top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Anak Papua dalam Ekspedisi Rusia

Melalui sejumlah ekspedisi, seorang ilmuwan Rusia mematahkan pandangan rasis. Ada andil Anak Papua.

7 Des 2023

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Maclay dan Ahmad bersiap masuk hutan, 1874. (E. M. Webster, The Moon Man: A Biography of Nikolai Miklouho-Maclay).

Diperbarui: 6 Jan

SEORANG ilmuwan Rusia ikut memerangi perbudakan di Hindia Belanda. Ia juga menentang pandangan rasis mengenai superioritas kulit putih. Bahkan, untuk membuktikan kesetaraan manusia, ia melakukan ekspedisi untuk meneliti masyarakat adat yang terisolir dari dunia luar, termasuk ke kepulauan Nusantara. Dan salah satu pendampingnya adalah bocah asal Papua.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Tuan Rondahaim melawan Belanda di Simalungun hingga akhir hayatnya. Dia tidak pernah menyerah. Penyakit rajalah yang menghentikan perlawanannya.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page