top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Bilangan Nol, Apple, Kari Ayam dan Soal Keyakinan Asli

Memelajari serta menafsirkan gagasan asing bahkan dari daerah lain kemudian memajukannya lebih relevan bagi nenek moyang manusia Nusantara (dan Eropa), ketimbang memasalahkan siapa penggagas aslinya.

8 Jun 2017

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Patung Fibonacci karya Giovanni Paganucci. (britannica.com).

  • 9 Jun 2017
  • 5 menit membaca

ZAMAN sekarang, pengetahuan dan gagasan merupakan sesuatu yang dapat dimiliki secara pribadi atau oleh sebuah lembaga dan siapa yang berhak menggunakan dapat ditetapkan sekaligus dibatasi. Seperti Hak Paten merupakan perangkat masyarakat modern guna mengatur penggunaan gagasan tertentu dan pembagian keuntungan yang dihasilkan dari penggunaan gagasan tersebut. Akibatnya, masyarakat modern sangat memuliakan pencipta gagasan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
bottom of page