- 31 Mar 2021
- 4 menit membaca
Diperbarui: 25 Apr
SETELAH dibuka secara resmi pada 17 November 1869, Terusan Suez menjadi salah satu jalur penting perdagangan dunia. Pada tahun pertama, sekira 500 kapal dengan total 400 ribu ton muatan melintasinya. Angka itu ternyata masih jauh dari target yang diinginkan perusahaan, yakni lima juta ton per tahun. Tingginya potensi ekonomi yang dimilikinya membuat Terusan Suez jadi rebutan di tahun-tahun berikutnya.
Inggris dan Prancis merupakan dua negara paling berkepentingan pada terusan sepanjang 193 kilometer itu. Kepentingan itu membuat keduanya mendesak Kesultanan Ottoman menyingkirkan Ismail Pasha yang menghalangi kepentingan Inggris-Prancis.
Ismail merupakan pemimpin Mesir yang mencoba berdikari. Kendati pada 1875 Mesir dinyatakan terancam bangkrut karena utang, Ismail tak akan menjual sahamnya di Terusan Suez sebagai aset paling menjanjikan. Sebaliknya, Ismail justru tengah mencoba menyingkirkan pengaruh Eropa dari negerinya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

















