- 24 Okt 2023
- 5 menit membaca
Diperbarui: 6 hari yang lalu
SATU dari 472 artefak asal Indonesia yang direpatriasi dari Belanda tahun ini adalah keris pusaka Klungkung. Meski belum bisa dipastikan secara detail siapa pemiliknya, keris yang bilahnya berbahan nikel dan gagangnya bertabur batu permata serta berlapis emas itu sangat kental menggambarkan keris milik seorang bangsawan Kerajaan Klungkung yang dijarah Belanda dari Puri Smarapura semasa Puputan Klungkung 1908.
“Yang kembali [tahun] ini 472 objek dari empat koleksi berbeda. [Salah satunya] keris dari Klungkung. Tahun 1908 Belanda menyerbu Klungkung, terjadi puputan. Ini kerisnya dibawa ke sana [Belanda],” ujar Dirjen Kebudayaan RI Hilmar Farid dalam siniar bertajuk “Belanda Kembalikan Ratusan Benda Pusaka tapi Tak Ada Ganti Rugi Korban Westerling” di akun Youtube Akbar Faizal Uncensored, 17 Juli 2023.
Sebagaimana jarahan Belanda yang lain, keris yang disimpan Belanda selama 115 tahun itupun “berlumuran darah”. Ia jadi saksi bisu Puputan Klungkung yang menewaskan ribuan nyawa, termasuk penguasa Kerajaan Klungkung Dewa Agung Jambe II.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















