- 2 Sep 2025
- 5 menit membaca
Diperbarui: 23 Mei
HENK Sneevliet baru setahun tinggal di Hindia Belanda ketika ide untuk menyatukan kaum sosialis muncul di kepalanya. Saat itu, beberapa gelintir sosialis biasa menggelar diskusi selepas kerja: tentang perkembangan situasi politik baik di Hindia maupun di Belanda dan juga ide-ide Marxisme yang sedang mewujud dalam berbagai gerakan politik di Eropa.
Mulanya tak semua orang bersetuju kalau kelak organisasi yang bakal dibentuk itu mengambil peran terlalu jauh dalam urusan politik di Hindia Belanda. Sebagian yang tak setuju itu meyakini bahwa masyarakat Hindia Belanda hanya dapat berubah melalui tahapan evolusi. Karena, “sosialisme hanya akan berarti dalam konteks negara dengan industri berkembang yang melahirkan proletariat,” demikian tulis Ruth McVey dalam Kemunculan Komunisme Indonesia.
Gagasan tak seragam. Di lain pihak, ada usulan kalau organisasi itu kelak harus berada di dalam arus gerakan politik di Hindia Belanda, bukan sekadar cabang dari partai politik tertentu di negeri induk, Belanda. Sehingga berbagai analisis tentang tahapan perkembangan masyarakat di Hindia Belanda tak jadi pertimbangan utama bagi penyebaran gagasan sosialisme.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















