top of page

Cah Jogja di Pentas Dunia

Idola bintang bulutangkis Kevin Sanjaya. Gaya atraktifnya menginspirasi banyak pebulutangkis, termasuk Kevin.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 27 Jun 2019
  • 4 menit membaca

PARA penggemar pebulutangkis tanah air akan kembali bisa menyaksikan atraksi pasangan ganda putra Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon pada 16-21 Juli nanti di Indonesia Open. Duo “The Minions” diharapkan bisa mempersembahkan prestasi.


Pasangan Kevin/Marcus merupakan andalan ganda putra Indonesia saat ini. Keduanya merupakan penerus “estafet” daftar pasangan ganda putra tanah air yang dirintis Christian Hadinata/Ade Chandra dan Tjun Tjun/Johan Wahyudi di era 1970-an.


Selain diharapkan mempersembahkan prestasi, Kevin/Marcus juga ditunggu atraksi-atraksinya, mulai dari pukulan akrobatik hingga trik-triknya. Gaya permainan freestyle “The Minions” amat menghibur.


Menurut Kevin, gaya pukulan dan permainannya terinspirasi dari idolanya: Sigit Budiarto. “Cah Jogja” yang satu itu harum namanya di nomor ganda putra baik tingkat nasional maupun internasional.


Kutu Loncat


Sigit lahir di Yogyakarta pada 24 November 1975 dari pasangan Sutoto dan Naniek Sriniati. Sebagaimana kebanyakan pebulutangkis nasional, dia dikenalkan raket dan shuttlecock oleh ayahnya. Sedari umur 6 tahun Sigit sudah ikut-ikutan ayah dan empat saudaranya latihan bulutangkis.


“Saya tak pernah berpikir akan sampai sejauh itu (prestasinya). Dulu kecilnya ya sempat cita-cita pingin jadi pilot lah, dokter lah. Tapi dari kecil juga diajarin badminton sama orangtua, seminggu tiga kali di GOR. Lama-lama yang senang juga,” kenangnya saat ditemui Historia di sela-sela kesibukannya melatih di GOR PB Djarum Jakarta.


Keseriusannya akan bulutangkis dimulai sejak dimasukkan ke klub PB Natura di Kecamatan Prambanan, tempat sang ayah melatih. Namun, Sigit bak kutu loncat alias berpindah dari satu klub ke klub lain. Setelah di PB Natura, ia hengkang ke PB Setia Kawan, lantas PB Pancing, dan akhirnya hinggap di PB Djarum pada 1988.


“Mulanya saya di single (tunggal putra). Di Kudus (PB Djarum) juga belum terpikir untuk main ganda. Belum juga terpikir untuk jadi juara dunia. Apalagi bisa dikatakan saya kan orang kampung, wong ndeso. Ya pokoknya latihan saja. Untuk bisa juara di All England atau Thomas Cup tak pernah terbayangkan oleh saya,” lanjutnya.


Sigit sempat tak betah di Kudus. Dua tahun di PB Djarum Kudus, ia hijrah ke salah satu klub di Solo, yang lebih dekat dengan kampung halamannya. Entah apa yang melecutnya, pada 1994 Sigit comeback ke PB Djarum namun di PB Djarum Jakarta.


“Di PB Djarum Jakarta saya mulai dialihkan ke ganda oleh pelatih Mas Basri (Yusuf) dan Mas Hafid Yusuf. Partner pertama saya Ade Lukas. Lalu saya masuk Pelatnas (PBSI) tahun 1995. Saya dipasangkan dengan Dicky Purwosugiono. Baru setelah itu dipasangkan sama Candra (Wijaya),” tutur Sigit mengingat masa merintis kariernya.


Sigit Budiarto dan Candra Wijaya (Foto: pbdjarum.org)
Sigit Budiarto dan Candra Wijaya (Foto: pbdjarum.org)

Hasil tak mengkhianati kerja keras Sigit. Bersama Dicky, Sigit menjuarai French Open 1995. Prestasinya kian melejit bersama Candra, di mana Sigit mendulang gelar juara dunia ganda putra pada 1997 di Skotlandia. Setahun kemudian, ia jadi bagian skuad Indonesia kala menjuarai Thomas Cup 1998 di Hong Kong.


“Pada saat itu kita berangkat (dilepas) presiden yang lama (Soeharto), kemudian pulang disambut presiden yang baru (BJ Habibie). Semua anggota tim panik di tengah kompetisi. Khawatir akan keadaan keluarga masing-masing. Itu juga momen pertama ikut Thomas Cup. Alhamdulillah bisa kita pertahankan dan itu jadi kebanggaan tersendiri. Pada saat tanah air terjadi huru-hara, kami di sana berjuang dan kemudian menang,” sambungnya.


Dalam laga-laga yang dimainkannya, Sigit acap bikin penonton kagum dengan pukulan-pukulan refleksnya yang akrobatik dan tak terduga. Saat mengembalikan pukulan lawan, Sigit sering berakrobatik dengan pukulan di antara dua kaki atau dari belakang punggungnya. Sigit lantas dikenal sebagai “Raja Freestyle”. Gaya-gayanya itu lantas ditiru Kevin/Marcus.


“Saya sendiri juga enggak ngerti. Kan itu (pukulan aneh) refleks saja sih. Spontan. Enggak ada yang dibikin atau dilatih khusus. Sebenarnya kan senior-senior saya juga banyak yang begitu. Intinya enggak ada niat ingin beratraksi saat main,” ujar Sigit.


Skandal Doping dan Akhir Karier


Nahas menimpa Sigit di tahun itu juga. Medio Desember 1998, karier Sigit yang tengah melambung tinggi, posisi 1 ganda putra dunia, mendadak menghujam tanah. BWF, induk organisasi bulutangkis internasional, memvonis Sigit menggunakan doping. Mengutip Bernd-Volker Brahms dalam Badminton Handbook: Training, Tactics, Competition, Sigit disebutkan mengonsumsi zat steroid nandrolone.


Vonis BWF berangkat dari sampel A dan B hasil tes urine Sigit di Laboratorium Doping Komite Olimpiade Internasional. Hasil itu membawa BWF menghukum Sigit dengan larangan bertanding selama 13 bulan.


Sigit, yang membantah sengaja menggunakan doping, akhirnya urung terjun di Olimpiade 2000. Chandra lantas “diceraikan” dari Sigit untuk dipasangkan dengan Tony Gunawan. Sigit hanya bisa gigit jari ketika Candra/Gunawan lantas memetik emas.


Sigit Budiarto mengisahkan vonis doping BWF jadi momen terpahit dalam kariernya (Foto: Randy Wirayudha/Historia)
Sigit Budiarto mengisahkan vonis doping BWF jadi momen terpahit dalam kariernya (Foto: Randy Wirayudha/Historia)

“Momen itu (vonis doping) yang bikin paling nge-drop. Saya sendiri tidak tahu pasti dan saya tidak berani omong apapun karena saya tak merasa menggunakan doping. Itu ujian terberat buat saya,” papar Sigit.


Sigit akhirnya bebas pada 1999 dan comeback. Absen selama 13 bulan tak membuat skill-nya kendor. Gelar demi gelar tetap mampu disabetnya hingga 2006. Selain beragam turnamen berlevel open yang dimenanginya hingga 2006, Sigit berhasil menjuarai Thomas Cup 2000 dan 2002, All England 2003 (bersama Candra), dan Kejuaraan Asia 2004 (bersama Tri Kusharyanto). Setahun berselang, Sigit gantung raket.


“Keluar dari Pelatnas 2006 tapi sempat masih main untuk PB Djarum sampai 2007. Lalu di Djarum saya dikasih kesempatan karier melatih oleh Pak Hadibowo. Jadi pelatih, saya banyak belajar dari senior-senior seperti Koh Christian (Hadinata), juga Pak Tahir Djide. Ikut juga kalau ada kursus kepelatihan dari PBSI,” terangnya.


Prestasi melatih Sigit terbilang bagus. Kevin adalah salah satu anak didiknya yang kini melanjutkan prestasi sang pelatih. “Kevin anaknya kurang mengeluh dan mau kerja keras. Memang anaknya bisa dikatakan tengil tapi itu hanya di lapangan. Tengil karena dasarnya punya rasa tak mau kalah di lapangan, kan bagus,” tandas Sigit mengomentari muridnya.


Sigit sendiri tak memaksakan bulutangkis untuk menjadi karier ketiga anaknya dari hasil pernikahannya dengan dokter Hani Andreana pada 2009. “Anak saya sudah tiga dan tentu saya kenalkan dengan bulutangkis. Tapi saya biarkan mereka memilih. Salah satunya kelihatan lebih senang renang. Karena jarak dari rumah dan GOR jauh, ya jadi enggak bisa rutin melatih mereka bulutangkis. (Saya) Lebih fokus di Djarum saja sekarang.”





Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje traveled to Jeddah and Mecca to observe and gather information about Muslims in the Dutch East Indies.
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
transparant.png
bottom of page