top of page

Cerita di Balik Biografi Sukarno Karya Sejarawan Jerman

Ketika membuat skripsi, Bernhard Dahm, sarjana Jerman, sudah terpikir untuk membuat disertasi tentang Sukarno. Hasilnya menjadi buku pertama yang menganalisis pemikiran Sukarno secara lengkap.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Bernhard Dahm, penulis biografi Sukarno. (Wikimedia Commons).

8 Agu 2017
3 menit membaca

BERNHARD Dahm mengenal Indonesia dari ibunya, Margarete Beisenherz, putri seorang misionaris, Daniel Beisenherz, yang lahir pada 1906 di Pancur Napitu, Tarutung, Sumatra Utara. Margarete meninggal pada 1942 ketika Bernhard berusia sepuluh tahun.


Bernhard kemudian tinggal dengan bibi ibunya, Auguste Beisenherz, seorang biarawati di tanah Batak dan terakhir memimpin rumah sakit di Pearaja, Tarutung. Darinya, dia mendapat cerita banyak tentang Batak dan Indonesia. Setelah Perang Dunia II berakhir, dia terus mendengar berita tentang Indonesia. Dia pun ingin mempelajari lebih jauh tentang Indonesia.


“Berbeda dengan teman-teman sebaya di Jerman, saya sudah tahu dengan tepat, di bagian bumi mana negara baru itu terletak. Dan saya mengikuti dengan penuh perhatian peristiwa-peristiwa dalam revolusi Indonesia sampai akhir tahun 1949,” kata Bernhard dalam Amatan Para Ahli Jerman tentang Indonesia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page