top of page

Asal-Usul Lagu Halo-Halo Bandung

Beragam versi terselubung dari lagu perjuangan kebanggan rakyat Bandung ini. Ismail Marzuki diragukan sebagai pencipta asli hingga tersebutlah nama perwira Siliwangi berdarah Batak.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Nahum Situmorang (kiri), pencipta lagu "Gyugun Laskar Rakyat" dan Ismail Marzuki (kanan) yang diakui sebagai pencipta lagu "Halo-Halo Bandung".

26 Mei 2022
3 menit membaca

Diperbarui: 24 Mar

KOTA Bandung hangus dilalap api. Tentara republik membakar markas dan asrama-asramanya serta bangunan-bangunan penting. Banyak warga juga ikutan membakar sendiri rumah mereka dibantu para laskar. Segenap rakyat Bandung tidak sudi menyerahkan kota mereka begitu saja kepada tentara Sekutu. Begitulah situasi kota Bandung di masa genting revolusi, Maret 1946, yang kemudian dikenal sebagai “Bandung Lautan Api”.


“Peristiwa ini yang oleh komponis Ismail Marzuki kemudian diabadikan dalam lagu ‘Halo, halo Bandung’,” tulis Pramoedya Ananta Toer, dkk. dalam Kronik Revolusi Jilid 2 (1946).


Lagu “Halo-Halo Bandung” mengusung spirit heroisme. Ia kerap dinyayikan dengan tempo mars. Liriknya sederhana tapi penuh semangat, terutama pada bagian akhir yang mengenang perjuangan rakyat Bandung mempertahankan kemerdekaan, sebagai berikut:

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Sebagai gubernur militer, Gatot Soebroto berperan dalam penumpasan pemberontakan PKI di Madiun. Dia disebut turut bertanggung jawab atas eksekusi mati Amir Sjarifoeddin cs.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi kepala polisi wilayah Banyumas pada awal kemerdekaan. Dekat dengan anak buah, Gatot berhasil memimpin pasukan dalam pertempuran Ambarawa.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
transparant.png
bottom of page