- 19 Jul 2020
- 6 menit membaca
Diperbarui: 6 hari yang lalu
KAPTEN John C. “Jack” Lee Jr. duduk mengaso di atas turet tank M4 Sherman yang dinamainya Besotten Jenny pada sore yang terbalut udara hangat musim semi, 4 Mei 1945. Tank itu istirahat di sebuah simpang jalan setelah memimpin tank-tank lain mengamankan Kota Kufstein, Austria.
Namun belum juga lama bersantai, kewaspadaan kapten muda komandan Kompi B Batalyon Tank ke-23, Divisi Lapis Baja ke-12, Korps XXI Amerika Serikat itu tergugah. Dari kejauhan tampak sebuah mobil mirip kodok menggelinding mendekati persimpangan tempat tank Kapten Lee. Mobil yang ternyata Kübelwagen buatan Volkswagen (VW) itu jelas kendaraan punya tentara Jerman. Namun Lee mengurungkan aba-aba bersiap pasukannya setelah muncul bendera putih dari kodok besi itu.
Seorang mayor Wehrmacht lalu turun dari kodok itu dan disapa Lee seadanya. Sang mayor memperkenalkan dirinya sebagai Josef ‘Sepp’ Gangl, lalu menyerahkan sepucuk surat dan memberitahu dia dan sisa pasukannya dari Resimen Artileri ke-83 yang bertahan di Wörgl, tak jauh dari Kufstein, siap menyerahkan diri ke pasukan Amerika.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















