- 2 Apr 2024
- 4 menit membaca
Diperbarui: 6 jam yang lalu
ORANG-orang berdatangan ke salah satu bioskop terbesar di Jepang pada 1920-an. Mereka ramai-ramai mencari tempat duduk paling nyaman di dalam bioskop. Namun, alih-alih menonton film asing yang ditayangkan pihak bioskop, para penonton justru hadir untuk menyaksikan benshi. Benshi merupakan orang-orang yang memberikan narasi suara pada film bisu, baik film produksi dalam negeri maupun luar negeri.
Sejarawan Giannalberto Bendazzi menulis dalam Animation: A World History Volume 1 bahwa sebagai bagian tak terpisahkan dari pengalaman menonton film bisu, benshi berperan sebagai narator dengan menyediakan “komponen verbal” yang menjadi hiburan bagi penonton hingga munculnya film bersuara tahun 1930-an.
“Benshi adalah bagian penting dari penayangan film, dan dianggap sebagai salah satu alasan mengapa film bersuara membutuhkan waktu yang lama untuk berkembang di Jepang dibandingkan dengan negara lain di dunia,” tulis Bendazzi.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















