- 7 Jun 2023
- 3 menit membaca
Diperbarui: 12 Mar
JAN Pieterszoon Coen dan pasukannya berhasil merebut kota Jayakarta pada 30 Mei 1619. Gubernur jenderal VOC ini segera membangun kota berbenteng yang kemudian dikenal dengan nama Batavia. Mulanya Coen ingin memberi nama Nieuw Hoorn untuk mengenang kota kelahirannya, Hoorn di Belanda.
“Tetapi usul ini tidak digubris oleh para petinggi VOC di Amsterdam, yaitu De Heeren Seventien. Bahkan mereka lebih suka mengesahkan nama Batavia bagi kota yang baru didirikan Coen ini,” tulis Mona Lohanda, sejarawan dan arsiparis, dalam Sejarah Para Pembesar Mengatur Batavia.
Dalam buku Sedjarah Pemerintahan Kota Djakarta terbitan Kotapradja Djakarta Raya disebutkan nama Batavia telah diumumkan oleh Pieter Van Raay, pimpinan benteng, pada 12 Maret 1619. Nama Batavia dipakai untuk mengingatkan kepada Batavieren atau Bataven, yaitu orang-orang dari suku bangsa Jerman yang mula-mula menduduki dan menetap di Belanda. Mereka adalah nenek moyang bangsa Belanda. Pucuk pimpinan VOC di Belanda sudah sejak 31 Oktober 1617 memerintahkan gubernur jenderal dan Raad (dewan) agar tempat-tempat kedudukan VOC dinamai Batavia sebagai simbol dari bangsa Belanda.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












