- 14 Apr 2022
- 3 menit membaca
Diperbarui: 11 Apr
PADA 11 April 1978, Soetomo atau Bung Tomo ditahan di Rumah Tahanan Inrehab Nirbaya, Jakarta. Rezim Orde Baru menahan tokoh Pertempuran Surabaya ini dengan tuduhan telah melakukan subversi (berusaha menjatuhkan kekuasaan) dan menghasut mahasiswa.
“Pada awal 1970-an, Mas Tom banyak berbeda pendapat dengan pemerintahan Orde Baru. Dia mengkritik keras program-program Presiden Soeharto,” kata Sulistina dalam Bung Tomo Suamiku: Biar Rakyat yang Menilai Kepahlawananmu.
Padahal, lanjut Sulistina, pada Pemilihan Umum 1977 namanya selama beberapa bulan sempat disebut-sebut akan dicalonkan sebagai anggota DPR kedua oleh Ketua DPP Golongan Karya (Golkar) Amir Moertono. “Namun, entah mengapa gaungnya kemudian lenyap begitu saja, hingga dia ditahan,” kata Sulistina.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















