memakan korban perwira teknik AURI Mayor –kemudian dinaikkan secara anumerta menjadi letnan kolonel– Atang Sendjaja. Kala itu, Mayor Atang hendak memimpin konvoi dua unit Mi-6 menuju Lanud Halim Perdanakusuma untuk dirakit, sebelum dikandangkan di Pangkalan Angkatan Udara (PAU) Semplak (nama lama Lanud ATS).


“Kakek meninggal ketika bawa heli itu dari Tanjung Priok ke Halim. Saat itu kakek ada di dalam heli ketika buntut helinya terkena kabel listrik sebelum masuk Halim,” kenang Fajar Anugrah Putra, salah satu cucu Atang Sendjaja, kepada Historia. Nama Atang kemudian diabadikan menjadi nama PAU Semplak.


Hingga akhir masa tugasnya pada 1968, tulis T. Djohan Basyar dalam Home of Chopper: Perjalanan Sejarah Pangkalan TNI AU Atang Sendjaja 1950-2003, heli-heli Mi-6 turut serta dalam operasi-operasi (masa-masa akhir) Trikora, hingga Dwikora dalam rangka konfrontasi dengan Malaysia di Kalimantan. Namun dampak politik pasca-Peristiwa 1965 dan transisi rezim Orde Lama ke Orde Baru menyebabkan ketiadaan suku cadang heli tersebut. Armada Mi-6 akhirnya di-grounded pada 1968 dan Skadron 8 sendiri dibekukan pada 1971.


Satu-satunya peninggalan heli Mi-6 berupa sebilah baling-baling belakang di Heritage Room Skadron 8 Lanud ATS (Foto: Randy Wirayudha/Historia)
Satu-satunya peninggalan heli Mi-6 berupa sebilah baling-baling belakang di Heritage Room Skadron 8 Lanud ATS (Foto: Randy Wirayudha/Historia)

“Efek dari kejadian 1965 itu kan hampir semua alutsista dari Rusia di-grounded dan baru nantinya digantikan heli-heli dari Amerika. Sisa-sisanya semua di-scrap, dipereteli. Ada yang jadi panci, penggorengan, ya perabotan rumah tanggalah. Sedih sih ceritanya. Satu-satunya peninggalan ya tinggal ini,” ujar Letkol Sigit sembari menunjukkan sisa sebilah tail-rotor itu.


Marsda Tatang Kurniadi juga masih ingat nasib heli Mi-6 nan tragis laiknya armada jet bomber Tupolev Tu-16 Badger atau kapal penjelajah berat KRI Irian milik ALRI. Semua disingkirkan lantaran alasan politis.


“Sekitar 1975 saya lihat dari hanggar Skadron 6 di kejauhan. Di seberang grass-strip (landasan rumput, red.) di deretan Mi-6 diparkir, ada kegiatan bongkar Mi-6. Malah beberapa waktu kemudian terlihat ada unggun api membakar bagian-bagian heli tersebut. Jumlahnya sekitar 4-5 heli,” kenangnya.



Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Pengalaman dan usianya membuat Gatot Soebroto acap jadi tempat mengadu para perwira. Namanya tetap abadi di banyak tempat, mulai jalan-jalan protokol hingga RSPAD.
bg-gray.jpg
Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
bg-gray.jpg
Panglima tempur yang memadamkan gejolak di berbagai daerah. Menggagas banyak hal penting setelah aktif lagi di Angkatan Darat.
bg-gray.jpg
Sebagai gubernur militer, Gatot Soebroto berperan dalam penumpasan pemberontakan PKI di Madiun. Dia disebut turut bertanggung jawab atas eksekusi mati Amir Sjarifoeddin cs.
Tiga tahun genosida, lebih dari 20 rbu anak di Gaza meregang nyawa dan dua ribu anak di Tepi Barat dikerangeng zionis.
Tiga tahun genosida, lebih dari 20 rbu anak di Gaza meregang nyawa dan dua ribu anak di Tepi Barat dikerangeng zionis.
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Film yang baik tak hanya memanjakan indera, namun juga menempa rasa menjadi manusia dan bangsa.
Film yang baik tak hanya memanjakan indera, namun juga menempa rasa menjadi manusia dan bangsa.
Habis cuju, terbitlah sepakbola modern. Tim Naga membuka peluang mengulang lolos ke Piala Dunia usai membekap “Garuda”.
Habis cuju, terbitlah sepakbola modern. Tim Naga membuka peluang mengulang lolos ke Piala Dunia usai membekap “Garuda”.
Terinspirasi dari legenda sepakbola Jerman Franz Beckenbauer, Christian Hadinata ingin jadi pemain dan pelatih hebat.
Terinspirasi dari legenda sepakbola Jerman Franz Beckenbauer, Christian Hadinata ingin jadi pemain dan pelatih hebat.
Lima puluh tahun sudah ajang tahunan Pasar Malam Besar di Malieveld, Den Haag, Belanda digelar. Inilah festival terbesar budaya Indisch.
Lima puluh tahun sudah ajang tahunan Pasar Malam Besar di Malieveld, Den Haag, Belanda digelar. Inilah festival terbesar budaya Indisch.
transparant.png
bottom of page