top of page

Anak Papua dalam Ekspedisi Rusia

Melalui sejumlah ekspedisi, seorang ilmuwan Rusia mematahkan pandangan rasis. Ada andil Anak Papua.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Maclay dan Ahmad bersiap masuk hutan, 1874. (E. M. Webster, The Moon Man: A Biography of Nikolai Miklouho-Maclay).

7 Des 2023
9 menit membaca

Diperbarui: 14 Mar

SEORANG ilmuwan Rusia ikut memerangi perbudakan di Hindia Belanda. Ia juga menentang pandangan rasis mengenai superioritas kulit putih. Bahkan, untuk membuktikan kesetaraan manusia, ia melakukan ekspedisi untuk meneliti masyarakat adat yang terisolir dari dunia luar, termasuk ke kepulauan Nusantara. Dan salah satu pendampingnya adalah bocah asal Papua.


Ilmuwan itu adalah Nikolai Miklouho-Maclay –kadang ditulis Mikloucho, Mikluho, Mikluha, dan sebagainya. Dia dikenal sebagai peneliti, penjelajah, antropolog, etnolog, dan biolog. 


Maclay bertemu dengan bocah Papua itu ketika mengunjungi Tidore. Dia menjadi tamu sultan dan dihadiahi seorang budak Papua yang diberi nama Islam: Ahmad (kadang ditulis Ahmed atau Achmat).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page