top of page

Bonnie dan Clyde, Pasangan Kriminal Kharismatik

Kisah Bonnie dan Clyde, duet perampok sohor yang dibanggakan pasutri teroris Australia.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 3 Feb 2019
  • 4 menit membaca

SEPASANG suami-istri terpidana kasus terorisme di Australia, Sameh Bayda dan Alo-Bridget Namoa, akan dibebaskan bersyarat oleh Mahkamah Agung Negara Bagian New South Wales (MA NSW), Australia. Keduanya pernah dengan bangga menyebut diri mereka sebagai Bonnie dan Clyde-nya muslim.


Tiga tahun lalu, pasutri muda itu ditangkap Kepolisian Sydney lantaran merencanakan serangan teror di malam pergantian tahun 2016 walau akhirnya urung dilakoni. Keduanya juga terbukti memiliki dokumen berbahasa Arab terkait pembuatan bom dan kepemilikan bendera ISIS.


Bayda dan Namoa baru divonis pada Oktober 2018. Bayda divonis empat tahun penjara dipotong masa tahanan dan Namoa tiga tahun sembilan bulan penjara dipotong masa tahanan. Lantaran masa tahanan non-pembebasan bersyaratnya sudah kadaluarsa sejak 25 Januari 2019, MA NSW memperbolehkan keduanya dibebaskan bersyarat.



Dikutip dari kantor berita ABC, Kamis (31/1/2019), Hakim Des Fagan menyatakan sejak di masa tahanan, keduanya juga sudah mulai direhabilitasi. Semenjak Desember 2018 Namoa sudah tak lagi berhijab, bahkan sudah beralih kepercayaan dari Islam ke Kristen. Dia tak lagi fanatik dan membanggakan diri bahwa dia dan suaminya ibarat Bonnie dan Clyde versi muslim.


Meski membanggakan diri dengan menganalogikan sebagai Bonnie dan Clyde versi muslim bukan perbuatan melawan hukum, Bayda dan Namoa terlalu jauh jika dibandingkan dengan Bonnie dan Clyde, sepasang kriminal paling ternama dalam sejarah di Amerika Serikat (AS). Satu contoh, Bonnie dan Clyde tak pernah melakoni kejahatan atas nama agama.


Siapa Bonnie dan Clyde?


Lahir di Rowena, Texas, AS pada 1 Oktober 1910, Bonnie Elizabeth Parker sudah jadi anak yatim sejak usia empat tahun. Bonnie kecil hidup sederhana. Ibunya, Emma Krause-Parker, menghidupi diri dan anaknya dengan menjadi tukang jahit. John Neal Phillips dalam Running with Bonnie & Clyde: The Ten Fast Years of Ralph Fults menulis, Bonnie menikah di usia 15 tahun, dengan Roy Thornton.


Tapi tak lama setelah pernikahan itu, sang suami dipenjara lantaran kasus pembunuhan. Sejak Januari 1929, Bonnie dan Roy berpisah walau tak pernah bercerai. Bonnie memilih kembali tinggal dengan ibunya.



Awalnya, Bonnie punya pekerjaan normal, sebagai pelayan sebuah kafe di Dallas, Texas. Hidupnya segera berubah saat bersua Clyde Chesnut Barrow (di dokumen FBI ditulis Clyde Champion Barrow) setahun berselang. Clyde merupakan pria kelahiran Ellis County, Texas pada 24 Maret 1909. Anak kelima dari tujuh bersaudara itu berasal dari keluarga miskin. Sejak belia, Clyde sudah jadi kriminal. Pada 1926, Clyde bersama saudaranya, Buck Barrow, ditahan Kepolisian West Dallas setelah mencuri beberapa kalkun.


Aksi kriminal pertama Clyde itu membuatnya dipenjara beberapa minggu. Namun alih-alih insyaf, Clyde justru lebih penasaran untuk kembali jadi maling. Sepanjang 1928-1929, berulang-kali Clyde keluar-masuk penjara sampai akhirnya dibui di penjara berkeamanan medium, Eastham Prison Farm, pada April 1930.


Bersatu dalam kriminalitas


Kendati banyak versi mengenai kapan dan di mana Bonnie dan Clyde pertamakali bersua, yang paling dipercaya adalah memoar keluarga yang ditulis Emma Krause-Parker, Nell Barrow Cowan, dan Jan I. Fortune, The True Story of Bonnie and Clyde. Memoar itu menyebutkan, Bonnie dan Clyde pertama bertemu pada 5 Januari 1930 di rumah Clarence Clay, salah satu teman Clyde di West Dallas. Bonnie saat itu sedang di sana untuk membantu merawat temannya yang juga istri Clay, pasca-mengalami patah tulang tangan.


Sejak itu, keduanya saling suka kendati Bonnie masih berstatus istri orang. Sayang, cinta mereka kembali dipisahkan oleh jeruji besi. Clyde meringkuk di penjara lantaran terlibat pencurian. Sempat kabur dari penjara pada 11 Maret 1930 berbekal senjata yang diselundupkan Bonnie, Clyde tertangkap lagi sepekan kemudian dan dikirim ke Penjara Eastham Prison Farm yang terkenal brutal.


Di Eastham, medio April 1930, Clyde tercatat melakukan pembunuhan pertama. Menggunakan potongan pipa, Clyde membunuh seorang tahanan lain yang acap melakukan pelecehan seksual terhadapnya. Pun begitu, Clyde tak mendapat hukuman tambahan. Sementara, demi menghindari kerja paksa di ladang, Clyde meminta rekan tahanan lain untuk membacok dua jari kakinya menggunakan kapak. Upayanya berhasil, tapi seumur hidup Clyde mengalami kepincangan.


Meski divonis awal empat tahun, pada Februari 1932 Clyde sudah bebas bersyarat. Tapi bukannya tobat, Clyde berulah lagi jadi perampok. Tidak hanya mengajak geng-nya (Ray Hamilton, W. D. Jones, Buck Barrow, Blance Barrow, Henry Methvin), Clyde juga mengajak Bonnie. Medio Maret 1932 jadi “debut” Bonnie ikut aksi perampokan Clyde dkk ke sebuah toko di Kaufman, Texas. Sayang, upaya itu sedikit kacau dan Bonnie tertinggal sehingga ditahan polisi walau akhirnya dilepaskan karena tak cukup bukti.


Sejak itu, Bonnie senantiasa ikut Clyde dalam beragam aksi perampokan dengan kekerasan. Tidak hanya di Texas, perampokan mereka sampai ke Minnesota, Indiana, hingga Louisiana. Catatan FBI bernomor: I.C. #26-31672 (Biro Penyelidikan Federal AS) tertanggal 14 Desember 1934 menyatakan, setidaknya geng Bonnie dan Clyde membunuh 13 orang dalam serangkaian aksi perampokan dan penculikan mereka.


Perburuan oleh FBI baru menemui titik terang pada 21 Mei 1934, saat FBI bersama sejumlah polisi Louisiana dan Texas mengetahui tempat persembunyian Bonnie dan Clyde di Black Lake, Louisiana. Meski begitu, mereka baru berhasil menyergap Bonnie dan Clyde pada 23 Mei 1934.



“Barisan pagar betis polisi dari Louisiana dan Texas, termasuk seorang Texas Ranger, Frank Hamer, bersembunyi di semak-semak di sebuah jalan dekat Sailes, Louisiana, sejak dini hari 23 Mei 1934. Bonnie dan Clyde baru muncul dengan mobil pagi harinya. Saat mencoba kabur, para polisi membuka tembakan. Bonnie dan Clyde tewas di tempat,” demikian dimuat sebuah dokumen FBI.


Teror perampokan geng Bonnie dan Clyde pun berakhir. Kendati begitu, kisah cinta berkalang kriminal mereka justru sohor, sampai beberapa kali diangkat ke layar lebar: The Bonnie Parker Story (1958), Bonnie and Clyde (1967), Bonnie and Clyde vs Dracula (2008). Kisah mereka juga diangkat ke pentas teater dan miniseri sejarah di Gibsland, Louisana, acap digelar The Bonnie and Clyde Festival.



Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Istilah tante girang populer pada 1970-an kendati sudah menggejala dua dekade sebelumnya. Sastra populer merekamnya sebagai potret sosial.
bg-gray.jpg
Despite the mixed reactions, telenovelas continue to dominate Indonesian television. The heyday of these Latin American soap operas ultimately came to an end as viewers grew tired of them and switched to Mandarin and Korean dramas.
bg-gray.jpg
According to the Wangsakerta Manuscript, Tarumanagara was founded by refugees from India.
bg-gray.jpg
Prasasti Tugu turut meriwayatkan Kali Bekasi dan Kali Cakung Lama. Satu dari tujuh prasasti penting warisan Tarumanagara.
Dianggap sebagai bapak pendiri Cape Town, Jan van Riebeeck membuka pemukiman kulit putih di Afrika Selatan.
Dianggap sebagai bapak pendiri Cape Town, Jan van Riebeeck membuka pemukiman kulit putih di Afrika Selatan.
Rekaman suara rintihan arwah yang tersesat tidak hanya membuat pasukan Viet Cong tidak nyaman, tetapi juga memengaruhi mental pasukan Amerika Serikat dan penduduk sipil.
Rekaman suara rintihan arwah yang tersesat tidak hanya membuat pasukan Viet Cong tidak nyaman, tetapi juga memengaruhi mental pasukan Amerika Serikat dan penduduk sipil.
Donald Trump putus asa Amerika Serikat sudah tak lagi relevan, kata sejarawan Vijay Prashad. Momentum untuk berdiri tegak membawa semangat KAA.
Donald Trump putus asa Amerika Serikat sudah tak lagi relevan, kata sejarawan Vijay Prashad. Momentum untuk berdiri tegak membawa semangat KAA.
Sebagai ibukota Asia-Afrika, Bandung tak sekadar mencetuskan gerakan politik dan perdamaian, melainkan juga kedaulatan ekonomi.
Sebagai ibukota Asia-Afrika, Bandung tak sekadar mencetuskan gerakan politik dan perdamaian, melainkan juga kedaulatan ekonomi.
Setelah memberontak, pangkatnya  malah naik. Itulah pengalaman Alex Mengko si tentara berpengalaman.
Setelah memberontak, pangkatnya malah naik. Itulah pengalaman Alex Mengko si tentara berpengalaman.
K’tut Tantri dikenal sebagai penyiar asing yang membantu perjuangan Indonesia. Pengalaman di kamp interniran Jepang menjadi episode paling pahit dalam hidupnya.
K’tut Tantri dikenal sebagai penyiar asing yang membantu perjuangan Indonesia. Pengalaman di kamp interniran Jepang menjadi episode paling pahit dalam hidupnya.
transparant.png
bottom of page