top of page

Aksi Jenderal Salon

Hanya karena pandai menjilat, sang jenderal logistik ditunjuk Napoleon jadi Gubernur Hindia di Jawa.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Jean Guillaume Janssens. (Rijksmuseum/Wikipedia).

  • 30 Sep 2011
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 2 Mei

PADA 9 Juli 1810 Belanda ditaklukan oleh Napoléon Bonaparte. Dengan demikian seluruh daerah koloni Belanda juga berada di bawah kekuasaan Prancis sebagai penakluk, tak terkecuali Jawa. Telah sejak lama Jawa dikenal sebagai pulau yang subur nan kaya, namun Prancis sepertinya agak gegabah dalam mempertahankan pulau ini. Alih-alih memerintahkan pertahanan total bagi Jawa, Napoléon malah memilih seorang jenderal logistik: Jean-Guillaume Janssens. 


Janssens memulai karirnya di usia sembilan tahun sebagai kadet pada 1771. Karena jujur dan cermat, dia naik pangkat menjadi letnan di usia 15 tahun dan menjadi pejabat logistik. Ketika terjadi pemberontakan kaum patriotik pada 1787, dia memihak Stadtholder (raja).


Pada 1795, berdiri Republik Belanda yang pro-Prancis, maka Janssens pensiun karena terluka di medan perang. Sejak itu dia bekerja di administrasi, namun tetap bertugas menyediakan makanan  dan sandang kepada prajurit baru kiriman Prancis yang kelaparan dan compang-camping. Ternyata Napoléon puas dengan perlakuan baik itu. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
...
bg-gray.jpg
...
transparant.png
bottom of page